• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Beragama Nir Ge-er

Suriadi Said by Suriadi Said
12 April 2021 | 23:13
Reading Time: 3 mins read
0
Beragama Nir Ge-er

Syafril Teha Noor, Wartawan Senior Kaltim & Budayawan

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

GE-ER atau GR itu penyingkatan ‘gede rasa’. Padanannya dalam Bahasa Banjar, kira-kira, ‘pina musti’ – ‘peiya-iyanya’. Dalam Bahasa Jawa mungkin setara ‘hiya-hiya-o’. Suatu kondisi perasaan yang terbangun atas dasar asumsi, persangkaan atau anggapan thok. Rada dekat dengan takabbur. Seakan-akan iya, padahal belum tentu.

Melalui tugas puasa dan anjuran ibadah sunnah sepanjang Ramadhan, seperti terfirman dalam Surah Albaqarah (QS:2) ayat 183 sampai 189, Allah SWT menyatakan harapan, agar para penunainya dari kalangan beriman kelak bertaqwa (183 & 187), berilmu (184), bersyukur (185), tercerahkan di jalan lurus (186), dan beruntung (189).

PILIHAN REDAKSI

OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

17 Juni 2026 | 11:22
Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

16 Juni 2026 | 15:21

Apakah sesiapa yang beribadah Ramadhan pasti beriman, dan pasti bertaqwa, berilmu, bersyukur, tercerahkan/konsisten, dan beruntung? Entar dulu. Audit dulu.

Bukalah Albaqarah di ayat-ayat itu. Perhatikan teks-teks ‘la’allakum tattaquun’ (183), ‘in-kuntum ta’lamuun’ (184), ‘la’allakum tasykuruun’ (185), ‘la’allahum yarsyuduun’ (186), ‘la’allahum yattaquun’ (187), dan ‘la’allakum tasykuruun’. ‘La’alla’ adalah ungkapan harapan (raja’, tarajji’) – semoga, mudah-mudahan (dengan Ramadhan engkau jadi) bertaqwa, berilmu, bersyukur, tercerahkan/konsisten, dan beruntung.

Secara etimologis (Arab) teks-teks ini tergolong fi’il mudhari’ – gramatika Inggris menyebutnya present dan future tense. Kata-kata kerja berkenaan dengan kurun kini dan nanti. Artinya, segenap ibadah sepanjang Ramadhan diharuskan Allah berwawasan atau berorientasi sekarang dan masa datang.

Implementasi taqwa, misalnya, berlaku saat mengawali, menyertai, mengakhiri, dan berlanjut pasca Ramadhan. Begitu pun dengan kesadaran-kesadaran akan ilmu, syukur, ketercerahan/konsistensi, yang dengan itu semua semoga terbukalah jalan bagi keberuntungan.

Sebagian ahli menafsir ‘la’allakum tattaquun’ itu ‘mudah-mudahan kalian semua dapat menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan’. Ada pula yang memadankan ‘tattaquun’ dengan ‘golongan yang berhati-hati’. Dus, menjadi anti maksiat atau berhati-hati selama dan setelah seluruh rangkaian ‘formal’ ibadah Ramadhan berlalu.

Semua teks yang menyertai ‘la’allakum’ adalah kata kerja yang dapat dicapai dan wujudkan nyata. Allah, agaknya, ‘hanya’ mempersyaratkan satu kondisi: Ialah bila engkau berada dalam barisan orang-orang beriman.

Mereka, orang-orang beriman itu, bisa menjauhi kemaksiatan atau berhati-hati. Bisa berilmu, menjadi lebih pandai dan cerdas. Bisa bersyukur – mengoptimalkan pemanfaatan segenap rezeki dan karunia lewat cara-cara yang dibenarkan agama. Bisa konsisten, sekata-sekelakuan, dan akhirnya pun bisa memperoleh keberuntungan dalam batasan definisi yang Allah gariskan – ialah keberuntungan seimbang, dunia-akhirat.

Karena itu, ya, Ramadhan memang bulan latihan, dengan konsep dan materi yang Allah tentukan. Dari berpuasa, qiyamul-lail (tarawih, tahajjud), tadarus-tadabbur Quran, infaq, shadaqah, sampai zakat, ibadah-ibadah sunnah lain, dan seterusnya.

Bila pesilat berlatih untuk menjadi makin tangkas dan perkasa, para atlet berlatih agar kian terampil dan berprestasi, begitulah pulalah latihan-latihan dalam Ramadhan. Yakni agar efek keseluruhan rangkaiannya mengejawantah dalam perilaku batin dan badani tiap pesertanya kini dan nanti.

Ibadah adalah sebuah proses terus-menerus, sambung-menyambung. Bukan terminal terakhir, melainkan ‘jalan’ bertujuan. Ibadah adalah kumpulan ikhtiar menuju pematangan lahir dan batin.

Tindak lanjut sajadah pendek yang digelar di tiap momen shalat, misalnya, adalah sajadah panjang yang terhampar pada momen-momen di luar shalat. Momen-momen yang juga berlangsung dalam sepenuh-penuh penghayatan penghambaan kepada-Nya. Shalat dan luar shalat bukanlah dua momen terpisah.

Ibadah-ibadah dalam Ramadhan pun begitu. Bagai anak tangga pendakian mukmin sepanjang hayat, capaian-capaian pada penunaiannya tahun ke tahun sepatutnya merupakan gerak yang senantiasa naik, naik dan naik secara kualitatif – bukan kuantitatif semata.

Dengan demikian, semakin dekat pada Sang Khaliq, semakin besar pula peluang aplikasi sifat-sifat ilahiyah, yang potensinya ada pada tiap mukmin, dalam pergaulan dengan sesama makhluk.

Sungguh hanya peningkatan mutu pengabdian kepada Allah (‘ta’abbud’) yang terimpelentasi pada pola kelakuan dan keberadaban (‘takhalluq’) yang akan mengantar tiap mukmin pada cara beragama progresif – ber-Islam secara berkemajuan.

Saya menyebut cara beragama seperti ini ‘nir ge-er’. Jauh dari anggapan bahwa hal-ihwal sepanjang Ramadhan semata perkara menahan lapar dan dahaga, yang tak perlu berbekas pada perilaku, atau malah berlanjut dengan penyelenggaraan balas dendam syahwati, bila ‘masa berlaku’-nya habis nanti.

Benar, adalah sepenuhnya otoritas Allah menilai tertolak dan terterimanya ibadah seorang hamba. Namun tidakkah kisi-kisi batasan penerimaan dan penolakan itu juga terbeber dalam firman-firman-Nya di Albaqarah 183 sampai 189 barusan? Wallaahua’lam. ***

Catatan,

1. Diolah dan sarikan dari khutbah Jumat Prof Dr KH Din Syamsuddin MA di Masjid Ad Da’wah, Kompleks Muhammadiyah Kaltim Center, Samarinda, 9 April 2021. Idiom ‘ge-er’ dari saya.

2. Mohon tak menyangka saya berada di luar golongan yang potensial beragama secara ‘ge-er’. Mohon juga koreksi kekeliruan yang mungkin terdapat pada tulisan ini.

Ditulis oleh: Syafril Teha Noer
Wartawan Senior Kaltim & Budayawan

Tags: Kolom PembacaOpini Pembaca
Previous Post

Lengkap! Jadwal Imsakiyah Kota Bontang dan Sekitarnya

Next Post

Eskalator Pasar Tamrin Jarang Dipakai Pengunjung

BACA JUGA

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

29 Juni 2026 | 09:11
OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

17 Juni 2026 | 11:22
Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

16 Juni 2026 | 15:21
Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

14 Juni 2026 | 00:39
Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

9 Juni 2026 | 17:01
Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Next Post
Eskalator Pasar Tamrin Jarang Dipakai Pengunjung

Eskalator Pasar Tamrin Jarang Dipakai Pengunjung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved