TANA PASER, Pranala.co — Kabupaten Paser dipastikan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur alias Porprov VIII Kaltim 2026. Ajang empat tahunan ini akan berlangsung pada 14–27 November 2026 mendatang.
Penetapan jadwal tersebut disepakati dalam rapat persiapan yang digelar di Kantor Bupati Paser, Selasa (7/4/2026). Rapat dipimpin langsung Bupati Paser, Fahmi Fadli, dan dihadiri jajaran panitia besar (PB) Porprov VIII Kaltim.
Ketua Harian PB Porprov VIII Kaltim sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Paser, Katsul Wijaya, menjelaskan rapat tersebut membahas dua agenda utama sebagai tindak lanjut koordinasi sebelumnya bersama KONI Provinsi Kaltim.
“Penetapan jadwal ini telah melalui berbagai pertimbangan, terutama kesiapan venue dan proses administrasi pertanggungjawaban anggaran,” ujar Katsul.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Kurniawan, menyampaikan kesiapan venue saat ini bervariasi. Sebagian sudah siap 100 persen, sebagian masih dalam tahap penyempurnaan, dan lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Kami optimistis seluruh venue sudah dapat digunakan pada Oktober 2026, atau sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan,” jelasnya.
Dalam Porprov VIII Kaltim ini, direncanakan sebanyak 64 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan. Namun, lima cabor akan digelar di kabupaten lain karena keterbatasan sarana dan prasarana di Kabupaten Paser.
Di sisi lain, Bupati Fahmi mengingatkan pentingnya mengawal anggaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim sebesar Rp60 miliar.
“Tadi Pak Sekda mengatakan kemungkinan adanya pengurangan anggaran. Jika ini terjadi tentu akan menjadi kendala,” katanya.
Bila memang ada potensi pengurangan anggaran, Bupati meminta dilakukan langkah antisipasi. “Misalnya dengan mengurangi nomor pertandingan pada cabang olahraga tertentu atau mengurangi cabor yang pertandingannya di kabupaten lain,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah, Bupati Fahmi menargetkan dua hal utama: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. “Kita tidak hanya ingin sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga meraih prestasi, bahkan menargetkan juara umum,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kualitas dalam pengadaan sarana dan prasarana olahraga. Penyedia jasa yang dipilih harus benar-benar memiliki kredibilitas dan kapasitas yang baik.
“Jangan sampai penyedia jasa adalah perusahaan yang tidak berkualitas. Kualitas harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















