• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Begini Curhat Orangtua di Bontang selama Penerapan Belajar Online

Suriadi Said by Suriadi Said
26 November 2020 | 17:02
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO, Bontang – Sekolah tatap muka sejatinya mengikuti kehendak orangtua. Maklum selama pandemik virus corona atau COVID-19, mereka punya peran ganda. Itu sebab Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang bakal adakan jajak pendapat. Nantinya survei ini meminta pendapat orangtua soal sekolah tatap muka.

“Sebenarnya anak saya sudah kangen pengin belajar di sekolah lagi,” ujar Diah Purnama Sari, warga Kelurahan Bontang Baru saat dikonfirmasi, Kamis (26/11) petang.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Kata Diah, sapaan karibnya, sejak wabah corona melanda Bontang sudah jadi kewajiban untuk meliburkan semua siswa dan belajar dari rumah. Walau demikian, sepanjang tujuh bulan terakhir dampaknya memang terasa. Pekerjaannya sebagai orangtua bertambah, sementara anak susah konsentrasi saat belajar online.

“Paling kentara saat diberikan tugas, selalu menunda,” tuturnya.

Dirinya pun paham benar dengan kondisi anaknya tersebut. Sebab sebagian anak usia sekolah dasar memang lebih banyak berinteraksi dengan rekan-rekannya secara langsung. Dan selama berbulan-bulan itu tak dilakukan. Hanya lewat gawai saja.

Kondisi virus corona memang tak bisa dibendung. Itu sebab saat Disdik Bontang hendak memberikan ruang bagi sekolah tatap muka tentu dirinya turut senang dan bersyukur.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari masker, face shield, hand sanitizer dan sarung tangan. Semuanya agar anak terhindar dari corona,” tegasnya.

Setali tiga uang, Nurdiansyah juga punya pendapat serupa. Hanya saja anaknya masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Tapi itu tak menjadi soal, sebab sebagai orangtua, dirinya juga hadapi persoalan senada. Pun demikian dengan keresahannya. Selama tujuh bulan ini sebagai orangtua bebannya ikut bertambah membimbing anak, sementara ada pekerjaan juga menuntut diselesaikan.

“TK tempat anak saya belajar sudah memberikan materi soal angka, tulis-menulis dan membaca. Jadi benar-benar telaten. Anak di rumah kurang fokus,” akunya.

Anak yang tak fokus saat berada di rumah memang bisa dimaklumi. Itu sebab dirinya juga ikut bersyukur jika pemerintah bakal mengeluarkan beleid sekolah tatap muka.

Kendati begitu, sejumlah proteksi tentu diberikan. Jangan sampai kebijakan tersebut berbuah petaka dengan hadirnya klaster baru. Semua peralatan seperti masker, face shield, hand sanitizer dan sarung tangan sudah dibeli. Dan dirinya berharap sekolah juga memberikan sarana penunjang sesuai protokol kesehatan.

Sementara, Pemkot Bontang memang sudah mengisyaratkan membuka sekolah pada Januari 2021 mendatang. Dinas pendidikan setempat saat ini tengah menyusun regulasi model pembelajaran di tengah pandemi. Namun dilakukan bertahap.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Saparuddin berujar, nantinya, pembelajaran tatap muka digelar secara bertahap. Hanya kelas atas yang masuk, yakni kelas 5 dan 6 di tingkat Sekolah Dasar (SD), serta kelas 8 dan 9 di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan secara berkala guna menentukan penambahan jumlah kelas pembelajaran tatap muka di setiap sekolah.

“Jumlah siswa dalam kelas juga kita batasi, setiap dua bulan kita lakukan evaluasi,” bebernya.

Opsi dibukannya kembali sekolah ini mencuat menyusul adanya lampu hijau dari Pemerintah Pusat melalui SKB 4 Menteri. Dimana ditetapkan Januari 2021 sekolah sudah boleh dibuka, namun teknis pelaksanaanya diserahkan ke masing-masing daerah.

Ada dua pilihan pelaksanaan sekolah tatap muka yang dapat dipilih. Yakni, berbasis sekolah atau berbasis kelas. Namun demikian, ia menyatakan kemungkinan pilihan berbasis kelas yang akan diterapkan di Kota Bontang.

“Kalau berbasis sekolah nanti ada lagi orang tua siswa yang bingung kenapa ada sekolah yang masuk dan tidak. Jadi kemungkinan kita akan pilih yang berbasis kelas, dengan membatasi jumlah siswa yang masuk,” terangnya.

Selain persetujuan orang tua murid, kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan juga menjadi penekanan yang akan terus diperhatikan. Hal teknis lain seperti jam belajar, posisi duduk, tenaga pendidik yang tidak berpindah-pindah kelas, pembatasan kegiatan berkumpul di area sekolah, pemberdayaan UKS, serta penyemprotan disinfektan secara berkala akan menjadi poin penting yang tengah diatur.

 

 

[js|id]

Tags: Belajar tatap MukaBontangKalimantan Timur
Previous Post

Sempat Ikuti Ujian Daring, Pelajar di Balikpapan Tutup Usia

Next Post

3 Ribu Anggota Pemuda Pancasila Awasi Praktik Politik Uang di Pilkada Bontang

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post

3 Ribu Anggota Pemuda Pancasila Awasi Praktik Politik Uang di Pilkada Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved