• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

BNNK Bontang Perketat Pengawasan di Pelabuhan Lok Tuan: Laut Harus Jadi Jalur Kehidupan, Bukan Jalur Narkoba

Suriadi Said by Suriadi Said
17 Oktober 2025 | 07:39
Reading Time: 2 mins read
0
BNNK Bontang Perketat Pengawasan di Pelabuhan Lok Tuan

Rapat Koordinasi Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di Pelabuhan Loktuan, Kamis (16/10/2025). Foto Fahrul

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Ombak di Pelabuhan Lok Tuan tak hanya membawa muatan ekonomi, tapi juga potensi bahaya. Setelah kasus besar penyelundupan 44 kilogram sabu terungkap di Pelabuhan Nusantara Parepare beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang bergerak cepat. Mereka tak ingin laut Bontang menjadi jalur gelap baru bagi peredaran narkoba.

Sebagai langkah antisipasi, BNNK Bontang bersama PT Laut Bontang Bersinar (LBB) menggelar Rapat Koordinasi Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di Pelabuhan Loktuan, Kamis (16/10/2025).

PILIHAN REDAKSI

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

16 Juli 2026 | 14:23

Rapat itu dihadiri berbagai pihak. Mulai dari Polri, TNI AL, KSOP, PT Pelni, APBMI, hingga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Semua sepakat dalam satu suara, pelabuhan tak boleh menjadi pintu masuk narkoba.

Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani menjelaskan, pelabuhan merupakan gerbang besar perdagangan laut. Setiap hari, puluhan kapal keluar-masuk membawa kontainer, bahan pokok, hingga sayuran dari berbagai daerah.

“Volume barang yang besar membuat pemeriksaan menyeluruh sulit dilakukan. Sementara fasilitas dan anggaran pengawasan masih terbatas,” ungkapnya.

Menurut Lulyana, jalur laut kerap luput dari pengawasan ketat dibanding bandara atau jalur darat. Padahal, di situlah banyak penyelundupan terjadi.

“Bisa saja barang haram disembunyikan di antara tumpukan kargo. Karena itu, kita perlu sistem pengawasan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain memperkuat pengawasan, BNNK Bontang menilai edukasi publik juga penting. Saat ini, masih sedikit spanduk atau baliho bertema bahaya narkoba di area pelabuhan, ruang tunggu, dan kapal penumpang. Padahal, hal sederhana seperti itu bisa membangun kesadaran masyarakat.

“Langkah paling kecil yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk peringatan. Itu sudah kami mulai lakukan,” kata Lulyana.

Apalagi, Pelabuhan Lok uan kini sedang bersiap menjadi motor ekonomi baru di pesisir Bontang. Pemerintah berencana membuka rute pelayaran baru Bontang–Mamuju dan Bontang–Surabaya. Namun, makin sibuk aktivitas pelabuhan, makin tinggi pula risiko penyalahgunaan jalur laut.

“Kalau tidak kita antisipasi sejak awal, ancamannya bisa lebih besar,” ujar Lulyana mengingatkan.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati pembentukan Satgas P4GN Pelabuhan Loktuan. Satuan tugas ini akan melibatkan unsur TNI, Polri, Bea Cukai, KSOP, PT Pelni, dan beberapa instansi lainnya.

Satgas ini akan bertugas melakukan patroli rutin, razia gabungan, dan edukasi berkala bagi pekerja pelabuhan. Selain itu, peserta rapat juga mengusulkan pemasangan alat pendeteksi modern seperti X-ray, metal detector, dan CCTV untuk memperketat pemeriksaan barang bawaan dan kargo.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar BNN: Menjaga Laut dari Lintasan Gelap Narkoba.

“Pencegahan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua. Laut harus tetap jadi jalur kehidupan, bukan jalur kematian akibat narkoba,” tegas Kepala BNNK Bontang, Lulyana. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: BNN BontangNarkoba
Previous Post

31 Desa di Kutai Timur Nikmati Internet Gratis dari Pemprov Kaltim

Next Post

Cerita di Balik Pelantikan PPPK Paruh Waktu Bontang; 15 Tahun Mengabdi Akhirnya Dilantik

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Mendagri Surati Pemda yang Tak Mampu Bayar Gaji PPPK, Tenggat 6 Juli 2026 Cerita di Balik Pelantikan PPPK Paruh Waktu Bontang; 15 Tahun Mengabdi Akhirnya Dilantik

Cerita di Balik Pelantikan PPPK Paruh Waktu Bontang; 15 Tahun Mengabdi Akhirnya Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved