• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Janji Akan Panggil Manajemen RS Santa Elisabeth

Suriadi Said by Suriadi Said
16 Juli 2026 | 21:04
Reading Time: 2 mins read
0
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Ilustrasi. Foto RS Santa Elisabeth Bengalon, Kutim.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KASUS meninggalnya seorang bayi yang baru berusia dua hari di RS Santa Elisabeth Bengalon kini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kutai Timur (Diskes Kutim). Ironisnya, instansi tersebut mengaku baru mengetahui peristiwa itu setelah ramai diberitakan media.

Peristiwa yang dialami keluarga asal Bengalon itu kini juga sedang ditangani aparat kepolisian. Orang tua bayi memilih menempuh jalur hukum karena menduga ada kejanggalan dalam penanganan medis yang diterima anak mereka. Dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan polisi.

PILIHAN REDAKSI

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43

Kepala Diskes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima laporan ataupun pengaduan resmi dari keluarga korban.

“Sebelumnya kami belum ada pengaduan dari korban, tidak ada laporan ke kami,” kata Yuwana kepada Pranala.co, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, keluarga diduga langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian sehingga Dinas Kesehatan tidak mengetahui kasus itu sejak awal.

Meski belum menerima laporan resmi, Dinas Kesehatan memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Langkah pertama yang dilakukan ialah memanggil manajemen RS Santa Elisabeth Bengalon untuk meminta penjelasan mengenai pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Klarifikasi itu juga menjadi bagian dari pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di Kutai Timur agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pasti nanti kita lakukan pembinaan, kemudian kita panggil juga untuk klarifikasi. Kita cek kebenarannya dan sebagainya,” ujar Yuwana.

Ia menegaskan, Dinkes belum dapat mengambil kesimpulan ataupun memberikan sanksi karena proses penyelidikan masih berlangsung di kepolisian. Hasil pemeriksaan aparat penegak hukum akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah berikutnya.

Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan Polres Kutai Timur terus berjalan.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 13 Juli 2026, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus tersebut.

Selain itu, polisi juga mengamankan dokumen rekam medis bayi dari RS Santa Elisabeth Bengalon sebagai bahan pemeriksaan.

Dalam tahapan selanjutnya, penyidik berencana meminta pendapat ahli dokter anak dan ahli forensik untuk membantu mengungkap penyebab kematian bayi tersebut secara ilmiah.

Berawal dari Kelahiran, Berakhir Duka Dua Hari Kemudian

Bayi tersebut lahir pada 6 Juni 2026 di RS Santa Elisabeth Bengalon. Namun, dua hari setelah dilahirkan, tepatnya pada 8 Juni 2026, bayi itu meninggal dunia.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Mereka berharap proses penyelidikan berjalan terbuka dan mampu menjawab penyebab pasti meninggalnya sang buah hati.

Di akhir keterangannya, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Saya atas nama pribadi dan Dinas Kesehatan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga bayi. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya,” tutup Yuwana.

Hingga kini, penyebab pasti kematian bayi masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pendapat para ahli. (*)

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Via: M Hafif Nikolas
Tags: BengalonRumah SakitTenaga medis
Previous Post

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Next Post

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Nasib 6 Pegawai Disdag Samarinda Masih Menggantung, Keputusan Ada di Tangan Wali Kota

Nasib 6 Pegawai Disdag Samarinda Masih Menggantung, Keputusan Ada di Tangan Wali Kota

16 Juli 2026 | 15:19
Next Post
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved