• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Buaya Muncul di Pesisir Bontang, Wali Kota Soroti Kebiasaan Warga Buang Limbah ke Laut

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2026 | 21:18
Reading Time: 2 mins read
0
Buaya Muncul di Pesisir Bontang, Wali Kota Soroti Kebiasaan Warga Buang Limbah ke Laut

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Kemunculan buaya di kawasan pesisir Kota Bontang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Bontang menilai fenomena tersebut tidak terjadi begitu saja.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah serta limbah sisa ikan dan ayam ke laut. Limbah yang mengandung darah dinilai menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian predator seperti buaya.

PILIHAN REDAKSI

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54
Habitat Digusur Sawit, Buaya di Kutim Mulai Teror Warga

Habitat Digusur Sawit, Buaya di Kutim Mulai Teror Warga

13 Juli 2026 | 12:22

Menurut Neni, bau amis dari limbah tersebut dapat menyebar di perairan dan memancing satwa liar itu mendekat hingga ke kawasan muara bahkan permukiman warga.

“Kalau sampah atau limbah yang ada darahnya dibuang ke laut, itu bisa menarik buaya. Akhirnya buaya masuk ke wilayah pesisir bahkan dekat permukiman,” ujar Neni, Minggu (8/3/2026).

Ia menegaskan kebiasaan tersebut harus segera dihentikan. Selain mencemari lingkungan, tindakan itu juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Selain faktor limbah, perubahan habitat juga dinilai berpengaruh terhadap pergerakan buaya. Neni menjelaskan berkurangnya kawasan mangrove yang selama ini menjadi tempat hidup sekaligus sumber makanan satwa tersebut turut mendorong mereka berpindah ke wilayah lain.

“Mungkin sebelumnya mereka mencari makan di kawasan mangrove. Tapi karena mangrove mulai berkurang dan makanan di hulunya juga menipis, akhirnya buaya bergerak ke muara,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat kemungkinan kemunculan buaya di perairan pesisir menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota Bontang terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat pesisir agar tidak lagi menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.

Menurut Neni, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.

“Ini harus terus kita edukasi. Masyarakat perlu diingatkan berkali-kali agar tidak membuang sampah ke laut,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan apabila buaya kembali muncul di sekitar permukiman warga.

Neni mengungkapkan Pemkot Bontang telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (PMK), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Namun ia mengakui, menangkap buaya bukan pekerjaan mudah. Satwa tersebut sangat peka terhadap gerakan dan dapat dengan cepat kembali ke air ketika merasa terganggu.

“Begitu ada gerakan sedikit saja, dia langsung masuk lagi ke air. Jadi memang tidak mudah menangkapnya,” ujarnya.

Sebagai alternatif, Damkartan mengusulkan penggunaan senapan anestesi atau obat bius. Dengan metode tersebut, buaya dapat ditembak menggunakan peluru penenang sehingga lebih aman saat proses penanganan.

“Kalau ditembak dengan anestesi, buayanya akan mengantuk, baru bisa ditangkap,” jelas Neni.

Meski pemerintah menyiapkan langkah penanganan, Neni menegaskan upaya tersebut tidak akan efektif tanpa perubahan perilaku masyarakat.

Ia mengimbau warga agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di wilayah pesisir. Masyarakat juga diminta tidak berenang di laut, terutama di kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan buaya.

“Pemerintah akan terus berupaya, tapi masyarakat juga harus sadar. Jangan berenang di laut dan jangan lagi buang sampah ke laut,” tegasnya. (ADS/BTG/FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BuayaWali Kota Bontang
Previous Post

Polres Bontang Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Next Post

11 Desa di Kutai Timur Siap jadi Desa Definitif, Verifikasi Kemendagri Maret 2026

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Warga Sidrap Terancam Kehilangan Akses Bantuan Jika Belum Pindah KTP Kutim 11 Desa di Kutai Timur Siap jadi Desa Definitif, Verifikasi Kemendagri Maret 2026

11 Desa di Kutai Timur Siap jadi Desa Definitif, Verifikasi Kemendagri Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved