• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Distribusi Terganggu, Harga Sembako di Bontang Ikut Terdorong Naik

Suriadi Said by Suriadi Said
22 Mei 2026 | 14:40
Reading Time: 2 mins read
0
Distribusi Terganggu, Harga Sembako di Bontang Ikut Terdorong Naik

Pemkot Bontang sidak harga kebutuhan pokok jelang Iduladha, Jumat (22/5/2026). Foto: Fahrul/Pranala.co

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SEPEKAN menjelang Hari Raya Iduladha, harga kebutuhan pokok di Bontang mulai bergerak naik. Yang paling mencolok terjadi pada cabai lokal jenis tiung. Harganya kini menembus Rp90 ribu per kilogram, Jumat (22/5/2026).

Pedagang menyebut lonjakan ini dipicu tingginya permintaan dan tersendatnya distribusi akibat kelangkaan BBM di luar daerah.

PILIHAN REDAKSI

Iduladha 1447 H: PT EUP Salurkan 16 Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

Iduladha 1447 H: PT EUP Salurkan 16 Hewan Kurban untuk Warga Sekitar

2 Juni 2026 | 23:24
Semangat Berbagi, LDII Bontang Kurban 73 Sapi dan 19 Kambing

Semangat Berbagi, LDII Bontang Kurban 73 Sapi dan 19 Kambing

1 Juni 2026 | 11:29

Cabai tiung lokal kini dijual hingga Rp90 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya masih jauh lebih rendah. Sementara cabai pasokan luar daerah ikut naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.

“Kemungkinan masih akan naik sampai Lebaran. Permintaan tinggi, tapi pasokan terbatas,” ujar Ilham, pedagang sayur di Pasar Taman Rawa Indah.

Tak hanya cabai.

Harga bawang merah juga melonjak dari Rp38 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Minyak goreng curah ikut naik tajam dari Rp15.500 menjadi Rp19.250 per liter.

Sedangkan minyak goreng kemasan naik dari Rp23 ribu menjadi Rp24 ribu per liter.

Untuk gula pasir kemasan karung 50 kilogram, kini dijual Rp810 ribu atau naik Rp10 ribu dibanding sebelumnya.

“Hanya bawang putih yang masih stabil di Rp30 ribu per kilogram,” kata Kurnia, pedagang sembako.

Menurut dia, persoalan bukan semata karena permintaan menjelang hari besar keagamaan. Biaya distribusi disebut menjadi faktor utama.

Pasalnya, sebagian besar kebutuhan pokok Bontang masih dipasok dari luar daerah seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara.

“Kalau harga pokoknya memang tidak banyak naik, tapi biaya operasional seperti transportasinya yang banyak naik. Karena BBM di luar daerah langka,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Eko Arisandi, mengakui ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat harga di Bontang mudah berfluktuasi.

Menurutnya, sebagian besar cabai yang beredar di pasar masih didatangkan dari wilayah Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

“Cabai lokal kualitasnya lebih baik, tapi stoknya terbatas. Sementara cabai dari luar stoknya lebih banyak, namun kualitasnya berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan kenaikan harga saat ini masih dalam kategori terkendali.

“Kalaupun ada kenaikan, belum signifikan. Masih dalam batas yang bisa dijangkau masyarakat,” katanya.

DKUMPP Bontang mengaku rutin melakukan pemantauan harga hingga tiga kali dalam sepekan untuk mencegah lonjakan tidak wajar.

Warga juga diimbau lebih bijak saat berbelanja.

“Membeli sesuai kebutuhan, membandingkan harga antar pedagang, serta memanfaatkan bahan alternatif untuk menyiasati kenaikan harga,” lanjut Eko.

Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, pemerintah memastikan belum menemukan praktik kecurangan pada produk kemasan di Bontang.

Terutama pada beras dan minyak goreng kemasan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan di sejumlah daerah lain.

“Sejauh ini hasil pengecekan kami Bontang masih aman,” tegas Eko. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: IduladhaSembako
Previous Post

Miris, Dua Anak SMP di Bontang Pakai Sabu Hampir setiap Hari

Next Post

Sabu Menyusup ke Pergaulan Remaja di Bontang, Awalnya Gratis Lalu Dibuat Ketagihan

BACA JUGA

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

12 Juli 2026 | 22:29
Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

12 Juli 2026 | 16:19
Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Dipilih Jadi Dirut Kinerja Turun dan Terseret Kasus, Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti

Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK

11 Juli 2026 | 20:46
Magnet IKN Kuat, Bandara Sepinggan Balikpapan Tembus 2,3 Juta Penumpang Tiket Pesawat ke Balikpapan Tembus Rp7 Juta Jelang Lebaran, 59 Extra Flight Ludes Terjual

Magnet IKN Kuat, Bandara Sepinggan Balikpapan Tembus 2,3 Juta Penumpang

11 Juli 2026 | 09:49
Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

10 Juli 2026 | 18:39
Next Post
Sabu Menyusup ke Pergaulan Remaja di Bontang, Awalnya Gratis Lalu Dibuat Ketagihan BNN Bontang: Vape Diduga Mengandung Obat Bius Beredar di Kaltim, Harga Capai Rp7 Juta

Sabu Menyusup ke Pergaulan Remaja di Bontang, Awalnya Gratis Lalu Dibuat Ketagihan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved