Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan, Fadjroel Rahman, menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara Asia Tengah tersebut.
Menurut Fadjroel Rahman, Salah satu fokus pembahasan adalah potensi ekspor minyak sawit (palm oil) dan produk perikanan.
“Kazakhstan memiliki kebutuhan tinggi terhadap kedua komoditas itu, mengingat negara tersebut tidak memiliki laut dan sangat bergantung pada impor produk perikanan,” ujarnya, Kamis (28/8).
Selain itu, kata dia peluang kerja sama di bidang smelter logam hingga aero-alloy juga mengemuka.
“Banyak potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh. Indonesia masih mengimpor aero-alloy dari Kazakhstan, sementara mereka membutuhkan sawit dan produk perikanan dari kita, terangnya.
“Jadi ini peluang untuk menyeimbangkan perdagangan,” sambung Fadjroel.
Lebih lanjut, dalam kunjungan ini, pihaknya membawa sebanyak 15 pengusaha asal Kazakhstan akan memaparkan minat dan rencana investasi mereka terhadap Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan dan kawasan IKN.
“Kami ingin mencocokkan kebutuhan para pengusaha Kazakhstan dengan potensi yang ada di Balikpapan dan Kaltim. Ini upaya konkret agar perdagangan Indonesia – Kazakhstan bisa lebih seimbang,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyambut baik peluang tersebut. Ia menekankan bahwa posisi geografis Balikpapan menjadikan kota ini sangat strategis sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur.
Dengan pelabuhan laut dalam yang mampu disinggahi kapal besar, Balikpapan dinilai punya keunggulan untuk menjadi pusat ekspor-impor dan logistik internasional.
“Balikpapan satu-satunya kota di Kaltim yang punya pelabuhan laut dalam. Samarinda tidak bisa, Banjarmasin hanya lewat sungai, Kalimantan Tengah juga terbatas. Jadi, Balikpapan punya peluang besar menjadi hub perdagangan dan logistik internasional,” ujarnya.
Rahmad bahkan membandingkan dengan Singapura yang mampu menjadi eksportir minyak, kayu, dan CPO meskipun tidak memiliki sumber daya itu secara langsung.
“Kami ingin Balikpapan juga bisa seperti itu menjadi pusat industri dan distribusi dari potensi-potensi yang ada di sekitar kami,” jelasnya.
Rahmad berharap kerja sama dengan Kazakhstan dapat membuka peluang konkret di sektor energi, perikanan, ketahanan pangan, hingga industri strategis lain.
“Insya Allah, semoga kunjungan ini membawa manfaat. Bahkan bila perlu, kami siap berkunjung ke Kazakhstan untuk memperkuat hubungan bilateral ini,” pungkas Rahmad. (SR)
















