• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 14, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Enam Bulan Pandemi Corona, Data Belum Transparan

Suriadi Said by Suriadi Said
14 September 2020 | 22:28
Reading Time: 2 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PANDEMI  Covid-19 di Indonesia sudah enam bulan, namun pemerintah dinilai masih belum transparan dalam menyediakan data penanganan dan jumlah kasus terkonfirmasi positif korona. Keluhan sudah muncul di awal pagebluk, dan Presiden Joko Widodo pada April lalu meresponnya dengan menyatakan hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki laman yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat, sehingga tidak ada data yang ditutup-tutupi.

Namun kenyataannya tidak seperti itu. Agus Sarwono dari LaporCovid19, sebagai salah satu koalisi warga yang mengumpulkan data dari masyarakat, mengatakan pemerintah kurang terbuka tentang data tes swab dan PCR. Ia mengaku telah berusaha menghubungi instansi terkait guna memperoleh data untuk kepentingan publik, namun tanggapannya tidak cukup memuaskan.

PILIHAN REDAKSI

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

16 Juni 2025 | 23:14
Kasus HIV di Kaltim Tembus 1.018 Temuan sepanjang 2025, Mayoritas dari Tiga Wilayah Ini Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah Kaltim Nihil Kasus COVID-19, Diskes: Jangan Panik, Tetap Waspada

Dua Pasien Covid di Samarinda Sembuh, Tapi Jangan Lengah

15 Juni 2025 | 23:49

“Buat kami sebagai pemohon, rasanya kurang puas ya. Saya ambil contoh soal informasi pengadaan, dan telah dijawab oleh Kemenkes, namun setelah kita cek, kita tidak dapat informasi sama sekali soal pengadaan,” ujarnya.

Menurut dia, keterbukaan data dan informasi dalam sektor pengadaan cukup penting. Terlebih, Kemenkes dan Gugus Tugas telah menginformasikan ketersediaan rapid test sebanyak 2 juta. Ketersediaan data diharapkan dapat mempermudah proses checking dan tracing, serta untuk melihat persamaan jumlah pengadaan yang disediakan dan jumlah tes yang dilakukan.

“Sampai saat ini kita tidak terlalu banyak dapat informasi berapa jumlah tes yang dilakukan di kabupaten, kota, dan provinsi,” katanya.

Itu sebabnya, banyak warga melaporkan ke LaporCovid19 tentang kesulitan mereka melakukan tes swab dan rapid test di Puskesmas atau rumah sakit rujukan dengan alasan tidak tersedianya peralatan uji.

“Padahal kita tahu bahwa masalah ini dikelola langsung oleh pusat, sehingga semua fasilitas yang dibutuhkan seharusnya dapat diakses oleh warga dengan baik, namun banyak juga yang masuk ke kami aduan tentang layanan kesehatan,” kata Yoesep Budianto dari LaporCovid19.

Koalisi warga ini mencatat sejak April hingga Juli 2020 terdapat lebih dari 4.000 laporan dari masyarakat, memasuki bulan Agustus hingga awal September 2020, ada 300 laporan.

Pelanggaran di sektor kesehatan seperti penerapan protokol kesehatan paling banyak dikeluhkan oleh warga dengan mencapai sebesar 56,8 persen. Layanan kesehatan menempati peringkat kedua dengan 31,4 persen.

Head of Data & Analytics Jakarta Smart City, Juan Kanggrawan, mengakui, perlu waktu untuk melakukan proses mulai dari alur data sampai sistem, terlebih harus bekerja sama dan kolaborasi dengan berbagai instansi lain. Menurutnya, proses eksekusi, monitoring dan kontrol langsung di lapangan masih perlu ditingkatkan.

“Memang kami ingin data yang kami sebarkan atau tunjukkan kepada publik, jadi ini adalah pertimbangan bagaimana data yang selayaknya diterima publik sudah tersampaikan dengan baik, di saat yang sama kami juga bisa menghargai privacy pasien,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan perlunya ke hati-hatian pemerintah dalam mempublikasikan data Covid-19 ke masyarakat, hal ini dikarenakan, informasi yang disampaikan dapat memicu kekhawatiran masyarakat.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga menegaskan jika ketersediaan data termasuk untuk kebutuhan yang sedang menjadi prioritas Covid-19.

Namun menurut Yoesep Budianto, pemerintah kurang tanggap dalam menangani Covid-19, hal ini dibuktikan dengan ketersediaan data yang belum masif. “Data itu penting untuk segera dipublikasikan, misalnya saja terkait soal kematian warga yang teridentifikasi sebagai pasien PDP dan ODP, itu kan tidak ada sama sekali tuh datanya kan,” kata Yoesep.

Data yang tersedia di LaporCovid19 atau KawalCovid19 jauh lebih lengkap. Data yang tidak seragam antar kota dan provinsi pun menunjukkan kegagalan dalam hal transparansi data Covid-19. (*)

Tags: CoronaCovid-19Pandemi
Previous Post

Puncak HKAN berlangsung di Bontang, Menteri Siti Nurbaya Dijadwalkan Hadir

Next Post

Kapolri Instruksikan Seragam Satpam Diubah Warna Cokelat dan Berpangkat

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post

Kapolri Instruksikan Seragam Satpam Diubah Warna Cokelat dan Berpangkat

Comments 1

  1. Ping-balik: Nama Masuk Daftar Hitam BI Checking? Begini Cara Membersihkan Skor Kredit Anda - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved