• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
13 April 2025 | 16:52
Reading Time: 3 mins read
2
Kemayau, Buah Langka Bercita Rasa Mentega Khas Kalimantan
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jika dilihat sekilas, buah kemayau sendiri memang hampir mirip dan menyerupai anggur, berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5-6 cm, dan lebar sekitar 1-2 cm. Saat masih muda, buah kemayau berwarna hijau namun berubah menjadi ungu agak kehitaman saat sudah tua dan matang.

Bontang, PRANALA.CO – Sebagai kawasan hutan yang sejak lama telah dikenal menjadi rumah dari ragam flora atau tumbuhan unik yang ada di Indonesia, tak heran jika Kalimantan memiliki jutaan tumbuhan endemik yang keberadaannya juga menyertakan ragam buah unik nan langka.

Hingga saat ini, mungkin sudah ada cukup banyak orang yang sempat mendengar atau bahkan mencicipi langsung ragam jenis buah unik yang dimaksud, meski tidak terlalu umum. Beberapa di antaranya sebut saja buah asam putar, bangkinang, kasturi, karatongan, ramania, dan masih banyak lagi.

PILIHAN REDAKSI

Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah Kunjungan Wisman ke Kaltim Turun selama Oktober, Wisnus Masih Mendominasi Pergerakan Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh Kunjungan Wisatawan ke Kaltim saat Libur Nataru 2025 Diprediksi Naik 30 Persen FlyJaya Airlines Siap Layani Penerbangan Reguler ke Maratua Berau Mulai Desember 2024

Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah

9 Juli 2026 | 08:07
Skor KLA 2026 Kaltim Dirilis, Balikpapan Teratas, Mahulu Terus Berbenah

Skor KLA 2026 Kaltim Dirilis, Balikpapan Teratas, Mahulu Terus Berbenah

8 Juli 2026 | 10:06

Dari sederet nama di atas, masih ada satu jenis buah tak kalah unik yang jika dicermati dari cara menikmatinya ternyata berbeda dibanding buah lain, yakni kemayau.

Memiliki nama latin Dacryodes rostrata forma cuspidate, buah dari pohon yang sudah masuk kategori sulit untuk ditemukan di Kalimantan ini menjadi salah satu jenis pohon yang terdampak dari maraknya aktivitas pembalakan yang terjadi.

Sama halnya seperti buah lain yang tersebar di beberapa wilayah Borneo, kemayau sebenarnya memiliki beberapa nama berbeda. Di wilayah Kabupaten Paser, buah satu ini lebih umum dikenal dengan nama keram, beberapa daerah lain ada juga yang lebih mengenal buah ini dengan nama kumbayau dan bulam.

Jika dilihat sekilas, buah kemayau sendiri memang hampir mirip dan menyerupai anggur, berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5-6 cm, dan lebar sekitar 1-2 cm. Saat masih muda, buah kemayau berwarna hijau namun berubah menjadi ungu agak kehitaman saat sudah tua dan matang.

Sedangkan untuk pohonnya sendiri, pohon kemayau memiliki tinggi yang beragam karena dapat tumbuh hingga kisaran 17-30 meter, dengan diameter 1 meter. Memiliki batang berwarna putih keabuan dengan tekstur yang licin, biasanya warga setempat mengambil buah kemayau dengan cara memanjat langsung.

8AB475BD 74F7 4196 A0CF 80F647C5DF7F
photo/wikipedia.org/Ezagren

Namun untuk pohon dengan ukuran lebih tinggi, biasanya warga memasang tangga berupa “pansek” atau pasak yang ditancapakan pada bagian batang pohon.

Pada habitatnya, pohon kemayau biasa ditemui di daerah tanah pegunungan atau dataran rendah yang tak terlalu basah. Namun selain di alam liar atau hutan, pohon kemayau juga tak jarang ditanam di tanah kebun milik warga, terutama kebun-kebun yang memang diperuntukkan untuk menanam berbagai jenis buah-buahan.

Bicara soal musim berbuah, Februari-Maret jadi saat buah kemayau dapat dipanen. Tak hanya dikonsumsi oleh manusia, buah ini juga menjadi sumber makanan penting bagi berbagai jenis hewan seperti burung pergam, primata, dan mamalia pengerat.

Harus direndam air panas tapi tidak dimasak

Hal menarik dari buah kemayau adalah mengenai cara menikmatinya, berbeda dengan buah lain yang bisa langsung dinikmati begitu dipetik dari pohon. Kemayau harus terlebih dulu direndam dalam air panas selama 2-3 menit agar dagingnya lembut, baru kemudian dikupas dan dipisahkan dari bijinya.

Tidak berhenti di situ, cita rasa berbeda juga akan didapat jika waktu menikmati buah ini berbeda dari saat direndam dengan air panas. Jika kulit buah kemayau segera dibuka setelah direndam air panas, daging buahnya akan berwarna kuning terang kadang merah keungunan dan lunak.

 

Mengenai cita rasa, beberapa orang ada yang berpendapat bahwa rasanya mirip dengan buah alpukat namun lebih berlemak, ada juga yang menilai bahwa rasanya seperti ubi jalar, gurih, dan berlemak seperti mentega.

Sejumlah warga asli terkadang menikmati kemayau yang sudah lunak dengan mencampurnya bersama madu asli dan gula merah. Di sisi lain, jika mengupas dan mengonsumsi buah ini beberapa saat setelah direndam air panas, daging buahnya justru akan berwarna keabuan dan terasa asam.

Karena ada beberapa orang yang belum mengetahui dengan jelas cara menikmati kemayau, tak jarang ada yang merebusnya dengan waktu cukup lama. Padahal, cara tersebut justru akan membuat daging buahnya semakin keras.

Saat ini keberadaan pohon dan buah kemayau memang dapat dikatakan jarang ditemui, mengenai populasi atau sebarannya sendiri tidak ada penelitian terbaru yang mencermati eksistensi pohon ini.

Pendataan terakhir yang dilakukan IUCN pada tahun 1998 memang menempatkan pohon ini pada status least concern. Namun warga asli Paser mengungkap jika pohon kemayau banyak hilang karena disebabkan oleh penebangan untuk membuka lahan kelapa sawit, serta cara memanen buah yang salah dengan menebang pohon atau menghabiskan dahannya.

Meski begitu, saat ini terdapat beberapa warga yang diketahui melestarikan pohon kemayau di perkebunan pribadi untuk mencegah sekaligus menghambat punahnya berbagai jenis hewan yang menjadikan buah ini sebagai makanan utama. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kam

Tags: Buah LangkaKaltimKemayauPaser
Previous Post

OKM Kaltim 2025: 7 Meninggal Dunia, Balikpapan Paling Rawan

Next Post

BKN Wajibkan Seluruh ASN, Termasuk di Kaltim Aktifkan MFA, Begini Cara dan Batas Waktunya

BACA JUGA

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

12 Juli 2026 | 21:22
Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

12 Juli 2026 | 11:52
Next Post
BKN Wajibkan Seluruh ASN, Termasuk di Kaltim Aktifkan MFA, Begini Cara dan Batas Waktunya

BKN Wajibkan Seluruh ASN, Termasuk di Kaltim Aktifkan MFA, Begini Cara dan Batas Waktunya

Comments 2

  1. Ping-balik: Kucing Merah Kalimantan Muncul Lagi setelah 21 Tahun, Terekam Kamera di TN Kayan Mentarang - PRANALA.CO
  2. Ping-balik: Kucing Misterius Kalimantan Terekam Kamera setelah 2 Dekade Menghilang - newsborneo.id

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved