• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Monas Lokal

Oleh: Dahlan Iskan

Suriadi Said by Suriadi Said
20 Mei 2022 | 10:36
Reading Time: 4 mins read
0
Koperasi Kredit Bank Catatan Dahlan Iskan

Dahlan Iskan, Penulis.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MONAS Lokal, Oleh: Dahlan Iskan. SAYA lewat jalan tol Samarinda-Balikpapan lagi. Kemarin. Tidak mampir IKN –ibu kota negara yang baru di Sepaku, Penajam Paser Utara.

Saya kasihan dengan kabupaten Penajam ini. Ketika namanya meroket, roket itu meletus di udara: bupatinya ditangkap KPK. Di Plaza Senayan, Jakarta. Bersama lebih 10 orang. Termasuk seorang gadis matang yang sering mendampinginya.

PILIHAN REDAKSI

Kebun Agrinas Gelap Terang

Gelap Terang

12 Juni 2025 | 11:48
Koperasi Kredit Bank Catatan Dahlan Iskan

Koperasi Kredit Bank

10 Juni 2025 | 17:04

Sang bupati, Abdul Gafur Mas’ud, pernah mengatakan, dia itu masih ada hubungan keluarga. Dia adalah Balqis. Meski umurnya baru 23 tahun jabatannyi sudah bendahara partai tingkat kabupaten: Partai Demokrat.

Gafur dan Balqis termasuk yang segera dibawa ke pengadilan. Media di sini sudah menyebut: di Pengadilan Negeri Samarinda. Ada pengadilan tipikor di Samarinda.

Di pengadilan lah Gafur dan Balqis bisa membersihkan nama mereka. Atau tidak. Demikian juga empat terdakwa lainnya.

Di Plaza Senayan itulah uang Rp 1 miliar menjadi alasan penangkapan. Asalnya dari kontraktor yang membangun proyek di Penajam: rumah dinas bupati. Sang kontraktor juga banyak membangun proyek lainnya.

Kini yang susah bukan hanya Gafur, Si cantik dan empat tersangka lainnya. Pun Korpri.

Organisasi pegawai negeri itu kehilangan uang Rp 1 miliar. Tidak mudah bisa kembali. Padahal itulah uang yang dikumpulkan dari potongan gaji pegawai negeri. Termasuk dari zakat pegawai.

Harian Disway Kaltim mengungkapkan: sang bupati perlu uang Rp 1 miliar. Tentu sang kontraktor yang harus menyediakan. Tapi ia lagi tidak punya uang. Saat itu. Harus saat itu.

Maka dicarikan jalan tikus: sang kontraktor disuruh pinjam uang Korpri Penajam.

Kini harus cari akal: bagaimana uang itu bisa masuk kas lagi. Mungkin pembaca Disway tahu caranya. Masalahnya, yang meminjam sudah ditangkap. Ia juga hanya disuruh untuk meminjam. Yang menyuruh juga sudah ditangkap. Termasuk sekretaris kabupaten yang di mana-mana jadi pembina utama Korpri setempat.

Mungkin tidak harus Elon Musk yang bisa mencarikan jalan keluar. Atau Kiai Imam Jazuli dari Cirebon itu.

Sulit.

Penajam juga akan meledak karena yang lain: banyak utang yang jatuh tempo. Harus dibayar segera: Rp 400 miliar. Proyek-proyek sudah dibangun. Tagihan sudah dimasukkan. Tapi yang harus memproses tagihan itu ada di tahanan semua.

Sebenarnya Bupati Gafur punya cita-cita mengalahkan Jakarta. Ibu kota lama punya Monas, Penajam akan punya Menara IKN. Harus mengalahkan Monas.

Akan ditaruh emas lebih banyak di puncaknya?

Bukan. Mengalahkan tingginya saja: 150 meter.

Menara itu akan ditempatkan di tengah Islamic Center di tengah Kota Penajam. Bukan di IKN. Desainnya sudah jadi. Gafur sudah setuju. Ada diorama di bawahnya. Pengunjung bisa naik ke atas tower: bisa melihat Teluk Balikpapan yang indah.

Biayanya Rp 450 miliar. Desain itu karya arsitek Balikpapan yang terkenal: PT Eksakta Profesitama.

Juga belum dibayar.

Di swasta, kontraktor yang sulit menagih proyek swasta masih banyak jalan: dibayar benda. Kalau proyeknya apartemen, dibayar kamar apartemen. Kalau proyeknya perumahan dibayar tanah kapling. Kadang kontraktor membongkar benda-benda berharga di proyek itu. Dibawa pulang. Termasuk kusen dan pintu. Jendela dan toilet.

Tapi, ini proyek pemerintah. Urusannya bisa panjang.

Bukan hanya itu saja.

Yang ikut susah juga ini: guru honorer, tenaga kesehatan, serta ketua-ketua RT dan RW. Sejak terjadi penangkapan itu honor guru tak terbayar. Insentif tenaga kesehatan macet. Honor ketua-ketua RT dan RW tidak cair.

IKN mungkin memang banyak uang. Setidaknya banyak sumber uangnya. Tapi tidak mungkin membantu keuangan Penajam seperti itu.

Bupati baru Penajam, Hamdam Pongrewa, belum banyak tahu. Ia memang wakil bupati Penajam. Selama tiga tahun terakhir. Tapi tidak banyak tahu urusan internal kabupaten. Hamdam senasib dengan wakil bupati Bojonegoro: tidak difungsikan. Bedanya, Budi Irawanto, bikin heboh-heboh. Hamdam tidak. Bedanya lagi, Budi Irawanto tetap tidak difungsikan. Pun setelah ribut-ribut. Hamdam kini menjabat bupati –dengan tanggungan ratusan miliar rupiah.

Hamdam beda partai: ia dari PAN. Gafur dari Demokrat. Anak Hamdam jadi anggota DPRD Penajam. dari Demokrat. Hamdam tidak musuhan dengan Gafur. Tapi anak Hamdam berantem dengan Sang Bupati.

Gafur sendiri ketua Partai Demokrat kota Balikpapan. Letak Penajam memang hanya di seberang laut sempit Teluk Balikpapan. Elit politik dan bisnis Penajam dan Balikpapan hampir sulit dibedakan. Sama-sama didominasi keturunan pendatang dari Sulawesi.

Kakak Gafur sendiri adalah wali kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud. Rahmad adalah ketua Golkar Balikpapan. Ia jadi wali kota diusung semua partai, kecuali Nasdem.

Kakak satunya lagi, jadi Ketua Golkar provinsi Kaltim: Rudy Mas’ud. Ia juga menjadi anggota DPR RI dari Golkar. Sebentar lagi Rudy akan jadi Gubernur Kaltim. Kalau terpilih. Kalau Isran Noor tidak maju lagi.

Rudy sendiri sudah mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur dari Golkar. Ia tidak peduli dianggap terlalu dini. Curi start. Itu haknya.

Bahkan, sebagai ketua Golkar Kaltim, Rudy sudah mengumumkan secara terbuka: siapa saja yang akan jadi calon bupati/wali kota di seluruh Kaltim.

Rasanya belum ada ketua partai yang seberani Rudy. Tentu akan jadi bahan kajian. Apakah cara dini seperti itu lebih berhasil.

Kakak Gafur yang lain lagi, Hasanuddin Mas’ud, juga pemimpin politik lokal. Ia ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara. Yang sebagian wilayah Kutai ini juga masuk IKN. Hasanuddin juga anggota DPRD Kaltim.

Tidak hanya itu.

Hasanuddin ngebet ingin jadi Ketua DPRD Kaltim –yang memang jatah Golkar. Proses internal Golkar sudah selesai. Ketua Golkar provinsi sudah setuju: sang kakak tadi. Ketua Umum DPP Golkar pun sudah Alhamdulillah. Segala macam surat sudah diterbitkan. Termasuk surat penarikan Haji Makmur sebagai Ketua DPRD yang sekarang. Makmur adalah Bupati Berau dua periode yang sukses. Juga sangat rendah hati.

Makmur juga tidak keberatan. Tidak melawan. Itu bukan wataknya.

Maka jalan bagi Hasanuddin sangat mulus. Jabatan ketua DPRD Kaltim sudah di ujung sendok. Sudah lama.

Sendoknya bengkok.

Sang sendok dibengkokkan oleh kekuatan batin Raja Naga Kaltim: Gubernur Isran Noor. Isran tidak kunjung menyetujui dan melantik Hasanuddin.

Tidak ada yang berani bertanya: mengapa.

Ya sudah.

Satu dari Pandawa Lima Kaltim itu kini lagi kena perkara. Mungkin perlu Semar untuk meruwatnya. (Dahlan Iskan).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Source: Disway
Tags: CatatanDahlan IskanIbu kota negara
Previous Post

Balikpapan Terancam Kekurangan Hewan Kurban

Next Post

Bayan Resource Klaim Beri Beasiswa 74 Mahasiswa yang Kuliah di Kaltim

BACA JUGA

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

29 Juni 2026 | 09:11
OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

17 Juni 2026 | 11:22
Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

16 Juni 2026 | 15:21
Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

14 Juni 2026 | 00:39
Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

9 Juni 2026 | 17:01
Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Next Post

Bayan Resource Klaim Beri Beasiswa 74 Mahasiswa yang Kuliah di Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved