• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Juni 2026 | 22:35
Reading Time: 2 mins read
0
Siapa Rusak Laut Pulau Miang? DLH Kaltim Cium Dugaan Limbah Kapal dan Jetty DLH Kaltim Usut Pencemaran Pulau Miang, Perusahaan Sawit Segera Dipanggil Nelayan Pulau Miang Kutim Resah, Dugaan Pencemaran Laut Muncul di Sekitar Jeti CPO

Warga melaporkan dugaan pencemaran laut di sekitar jeti perusahaan perkebunan kelapa sawit setelah menemukan perubahan kondisi perairan yang dinilai tidak biasa.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KERESAHAN mulai menyelimuti masyarakat pesisir Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur. Warga melaporkan dugaan pencemaran laut di sekitar jeti perusahaan perkebunan kelapa sawit setelah menemukan perubahan kondisi perairan yang dinilai tidak biasa.

Air laut disebut tampak keruh pada waktu tertentu. Di beberapa titik, warga juga melihat lapisan minyak di permukaan laut serta endapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas bongkar muat Crude Palm Oil (CPO) maupun operasional kapal di kawasan tersebut.

PILIHAN REDAKSI

Ketika Tim Verifikasi Nasional Menguak Misteri Manusia Purba di Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Ketika Tim Verifikasi Nasional Menguak Misteri Manusia Purba di Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

7 Juli 2026 | 15:19
Dikepung Tambang, Warga Tepian Langsat Jaga Jantung Geopark Sangkulirang Kutim

Dikepung Tambang, Warga Tepian Langsat Jaga Jantung Geopark Sangkulirang Kutim

7 Juli 2026 | 15:06

Laporan itu pertama kali diterima Ketua Forum Peduli Masyarakat Pesisir Sangsaka, Sapina Wahdah, dari warga pada 19 Juni 2026 sekira pukul 10.55 WITA. Informasi disampaikan melalui foto dan video yang memperlihatkan kondisi perairan di sekitar kawasan pelabuhan.

“Dari situ saya tahu kalau peristiwa itu terjadi pagi hari saat warga mengantar karyawan kerja,” kata Sapina saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).

Tak ingin hanya mengandalkan laporan, Sapina mengaku langsung turun ke lapangan bersama seorang rekan dan operator kapal. Mereka memantau kondisi laut di sekitar jeti lama maupun area yang berdekatan dengan jeti baru perusahaan.

Dari hasil pengecekan tersebut, ia mengaku masih menemukan adanya cairan yang mengapung di permukaan laut.

“Kami lihat langsung di depan jeti lama yang berdekatan dengan jeti baru, masih ada cairan yang mengapung di laut,” ujarnya.

Menurut Sapina, dugaan pencemaran di kawasan itu bukan kejadian baru. Keluhan serupa disebut beberapa kali muncul dari masyarakat yang sehari-hari menggantungkan hidup pada laut.

Kondisi tersebut membuat nelayan khawatir. Sebab, perubahan kualitas perairan berpotensi memengaruhi hasil tangkapan yang menjadi sumber penghasilan utama mereka.

Bagi warga pesisir, laut bukan sekadar ruang aktivitas ekonomi. Laut adalah tempat mereka mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus menjaga keberlangsungan hidup komunitas yang telah lama tumbuh di Pulau Miang.

Sapina menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Jika dugaan pencemaran terus terjadi tanpa penanganan yang jelas, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor.

Mulai dari menurunnya kualitas lingkungan pesisir, berkurangnya populasi ikan di area tangkapan nelayan, hingga gangguan terhadap habitat biota laut yang menjadi bagian penting dari ekosistem perairan.

Selain aspek lingkungan, ia juga mengingatkan adanya potensi dampak sosial yang lebih besar.

“Kalau tidak segera ditangani, bisa memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat,” katanya.

Kekhawatiran itu muncul karena masyarakat berharap aktivitas industri dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Ketika salah satu mulai terganggu, kepercayaan publik ikut dipertaruhkan.

Hingga berita ini diterbitkan, sumber pasti endapan maupun lapisan minyak yang ditemukan di perairan sekitar Pulau Miang masih belum diketahui.

Pihak perusahaan yang disebut berada di kawasan tersebut juga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran yang disampaikan masyarakat.

Warga kini berharap ada pemeriksaan menyeluruh dari instansi terkait agar penyebab perubahan kondisi laut dapat diketahui secara jelas. Bagi mereka, kepastian menjadi hal penting agar keresahan yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus membesar. [HAF]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pencemaran LautSangkulirang
Previous Post

Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Next Post

Silpa Balikpapan Rp479 Miliar, Pemkot Janjikan untuk Banjir hingga Sekolah

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Silpa Balikpapan Rp479 Miliar, Pemkot Janjikan untuk Banjir hingga Sekolah Balikpapan Terdampak Pemangkasan Rp440 Miliar, Penanganan Banjir 2026 Secara Bertahap Hujan Lebat Rendam Balikpapan, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob

Silpa Balikpapan Rp479 Miliar, Pemkot Janjikan untuk Banjir hingga Sekolah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved