KETEGANGAN sempat mewarnai kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim). Rombongan ulama kondang ini mendapat aksi penolakan dari sekelompok masyarakat sesaat setelah keluar dari pintu gerbang Bandara Melalan.
Peristiwa yang berlangsung Jumat lalu itu mendadak viral setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, puluhan orang terlihat mencegat iring-iringan kendaraan, bahkan beberapa di antaranya nekat menaiki atap mobil penjemput.
Aksi unjuk rasa ini digerakkan oleh sekira 20 hingga 25 orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak. Mereka berdiri di jalur keluar bandara menuju Kecamatan Melak untuk menyuarakan aspirasi penolakan.
Ketegangan di pintu gerbang bandara rupanya sudah diantisipasi oleh aparat keamanan. Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, membeberkan bahwa polisi sengaja mengubah susunan iring-iringan kendaraan untuk melindungi keselamatan sang ustaz.
Strategi ini terbukti ampuh. Mobil yang dikerumuni dan dinaiki oleh massa ternyata bukan kendaraan yang membawa UAS, melainkan mobil pengawal yang diposisikan sebagai pengecoh.
“Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya,” ujar Sukoco.
Penghadangan ini menyisakan tanda tanya. Pasalnya, sebelum UAS menginjakkan kaki di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, jajaran Forkopimda bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat sudah menggelar rapat koordinasi.
Pertemuan besar tersebut sebenarnya membuahkan hasil mufakat. Semua pihak, termasuk para pemangku adat, menyatakan sepakat dan menyambut baik kehadiran UAS di Kutai Barat.
Petugas di lapangan bergerak cepat meredam tensi. Sebanyak 500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga unsur masyarakat disiagakan penuh untuk mengawal situasi agar tidak kecolongan.
Meski sempat diwarnai aksi cegat di bandara, agenda dakwah UAS di Kutai Barat sama sekali tidak terganggu. Sang ulama tetap bisa menyapa ribuan jemaah yang sudah menantinya sejak pagi.
Seluruh rangkaian acara, mulai dari peringatan Tahun Baru Islam di Islamic Center Masjid Al-Muttaqin hingga perayaan Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. (*)
















