• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Review Film Tarian Lengger Maut (2021): Menghadapi Trauma dengan Prahara

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Juni 2021 | 19:11
Reading Time: 2 mins read
0
Review Film Tarian Lengger Maut (2021): Menghadapi Trauma dengan Prahara
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

CERITA diawali dengan maraknya kasus pembunuhan di desa fiktif Pagar Alas yang masih belum terpecahkan. Seorang dokter muda bernama dokter Jati (Refal Hady) memiliki trauma terhadap kekerasan semasa dia kecil hingga akhirnya berujung menjadi pembunuh berantai. Kenangan traumatik tersebut terus terbayang dibenaknya hingga akhirnya hanya dengan mendengar detak jantung saja, lah, yang membuatnya lebih tenang.

Berkedok sebagai dokter muda, Jati yang terobsesi dengan jantung manusia itu berhasil melancarkan aksi gila dengan membunuh satu per satu warga setempat dan mengambil jantung mereka sebagai koleksi pribadinya. Aksi itu pun terus dilakukannya hingga ia bertemu dengan calon penari lengger muda bernama Sukma (Della Dartyan). Jati yang terpesona akan paras serta suara detak jantung Sukma justru membuatnya tak tenang dan memaksanya untuk membunuh lebih banyak lagi.

PILIHAN REDAKSI

‘Resident Playbook’: Drama Spin-off ‘Hospital Playlist’ yang Siap Bikin Penonton Terhanyut

‘Resident Playbook’: Drama Spin-off ‘Hospital Playlist’ yang Siap Bikin Penonton Terhanyut

19 April 2025 | 22:42
Deretan Film Ini Terinspirasi dan Ber-setting Pulau Kalimantan

Deretan Film Ini Terinspirasi dan Ber-setting Pulau Kalimantan

1 Juli 2024 | 10:09

Film Tarian Lengger Maut merupakan film layar lebar pertama yang dibuat oleh Yongki Ongestu. Bekerja sama dengan Visinema Pictures dan Aenigma Picture, Yongki mencoba formula unik dalam karya pertamanya tersebut. Mengangkat budaya tari lengger atau yang lebih akrab dikenal sebagai tari ronggeng, skenario yang ditulis Natalia Oetama nampaknya ingin mengubah asumsi miring masyarakat modern terhadap tarian ini dalam filmnya. Kendati demikian, eksekusi serta jalan cerita yang disampaikan masih terasa agak tanggung. “Tarian lengger” yang menjadi bagian dari judul film pun terlihat masih hanya sebatas pemanis dalam film.

Meski begitu, apresiasi patut diberikan kepada kedua pemeran utama film, yakni Refal Hady serta Della Dartyan. Keduanya memerankan masing-masing tokohnya dengan cukup apik. Refal cukup piawai sebagai Jati, konsisten dalam mimik serta gestur misterius yang membuat penonton dapat merasakan ketegangan tatkala tokoh dokter ini dalam proses pembunuhan. Saking melekatnya, sang aktor pun menuturkan bahwa ia sempat kesulitan keluar dari sosok dokter Jati selepas proses pengambilan gambar.

Begitu pula dengan Della yang berhasil menampilkan sosok Sukma, kembang desa pemalu yang tiba-tiba menggelora dan mengeluarkan aura seduktif kala memakai tusuk konde saat penampilan tari lengger tunggal pertamanya. Dedikasi sang aktris yang sempat menetap di rumah sinden serta pemain calung senior selama satu setengah bulan demi peran tersebut layak diberikan dua jempol.

Segi visual yang ditampilkan terasa tajam, pencahayaan yang jeli serta pewarnaan dingin yang tepat untuk menampilkan aura mistis. Yongki yang juga menjadi sinematografer nampaknya memaksimalkan latar belakang fotografernya. Hal ini dapat dilihat terutama pada adegan kala kedua pemeran utama menari bersama diiringi gemuruh gendang dan sinden, estetika apik untuk mengimbangi dinamika tarian.

Film yang awalnya berjudul Detak ini bisa menjadi opsi menarik, memberikan nuansa berbeda dari film-film yang tayang pada Idulfitri. Untuk film pertamanya, masih ada ruang bagi Yongki Ongestu untuk berkembang. Dengan kemampuan visualisasinya yang sudah kuat dan terlihat kedua pemeran utamanya berperan dengan baik, dapat dikuatkan lagi dalam film-filmnya selanjutnya.

Tugas terbesar mungkin ada pada skenario dari Natalia Oetama. Gagasan untuk menggunakan tari lengger dan kehidupan dokter bedah menarik, tetapi pengawinan dua ide ini masih belum rukun. Namun, ia jeli dalam meminimalisasi dialog dalam film ini mengingat Yongki punya kekuatan dalam visualisasi. (*)

Tags: Film Tarian Lengger Maut (2021)HororReview Film
Previous Post

INFOGRAFIS: Bukti Vaksin Covid-19 Aman

Next Post

Bakal Dicopot dari Ketua DPRD Kaltim, Begini Respon Makmur

BACA JUGA

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

12 Juli 2026 | 21:22
Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

12 Juli 2026 | 11:52
Next Post
Bakal Dicopot dari Ketua DPRD Kaltim, Begini Respon Makmur

Bakal Dicopot dari Ketua DPRD Kaltim, Begini Respon Makmur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

11 Juli 2026 | 21:45
Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

13 Juli 2026 | 13:59
Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

13 Juli 2026 | 12:38

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved