• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

STOP! Jangan Cium Bayi saat Lebaran Sebelum Baca Peringatan Dokter Ini

Suriadi Said by Suriadi Said
16 Maret 2026 | 09:36
Reading Time: 2 mins read
0
STOP! Jangan Cium Bayi saat Lebaran Sebelum Baca Peringatan Dokter Ini

Ilustrasi bayi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

JAKARTA, Pranala.co – Lebaran identik dengan suasana kehangatan keluarga, saling bermaaf-maafan, dan momen menyambut sanak saudara dari berbagai penjuru. Namun, di balik senyum dan pelukan, tersembunyi risiko kesehatan yang mengancam kelompok paling rentan: bayi dan balita. Di tengah meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, kebiasaan mencium bayi saat Lebaran kini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan anak.

dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak segan mengingatkan masyarakat akan bahaya yang tersembunyi di balik gestur tampaknya harmless. Baginya, Lebaran yang seharusnya membawa kebahagiaan bisa berubah menjadi mimpi buruk bila protokol kesehatan diabaikan.

PILIHAN REDAKSI

Penumpang Bandara APT Pranoto Samarinda Kaltim Tembus 45 Ribu selama Lebaran 2026 Arus Balik Lebaran Sepi di Bandara APT Pranoto Samarinda Kaltim, Penumpang Turun 21 Persen

Penumpang Bandara APT Pranoto Samarinda Kaltim Tembus 45 Ribu selama Lebaran 2026

5 April 2026 | 19:38
Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

Tanpa Foto Pejabat, Billboard Idulfitri di Banjarbaru Dianggap Lebih Menyentuh

28 Maret 2026 | 21:40

“Apalagi Lebaran itu ketemu banyak orang ya, para orang tua harus menjaga baik-baik bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal ya,” tegas Piprim menukil detik, Kamis (12/3/2026).

Ia mengakui bahwa membuat larangan mencium bayi terkesan berlebihan atau paranoid. Namun, di saat KLB campak menggila di berbagai wilayah, langkah pencegahan ekstra bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dua hari sebelumnya. “Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” ujar Ani, Selasa (10/3/2026).

Dua peringatan dari institusi kesehatan terkemuka ini menegaskan bahwa isu ini bukan sekadar anjuran, melainkan instruksi yang berlandaskan data epidemiologi terkini.

Enam Ancaman Mengintai di Balik Ciuman

Merangkum dari berbagai sumber medis terpercaya, berikut enam risiko kesehatan yang mengintai bayi dari kontak fisik dekat selama Lebaran:

1. Campak

Virus campak, penyebab utama KLB saat ini, menular lewat percikan droplet, kontak langsung, atau benda terkontaminasi. Virus ini memiliki daya tahan ekstrem—bisa mengambang di udara hingga dua jam setelah penderita pergi. Ciuman langsung pada bayi mempercepat penularan secara eksponensial.

2. Herpes Simplex Virus (HSV) Tipe 1

Virus ini menular lewat kontak saliva. Bagi bayi dengan sistem imun yang masih matang, infeksi HSV bisa berakibat luka di bibir, demam tinggi, ruam kulit, dan perilaku rewel yang tidak biasa.

3. Cacar Air

Virus varisela zoster menyebar melalui droplet dari penderita. Gejala pada bayi meliputi demam, kelelahan ekstrem, dan ruam kulit gatal yang bisa berkembang menjadi komplikasi sekunder.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penularan ISPA terjadi lewat udara atau kontak langsung dengan penderita yang batuk atau bersin. Pada bayi, ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia atau bronkiolitis yang mengancam jiwa.

5. Meningitis

Peradangan selaput otak akibat infeksi bakteri atau virus ini ditandai dengan demam tinggi, kejang, dan penurunan kesadaran. Bayi yang terkena meningitis memerlukan penanganan intensif di rumah sakit.

6. Penurunan Sistem Kekebalan

Secara umum, bayi belum memiliki sistem imun yang matang. Sentuhan atau ciuman dari individu yang sedang sakit—bahkan tanpa gejala terlihat—bisa menjadi pintu masuk berbagai patogen.

Mencium pipi atau dahi bayi memang telah lama menjadi simbol kasih sayang dalam budaya Indonesia. Namun, para ahli menekankan bahwa ungkapan cinta seharusnya tidak mengorbankan keselamatan. Orang tua diminta untuk tegas menolak permintaan mencium bayi, meski datang dari kerabat dekat sekalipun.

Alternatif yang lebih aman termasuk melambaikan tangan, senyum hangat, atau berbicara dari jarak aman satu meter. Protokol cuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga wajib dilakukan siapa pun yang ingin berinteraksi dengan bayi. (RED)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Lebaran Idulfitri
Previous Post

Mudik Lebaran di Kaltim, Waspada Hujan dan Jalan Licin

Next Post

Elita Herlina Dorong Perpustakaan Sekolah jadi Ruang Belajar Alternatif di Berau

BACA JUGA

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

15 Juli 2026 | 22:56
Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

14 Juli 2026 | 00:19
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Next Post
Elita Herlina Dorong Perpustakaan Sekolah jadi Ruang Belajar Alternatif di Berau

Elita Herlina Dorong Perpustakaan Sekolah jadi Ruang Belajar Alternatif di Berau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

11 Juli 2026 | 21:45
Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

13 Juli 2026 | 13:59
Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

13 Juli 2026 | 12:38

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved