• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Wali Kota Neni Tantang Camat dan Lurah Bersihkan Bontang Kurun Tiga Bulan, Hadiahnya Rp500 Juta

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Mei 2026 | 16:53
Reading Time: 2 mins read
0
Wali Kota Neni Tantang Camat dan Lurah Bersihkan Bontang Kurun Tiga Bulan, Hadiahnya Rp500 Juta Sampah Kepung Pesisir Bontang, Lurah Tanjung Laut Indah Pimpin Aksi Bersih Libatkan Warga

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro memimpin langsung aksi bersih-bersih, Jumat (24/4/2026). [Fahrul/Pranala.co]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BAGI sebagian warga, persoalan sampah mungkin terlihat sepele. Tapi bagi Pemerintah Kota Bontang, masalah itu kini menjadi pertaruhan serius.

Bukan hanya soal lingkungan. Tapi juga soal kesehatan, wajah kota, hingga kualitas hidup masyarakat.

PILIHAN REDAKSI

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01

Karena itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengambil langkah yang cukup berani. Ia menyiapkan reward hingga Rp500 juta bagi camat dan lurah yang dinilai berhasil menangani persoalan sampah dan stunting di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan Neni usai penandatanganan perjanjian kinerja bersama camat, lurah, dan kepala puskesmas, Kamis (21/5/2026).

Neni menegaskan, penghargaan tersebut tidak diberikan asal-asalan. Semua akan berbasis capaian kinerja yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Bagi wilayah, camat, lurah yang berhasil menangani masalah sampah dan stunting, kita akan memberikan insentif Rp500 juta,” ujar Neni.

Menurut dia, indikator penilaian tengah disusun agar proses evaluasi berjalan objektif.

Penilaian itu nantinya melibatkan lintas sektor. Mulai dari dinas terkait hingga puskesmas.

Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkot Bontang ingin mengubah pola kerja birokrasi dari sekadar administratif menjadi berbasis hasil nyata di lapangan.

Meski optimistis, Neni mengaku persoalan sampah belum sepenuhnya selesai.

Dalam sejumlah kunjungan langsung ke RT dan kelurahan, ia masih menemukan titik-titik yang dipenuhi sampah.

Namun, ia juga melihat perubahan mulai terjadi di beberapa wilayah. Kelurahan Gunung Telihan menjadi salah satu contoh yang disebut mengalami kemajuan cukup signifikan.

“Saya sering turun langsung ke RT dan wilayah kelurahan. Masih ada sampah, tapi sekarang sudah banyak perubahan. Seperti di Telihan, alhamdulillah sudah bersih,” katanya.

Di balik tumpukan sampah, ada persoalan yang lebih rumit: perilaku masyarakat. Neni mengakui, mengubah kebiasaan warga bukan pekerjaan mudah.

Karena itu, ia meminta seluruh aparat wilayah tidak menyerah dan terus membangun kesadaran masyarakat.

“Merubah perilaku itu sangat sulit, tapi jangan menyerah. Kita harus sabar karena ini bagian dari tanggung jawab kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

Dalam arahannya, Neni meminta para camat dan lurah tidak hanya memberi instruksi dari kantor. Mereka diminta turun langsung memimpin gerakan kebersihan lingkungan.

Mulai dari memastikan saluran air tidak tersumbat hingga mengantisipasi genangan dan banjir. Dalam tiga bulan ke depan, penanganan sampah di Bontang harus menunjukkan hasil yang terukur.

Karena itu, seluruh camat dan lurah diminta menyusun target kerja masing-masing dan mempresentasikannya kepada Sekretaris Daerah.

“Saya minta camat dan lurah menyusun rencana kerja dan targetnya. Lalu dipresentasikan kepada Sekretaris Daerah,” ucap Neni.

Selain fokus pada penanganan sampah, Pemkot Bontang juga menaruh perhatian besar pada persoalan stunting.

Masalah ini dianggap jauh lebih serius karena menyangkut masa depan generasi muda.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan hanya penanganan teknis, tetapi juga edukasi masyarakat.

Warga didorong mulai menerapkan konsep 3R—Reduce, Reuse, Recycle—untuk mengurangi produksi sampah rumah tangga.

Bagi Pemkot Bontang, perubahan harus dimulai sekarang. Sebab jika tidak, persoalan lingkungan dan kesehatan akan terus menjadi beban jangka panjang kota.

“Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi. Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Bontang yang lebih baik,” pungkasnya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Bessai BerintaJumat BersihStunting
Previous Post

Ratusan Massa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, Bawa “Rapor Merah” 36 Halaman

Next Post

PAMA Kutim Tertekan, 400 Pekerja Dikurangi saat Area Tambang Menyusut

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
PAMA Kutim Tertekan, 400 Pekerja Dikurangi saat Area Tambang Menyusut

PAMA Kutim Tertekan, 400 Pekerja Dikurangi saat Area Tambang Menyusut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved