• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Anggaran Dipangkas, Belasan Kelompok Peternak Sapi Bontang Gigit Jari Tanpa Bantuan

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Juni 2026 | 18:29
Reading Time: 2 mins read
0
Anggaran Dipangkas, Belasan Kelompok Peternak Sapi Bontang Gigit Jari Tanpa Bantuan

Ilustrasi sapi yang dijual di Bontang. Foto: Fahrul/Pranala.co

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

TAHUN 2026 berjalan tidak mudah bagi para peternak sapi di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah dinginnya kebijakan efisiensi anggaran, kehangatan bantuan yang selama ini menjadi penyambung asa tiba-tiba terputus. Bantuan bibit sapi yang menjadi modal utama pengembangan usaha kini resmi dihapus dari daftar belanja pemerintah.

Bagi belasan kelompok peternak di kota ini, kabar tersebut bagai petir di siang bolong. Jalur bantuan, baik dari kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota maupun sokongan pemerintah provinsi, kini tertutup rapat.

PILIHAN REDAKSI

Lahan 6 Hektare Siap, Mengapa Breeding Farm Sapi Kutim Belum Terwujud? Kontribusi Perusahaan di Kutim Tidak Hanya Simbolis, Harus Berdampak Nyata!

Lahan 6 Hektare Siap, Mengapa Breeding Farm Sapi Kutim Belum Terwujud?

8 Juni 2026 | 13:46
Kaltim Setop Pengiriman Sapi dari Pulau Jawa, Buntut Adanya Penyakit LSD

Kaltim Setop Pengiriman Sapi dari Pulau Jawa, Buntut Adanya Penyakit LSD

31 Maret 2023 | 13:31

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, drh Riono, membenarkan kondisi pelik ini. Ia menyebut kebijakan efisiensi sebagai alasan utama di balik hilangnya anggaran pengadaan ternak besar tersebut.

“Untuk tahun ini bantuan bibit sapi tidak ada sama sekali. Semua karena dampak efisiensi, termasuk dari provinsi juga tidak ada,” ujar Riono saat ditemui, Kamis (4/6/2026).

Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun lalu. Pada 2025, DKP3 Bontang masih mampu mengucurkan dana segar sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut dikonversi menjadi 13 ekor sapi yang didistribusikan kepada kelompok peternak sebagai modal awal.

Dari modal awal itulah rahim-rahim sapi di Bontang melahirkan anak, memutar roda ekonomi, dan memberi napas bagi dapur para peternak lokal. Kini, mesin penggerak itu terpaksa berhenti berputar.

Saat ini tercatat ada 16 kelompok peternak sapi yang masih aktif menggantungkan hidup dari aroma jerami dan rumput potong. Riono memastikan, meski tangki bantuan kosong, lembaganya tidak akan lepas tangan begitu saja.

Saban tiga bulan sekali, para peternak ini tetap dikumpulkan. Mereka diajak duduk bersama untuk mengevaluasi populasi yang tersisa di dalam kandang.

“Kami tetap lakukan monitoring. Misalnya, dalam tiga bulan sudah lahir berapa, ada yang mati berapa, atau yang dijual berapa. Itu penting untuk melihat perkembangan usaha mereka,” kata Riono memaparkan langkah bertahannya.

Dapur anggaran DKP3 memang sedang tidak baik-baik saja. Pemangkasan besar-besaran membuat kas yang tersisa hanya cukup untuk membiayai rutinitas harian kantor.

“Anggaran kami banyak terpangkas. Yang ada saat ini hanya untuk operasional saja,” ucapnya dengan nada pasrah namun tegas.

Pemkot Bontang memang tidak sepenuhnya menutup mata. Sebagai gantinya, sisa anggaran dialihkan untuk komoditas yang lebih murah dengan skala yang sangat terbatas. Melalui APBD kota, dialokasikan 12 ekor kambing dan 600 ekor ayam petelur. Sementara pemerintah provinsi mengirim bantuan berupa beberapa ekor domba.

Namun, bagi peternak sapi, kambing dan ayam tentu punya hitungan ekonomi yang jauh berbeda. Skala ekonomi sapi jauh lebih besar dalam menjamin ketahanan pangan daging di kota industri ini.

Di akhir penjelasannya, Riono menegaskan komitmen moral para aparatur di lapangan. Bagi mereka, hilangnya angka di lembaran anggaran tidak boleh menyurutkan pendampingan kepada peternak yang sedang terjepit situasi sulit.

“Mau ada atau tidak ada anggaran, pembinaan tetap kami jalankan karena itu merupakan tugas pokok dan fungsi kami,” pungkas Riono menutup percakapan. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Asuransi SapiPedagang SapiPeternak Sapi
Previous Post

Nasib Siswa SDN 003 Bontang Barat Tergantung di Perbatasan Kutim

Next Post

Jejak Nyata di Masyarakat, Pupuk Kaltim Sabet Level Tertinggi TOP CSR Awards 2026

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Jejak Nyata di Masyarakat, Pupuk Kaltim Sabet Level Tertinggi TOP CSR Awards 2026

Jejak Nyata di Masyarakat, Pupuk Kaltim Sabet Level Tertinggi TOP CSR Awards 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved