• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Banyak Produk Hukum Terkesan Rancu

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2021 | 00:02
Reading Time: 1 min read
0
Banyak Produk Hukum Terkesan Rancu

SEKRETARIS KOMISI I DPRD BONTANG, ABDUL HARIS.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BANYAK Produk Hukum Terkesan Rancu. Sekretaris. Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris menilai masih banyak produk hukum yang berlaku saat ini sulit dipahami. Bahkan yang membidangi sekalipun belum tentu hafal semua pasal di dalamnya. Apalagi, jika sudah mengalami amandemen.

Ini disampaikan Abdul Haris kala mewakili Yayasan SMK YKPP Bontang menerima kunjungan anggota DPRD Kaltim, Jabir saat sosialisasi perubahan Perda nomor 1 tahun 2011 tentang peraturan pajak daerah Kalimantan Timur, Sabtu (6/3).

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Abdul Haris bilang, biasanya, produk hukum baru muncul untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pemerintah. Namun, ada kalanya muncul regulasi yang tidak mampu mengatasi masalah itu. Justru, menghadirkan masalah baru.

“Ya, mestinya muatan materi difokuskan produk hukum baru. Materi dianggap masih relevan dari peraturan terdahulu dimasukkan di perubaha. Lalu, ditambahkan dengan hasil kajian. Nah, produk hukum terdahulu dihapus saja atau tidak diberlakukan lagi,” urai politisi PKB ini.

Namun, terkadang masih sering dijumpai di pasal terakhir produ hukum yang amandemennya berbunyi ” Segala peraturan yang telah diubah dan belum masuk di perubahan ini, masih berlaku. Jadinya rancu, lanjut dia. Artinya, produk hukum yang diamandemenkan masih tetap berlaku.

Sejatinya, peraturan lama tidak lagi berlaku karena sudah diamandemen. Tapi, tidak dengan produk hukum, sehingga makin sulit dipahami.

 

[JS| ADS]

Tags: BontangDPRD BontangKalimantan TimurKomisi I DPRD BontangPeraturan Daerah
Previous Post

Lansia Balikpapan Diingatkan Wajib Vaksinasi Covid-19 yang Kedua usai 28 Hari

Next Post

Bikin Bangga, Dewan Rela Patungan untuk Biaya Evi Liga Dangdut Indosiar

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Bikin Bangga, Dewan Rela Patungan untuk Biaya Evi Liga Dangdut Indosiar

Bikin Bangga, Dewan Rela Patungan untuk Biaya Evi Liga Dangdut Indosiar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved