• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2026 | 19:05
Reading Time: 2 mins read
0
Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang Tak Miliki BPJS, Bocah Korban Serangan Buaya di Bontang Dibantu Wali Kota Dianggap Meresahkan, Warga Selambai Bontang Minta Buaya Penyerang Abisar Segera Direlokasi

Kolase foto Abisar dan buaya yang diduga menyerang bocah di Bontang.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan semakin sering terjadi. Salah satu penyebab utamanya diduga karena keberadaan sumber makanan yang mudah ditemukan di sekitar permukiman warga, terutama limbah ikan yang dibuang ke laut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menjelaskan bahwa buaya memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam. Bau limbah ikan yang terbawa arus laut dapat dengan mudah terdeteksi oleh predator tersebut sehingga menariknya mendekati kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

PILIHAN REDAKSI

Habitat Digusur Sawit, Buaya di Kutim Mulai Teror Warga

Habitat Digusur Sawit, Buaya di Kutim Mulai Teror Warga

13 Juli 2026 | 12:22
Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

29 Juni 2026 | 22:10

“Buaya memiliki penciuman yang sangat kuat. Jika ada limbah ikan dibuang ke laut, bau tersebut bisa menarik buaya untuk datang,” ujar Amiluddin.

Selain faktor makanan, tingginya kemampuan reproduksi buaya juga berpotensi membuat populasinya terus meningkat. Dalam satu kali masa bertelur, seekor induk buaya mampu menghasilkan sekitar 30 butir telur.

Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan anak buaya mampu bertahan hidup, maka jumlah populasi di suatu wilayah dapat meningkat dalam waktu relatif cepat.

“Kalau ada yang menyebut di Loktuan sekitar 50 ekor buaya, menurut saya jumlah itu masih kecil. Karena satu induk saja bisa menghasilkan sekitar 30 telur,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kelangsungan hidup anak buaya juga tergolong tinggi. Induk buaya dikenal memiliki naluri menjaga yang kuat terhadap anak-anaknya hingga mampu bertahan hidup secara mandiri di alam liar.

Habitat Alami Masih Mendukung

Potensi peningkatan populasi buaya di perairan pesisir Bontang juga didukung oleh keberadaan habitat alami yang masih tersedia. Beberapa kawasan seperti hutan mangrove, muara sungai, dan perairan yang relatif tenang menjadi lingkungan ideal bagi buaya untuk berkembang biak.

Berdasarkan data Disdamkartan Bontang, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 25 laporan penampakan buaya di berbagai wilayah pesisir kota.

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya, sementara sisanya tidak tertangani karena hewan tersebut kembali masuk ke perairan sebelum proses penangkapan dapat dilakukan.

“Sebagian berhasil kami tangkap, tapi banyak juga yang lolos karena langsung kembali ke air,” kata Amiluddin.

Lok Tuan hingga Tanjung Limau jadi Titik Rawan

Beberapa wilayah yang paling sering dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya antara lain Loktuan, Selambai, dan Tanjung Limau. Kawasan tersebut berada dekat dengan habitat alami buaya, seperti hutan mangrove dan muara sungai.

Selain itu, berkurangnya habitat alami akibat aktivitas manusia juga diduga turut mendorong buaya semakin sering muncul di kawasan pesisir yang berdekatan dengan permukiman warga.

Untuk meningkatkan keselamatan petugas sekaligus efektivitas penanganan di lapangan, Disdamkartan Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius.

Peralatan tersebut dinilai dapat membantu proses evakuasi buaya dari jarak yang lebih aman.

Selama ini, petugas hanya melakukan penangkapan ketika kondisi memungkinkan, misalnya saat air laut surut atau ketika buaya terjebak di lokasi sempit.

“Kalau di air kami tidak berani mendekat karena risikonya sangat besar. Dengan senapan bius, penanganan bisa dilakukan dari jarak jauh dan tentu lebih aman bagi petugas,” tegasnya.

Amiluddin juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tidak membuang limbah ikan secara sembarangan ke laut. Kebiasaan tersebut berpotensi menarik buaya mendekati kawasan permukiman.

Selain itu, warga diingatkan agar selalu waspada ketika beraktivitas di sekitar perairan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Sebenarnya kembali lagi bagaimana perilaku masyarakat,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Buaya
Previous Post

ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

Next Post

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved