• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Cegah Praktik ‘Orang Dalam’, Mulai 2026 Warga Bontang Tidak Bisa Melamar Langsung ke Perusahaan

Suriadi Said by Suriadi Said
17 November 2025 | 09:22
Reading Time: 2 mins read
0
Cegah Praktik 'Orang Dalam', Mulai 2026 Warga Bontang Tidak Bisa Melamar Langsung ke Perusahaan

Rapat Evaluasi Implementasi Penyaluran Tenaga Kerja yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Kantor Wali Kota, Rabu (12/11/2025).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah besar untuk mengurai masalah pengangguran dan keluhan warga lokal yang kesulitan masuk ke dunia industri.

Sebuah sistem baru sedang disiapkan. Tujuannya tegas: menghapus praktik “orang dalam” dan memastikan warga Bontang mendapat prioritas kerja di kotanya sendiri.

PILIHAN REDAKSI

Cari Kerja? Job Market Fair Balikpapan Sediakan 2.079 Lowongan

Cari Kerja? Job Market Fair Balikpapan Sediakan 2.079 Lowongan

14 Juli 2026 | 15:11
Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kaltim

2 Juni 2026 | 09:37

Langkah ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Implementasi Penyaluran Tenaga Kerja yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Kantor Wali Kota, Rabu (12/11/2025).

Di hadapan OPD terkait, Wawali Agus Haris menekankan bahwa keberadaan industri tidak boleh sekadar berdiri megah di Bontang. Harus ada manfaat langsung yang dirasakan warga.

Ia menyoroti Perda Nomor 10 Tahun 2018, yang mengatur komposisi 75 persen tenaga kerja lokal. Namun aturan itu, katanya, masih jauh dari kenyataan di lapangan.

Masalah paling krusial adalah banyak perusahaan tidak melaporkan rencana kebutuhan tenaga kerja. Akibatnya, pemerintah kesulitan menyusun peta kebutuhan SDM.

“Pemerintah tidak punya data yang jelas, sementara angka pengangguran masih tinggi,” ujar Wawali.

Guna memutus mata rantai ketidakjelasan itu, kebijakan baru akan diberlakukan pada 2026.

“Mulai tahun depan, tidak ada lagi warga yang melamar langsung ke perusahaan. Pemerintah yang akan memfasilitasi seluruh proses penyaluran tenaga kerja,” tegas Agus Haris.

Sistem ini diharapkan menjadi tameng yang kuat untuk menghapus praktik percaloan dan ‘orang dalam’ yang selama ini meresahkan pencari kerja.

Sebagai langkah pertama, seluruh perusahaan diminta menyerahkan data kebutuhan tenaga kerja tahun 2026. Batas akhirnya akhir November 2025.

Data ini akan menjadi fondasi untuk pemetaan tenaga kerja lokal oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Prioritas dalam penyaluran tenaga kerja akan diberikan kepada pemegang kartu kuning, terutama warga dari keluarga kurang mampu.

Dengan data yang tersusun rapi, pemerintah ingin menghapus stigma dan isu negatif terkait angka pengangguran. Pemerintah tidak sekadar memfasilitasi, tetapi juga mengintervensi langsung. Anggaran APBD akan diarahkan untuk memberikan pelatihan khusus, disusun berdasarkan kebutuhan industri yang masuk.

Pelatihan akan lebih tepat sasaran setelah Wawali mengusulkan agar data kartu kuning dikembangkan menjadi basis data terklaster. Datanya akan disusun berdasarkan keahlian dan jenjang pendidikan pencari kerja.

“Kita semua harus punya komitmen yang sama. Data tenaga kerja harus menjadi dasar kebijakan agar tidak ada lagi ketimpangan antara dunia industri dan masyarakat lokal,” pungkasnya.

Dengan sistem baru ini, Pemkot Bontang berharap tahun 2026 menjadi titik balik bagi dunia ketenagakerjaan. Warga lokal menjadi pemain utama, bukan penonton di tanah sendiri. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Dias Ramadhan
Tags: PengangguranTenaga Kerja
Previous Post

Dari Lomba hingga Edukasi Politik, Pekan Pengawasan Partisipatif Bontang Sukses Digelar

Next Post

Polresta Balikpapan Gelar Operasi Zebra Mahakam 2025, Kapolresta: Giat Represif jadi Fokus

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Polresta Balikpapan Gelar Operasi Zebra Mahakam 2025, Kapolresta: Giat Represif jadi Fokus

Polresta Balikpapan Gelar Operasi Zebra Mahakam 2025, Kapolresta: Giat Represif jadi Fokus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved