• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Di Kutim, Warga Pesisir Masih Menunggu Dokter Spesialis Datang dari Kota

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Mei 2026 | 14:39
Reading Time: 1 min read
0
Di Kutim, Warga Pesisir Masih Menunggu Dokter Spesialis Datang dari Kota

Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Triana Nur

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

DI SEJUMLAH wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), kedatangan dokter spesialis masih menjadi peristiwa langka. Warga di Kecamatan Sandaran, yang terpisah jarak dan akses transportasi dari pusat pemerintahan, selama ini harus menghadapi keterbatasan layanan kesehatan dasar hingga penanganan medis lanjutan.

Situasi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Kutim meluncurkan program pelayanan kesehatan bergerak di daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK) di Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran, Kamis (7/5/2026).

PILIHAN REDAKSI

Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir Insentif Dokter Spesialis Kaltim Disiapkan untuk Daerah Terpencil

Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir

7 Mei 2026 | 14:44
Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir Insentif Dokter Spesialis Kaltim Disiapkan untuk Daerah Terpencil

Insentif Dokter Spesialis Kaltim Disiapkan untuk Daerah Terpencil

20 April 2026 | 07:56

Program tersebut menghadirkan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, anak, penyakit dalam, hingga bedah untuk menjangkau warga pesisir yang selama ini sulit mengakses rumah sakit rujukan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Triana Nur, mengatakan Sandaran dipilih karena masih menghadapi persoalan kesehatan yang cukup serius, terutama tingginya angka kematian ibu dan anak serta kasus tengkes atau stunting.

“Pelayanan kesehatan bergerak ini adalah bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujar Triana.

Persoalan geografis menjadi tantangan utama. Warga di sejumlah desa pesisir harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut hanya untuk mendapatkan layanan medis spesialis.

Kondisi itu membuat banyak warga menunda pemeriksaan kesehatan hingga penyakit sudah dalam kondisi berat. Di beberapa wilayah, ibu hamil bahkan harus dirujuk keluar kecamatan dengan waktu tempuh yang tidak singkat.

Program layanan bergerak ini menjadi salah satu cara pemerintah daerah menutup ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah kota dan pesisir. Setelah Sandaran, program serupa dijadwalkan menyasar beberapa kecamatan lain, termasuk Muara Bengkal.

Pemkab Kutim berharap pola “jemput bola” itu dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu pemerataan infrastruktur dan fasilitas kesehatan permanen di wilayah terpencil. [RIL]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Dokter Spesialis
Previous Post

Bank Dunia Turun Tangan Bantu Balikpapan Atasi Ancaman Air Bersih dan Banjir

Next Post

Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir Insentif Dokter Spesialis Kaltim Disiapkan untuk Daerah Terpencil

Kutim Andalkan Dokter Keliling untuk Tekan Kematian Ibu dan Stunting di Pesisir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved