ANTREAN kendaraan mendadak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (16/7/2026). Pemandangan itu membuat banyak pengendara memilih ikut mengantre karena khawatir Pertalite habis.
Kondisi tersebut terjadi hampir bersamaan di beberapa SPBU. Meski terlihat seperti terjadi kelangkaan, Pertamina memastikan pasokan Pertalite sebenarnya tetap tersedia dan distribusi berjalan normal.
Di SPBU 64.75303 Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Laut, antrean kendaraan sudah terlihat sejak pukul 10.32 Wita. Barisan mobil sempat memanjang hingga mendekati persimpangan lampu merah.
Menjelang pukul 16.00 Wita, antrean kendaraan roda empat mulai berkurang. Namun, antrean sepeda motor masih tampak padat dan memenuhi area pengisian BBM.
Situasi serupa juga terjadi di SPBU 64.753.01 Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai. Sekitar pukul 16.30 Wita, antrean kendaraan membentang hingga depan Rumah Sakit Islam Yabis.
Di lokasi ini, antrean dipicu oleh kekosongan sementara Pertalite karena SPBU sedang menunggu proses pengisian ulang dari mobil tangki.
Kondisi yang tak kalah padat terlihat di SPBU 64.753.07 Jalan MT Haryono. Antrean kendaraan bahkan memanjang hingga mendekati kawasan Hotel Tiara Surya.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengisian Pertalite sempat terhenti karena stok di tangki SPBU habis sebelum pasokan baru tiba.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hermawan Bagus Prabowo, meminta masyarakat tidak panik menyikapi antrean tersebut.
Menurutnya, penyaluran BBM subsidi tetap berlangsung seperti hari-hari biasa. Antrean panjang lebih disebabkan adanya jeda waktu ketika SPBU melakukan pengisian ulang tangki penyimpanan.
“Penyaluran sebenarnya normal seperti biasa. Hanya saja, antrean terlihat panjang karena adanya jeda waktu saat pengisian ulang di SPBU,” ujar dia saat dikonfirmasi Pranala.co.
Hermawan menjelaskan, pasokan Pertalite terus masuk secara berkala. Bahkan pada hari yang sama, dua truk tangki telah tiba untuk melakukan bongkar muatan guna menambah stok di SPBU.
Meski demikian, Pertamina tetap akan melakukan evaluasi bersama pengelola SPBU untuk mengetahui penyebab antrean panjang yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan.
Pembelian dalam jumlah besar karena rasa khawatir justru dapat memperpanjang antrean dan memperlambat distribusi kepada pengendara lain yang juga membutuhkan BBM.
Dengan distribusi yang terus berjalan, Pertamina memastikan kebutuhan Pertalite masyarakat Bontang tetap dapat terpenuhi. (*)
















