• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Disdikbud Bontang Heran Masih Mudahnya Pelajar Beli Alkohol dan Obat Batuk Berlebihan

Warung dan toko diminta tidak melayani penjualan kepada anak usia sekolah

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Mei 2026 | 09:22
Reading Time: 2 mins read
0
Disdikbud Bontang Heran Masih Mudahnya Pelajar Beli Alkohol dan Obat Batuk Berlebihan Jadwal Lengkap SPMB Bontang 2026 dari Jalur Disabilitas hingga Prestasi Disdikbud Bontang: Bimbel di Sekolah Harus Gratis! Bontang Lindungi 36.777 Pekerja Rentan, Anggarannya Tembus Rp7,4 Miliar Akui Adanya Miskomunikasi, Matahari Store Janji Rekrutmen Ulang Tenaga Kerja

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KEKHAWATIRAN terhadap maraknya penyalahgunaan alkohol dan sirup obat batuk di kalangan remaja membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang meminta pemilik warung dan toko ikut membatasi penjualan kepada pelajar. Imbauan itu disampaikan menyusul temuan sejumlah remaja mengonsumsi minuman oplosan di wilayah Bontang Selatan.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pengawasan terhadap remaja tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Menurut dia, pemilik usaha di lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam membatasi akses anak-anak terhadap minuman beralkohol dan obat-obatan yang rawan disalahgunakan.

PILIHAN REDAKSI

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

14 Juli 2026 | 12:17
Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54

“Saya minta warung atau toko membatasi penjualan alkohol dan sirup obat batuk, khususnya bagi anak usia remaja atau pelajar. Karena dari beberapa kasus, banyak yang disalahgunakan,” ujar Abdu Safa saat dihubungi Pranala.co, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai fenomena tersebut tidak bisa dianggap sepele. Selain minuman keras, sirup obat batuk disebut kerap disalahgunakan untuk mendapatkan efek tertentu ketika dikonsumsi berlebihan atau dicampur dengan bahan lain. Kondisi itu berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius, mulai dari kerusakan organ hingga hilangnya kesadaran.

Abdu Safa juga menyoroti bahaya minuman keras oplosan yang kandungannya tidak jelas. Menurut dia, banyak remaja belum memahami dampak konsumsi alkohol dan obat-obatan secara sembarangan terhadap kesehatan maupun keselamatan jiwa.

“Kalau lingkungan ikut peduli, akses anak-anak terhadap minuman keras dan obat-obatan bisa lebih dibatasi. Pencegahan itu harus dimulai dari sekitar mereka,” katanya.

Kekhawatiran itu muncul setelah patroli wilayah pada Sabtu (2/5/2026) malam di Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, menemukan sejumlah remaja yang diperkirakan masih berusia SMP berkumpul hingga larut malam. Sebagian di antaranya diketahui mengonsumsi minuman beralkohol oplosan.

Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpul remaja, mulai dari warung hingga area publik dengan fasilitas wifi gratis.

Di beberapa lokasi, petugas mendapati remaja masih berkumpul meski waktu telah melewati pukul 22.00 Wita. Petugas juga menemukan minuman kemasan yang dicampur dengan sirup obat batuk dan alkohol, serta beberapa botol minuman keras di lokasi.

Meski demikian, Disdikbud menegaskan pendekatan terhadap pelajar yang terlibat tidak dilakukan dengan cara menghakimi. Pembinaan dan pendampingan disebut tetap menjadi langkah utama agar para remaja tidak mengulangi perbuatannya.

“Kepada anak yang kedapatan melakukan hal itu, kami pasti akan melakukan pembinaan. Targetnya jangan sampai ia mengulanginya lagi,” ujar Abdu Safa.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemilik usaha, dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja. Menurutnya, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga masa depan pelajar.

“Itu yang harus kita semua jaga,” tegasnya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Miras OplosanPelajar Bontang
Previous Post

TMMD Ke-128 Bontang Kebut Pembangunan Jalan di Bontang Kuala

Next Post

Jembatan TMMD di Bontang Barat Ubah Akses Harian Warga jadi Lebih Aman

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Jembatan TMMD di Bontang Barat Ubah Akses Harian Warga jadi Lebih Aman

Jembatan TMMD di Bontang Barat Ubah Akses Harian Warga jadi Lebih Aman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved