DINI hari yang tenang di kawasan Gunung Bakaran, Balikpapan Selatan, mendadak berubah mencekam. Sebuah truk Hino bermuatan besi tua hilang kendali lalu terguling, tepat saat warga sekitar sedang terlelap.
Insiden kecelakaan truk di Balikpapan ini terjadi di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Senin (29/6/2026) sekira pukul 02.00 Wita. Benturan keras material besi yang tumpah seketika merusak bagian depan dua toko peralatan keselamatan (safety) di lokasi kejadian.
Adi, salah satu pemilik toko yang terdampak, mengaku terperanjat dari tidur nyenyaknya. Suara gemuruh di luar bangunan membuat jantungnya berdegup kencang. Saat mencoba memeriksa ke luar, ia mendapati pemandangan yang mengejutkan.
“Saya tidak tahu pasti awalnya, posisi sedang tidur. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat nyaring, kami kaget dan langsung keluar. Ternyata sudah terjadi seperti ini,” ujar Adi saat ditemui di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, dua bangunan toko safety yang posisinya berdampingan mengalami kerusakan cukup berat pada bagian depan akibat tertimpa badan truk dan tumpahan besi.
Mengenai ganti rugi, Adi menyebut sang sopir sudah sempat menemuinya, namun belum ada keputusan final dari pihak perusahaan pemilik truk.
Polisi bergerak cepat mengusut penyebab kecelakaan ini. Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol Muhammad Dahlan Jauhari, mengungkapkan bahwa truk bernomor polisi B-9202-FYW tersebut dikemudikan oleh Didik Ari Setiawan (32), warga Kediri, Jawa Timur.
Truk melaju dari arah Bandara SAMS Sepinggan menuju Stal Kuda. Ketika melewati jalan menikung ke kiri di dekat Tempat Makam Pahlawan (TMP), kendaraan mendadak tak bisa dikendalikan. Kondisi aspal yang basah karena diguyur hujan memperburuk keadaan.
“Kendaraan mengalami out of control. Hasil penyelidikan awal menunjukkan sistem pengereman truk terkunci, sehingga kendaraan slip ke kiri jalan dan terbalik,” jelas Kompol Dahlan Jauhari.
Selain masalah teknis rem, polisi juga mengidentifikasi adanya kelalaian dari balik kemudi. Sopir truk diduga mengemudikan kendaraan berat tersebut dalam kondisi kurang berkonsentrasi.
Proses evakuasi bangkai truk dan material besi tua sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Marsma R. Iswahyudi tersendat. Petugas kepolisian terpaksa memberlakukan sistem satu jalur demi mengamankan pemindahan muatan ke truk lain.
Kini, Satlantas Polresta Balikpapan telah melakukan olah TKP penuh serta mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi untuk mendalami insiden ini lebih lanjut. Kerugian material awal ditaksir mencapai jutaan rupiah. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















