Pranala.co, SAMARINDA — Nama Samboja Barat mendadak mencuri perhatian. Kecamatan baru itu tampil percaya diri di panggung provinsi. Bukan tanpa alasan.
Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Timur ke-69, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan penghargaan kepada para pemimpin daerah berprestasi. Acara berlangsung di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Jumat (9/1/2026).
Salah satu yang menerima apresiasi adalah Camat Samboja Barat, Burhanuddin. Ia dinobatkan sebagai peringkat kedua Camat Terbaik se-Kalimantan Timur (Kaltim)
Sebuah capaian yang tak biasa. Mengingat Samboja Barat adalah kecamatan hasil pemekaran di Kabupaten Kutai Kartanegara. Usianya bahkan belum genap tiga tahun.
Penghargaan itu menjadi penanda kerja panjang yang dimulai dari titik nol. Sejak dilantik pada Februari 2023, Burhanuddin harus membangun kecamatan nyaris tanpa fondasi. Pelan. Tapi pasti.
Ia memilih jalan inovasi. Lahirlah Patin Wisamba. Singkatan dari Pusat Informasi Wisata Samboja Barat.
Inovasi ini tidak sekadar etalase pariwisata. Patin Wisamba dirancang sebagai simpul penggerak ekonomi. Wisata dipertemukan dengan UMKM. Potensi alam dipadukan dengan kreativitas warga.
“Sejak dilantik 15 Februari 2023, kami benar-benar mulai dari nol. Kami coba berbagai inovasi. Kami berpikir, di mana ada pariwisata, di situ UMKM pasti tumbuh,” ujar Burhanuddin usai menerima penghargaan.
Samboja Barat memang punya modal alam yang lengkap. Dari pesisir hingga pegunungan. Ada Pantai Ambalat yang memesona. Ada wisata edukasi konservasi orang utan di BOS Foundation. Ada pula wisata ekstrem Batu Dinding di kawasan perbukitan.
Letaknya pun strategis. Samboja Barat berada di wilayah delineasi Otorita Ibu Kota Nusantara. Posisi ini menjadikannya kawasan penyangga penting.
Burhanuddin membaca peluang itu sejak awal. Ia meyakini, kehadiran IKN tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan, tetapi juga arus wisatawan.
“Orang datang ke IKN tentu ingin hiburan. Ingin melihat wisata. Di situlah peluang masyarakat,” katanya.
UMKM pun didorong naik kelas. Sejumlah pelaku usaha binaan kini telah mengantongi sertifikasi halal. Sebagian lainnya mengikuti pelatihan pemasaran digital. Langkah kecil, tetapi berdampak nyata.
Tak berhenti di pariwisata. Samboja Barat juga mengembangkan sektor pertanian dan perikanan. Buah naga dan nanas tumbuh di kawasan Bukit Soeharto. Sementara potensi kelautan terus digarap untuk menopang ekonomi warga pesisir. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















