Pranala.co, TEHERAN – Suhu politik dan militer di Timur Tengah kembali memanas. Tiga fasilitas nuklir Iran dihantam rudal. Serangannya cepat dan telak. Pelakunya: Amerika Serikat.
Serangan terjadi Minggu (22/6/2025), menyasar situs strategis Fordow, Natanz, dan Isfahan. Iran tidak tinggal diam.
Badan Energi Atom Iran (AEOI) langsung angkat suara. Mereka menyebut serangan itu “brutal” dan “melanggar hukum internasional”.
“Ini pelanggaran berat terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT),” tegas pernyataan resmi AEOI, dikutip Anadolu.
Iran pun menyalahkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Mereka menuduh badan PBB itu tidak tegas dalam merespons serangan terhadap fasilitas nuklir yang dilaporkan berada di bawah pengawasan IAEA.
Tak hanya itu, Iran juga mengajukan pengaduan resmi terhadap Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA. Mereka menilai Grossi abai terhadap serangkaian serangan Israel yang lebih dulu menghantam ilmuwan dan komandan militer Iran.
Trump Akui Serangan
Dari sisi lain dunia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak menampik. Bahkan, ia mengklaim langsung.
“Kami sukses menghantam tiga lokasi nuklir utama Iran,” tulis Trump di media sosial.
Ia menyebut seluruh pesawat pengebom kini sudah meninggalkan wilayah udara Iran. “Muatan penuh bom dijatuhkan di Fordow, Natanz, dan Esfahan,” katanya.
Media AS melaporkan, Trump memberi lampu hijau setelah Israel membunuh sejumlah ilmuwan nuklir dan komandan militer Iran pekan lalu.
Langkah itu mempercepat keputusan Pentagon. Bahkan, B-2 Spirit—jet tempur siluman andalan AS—sudah digeser dari Missouri ke Teluk Persia sebelum serangan dilakukan.
AEOI memperingatkan, semua opsi kini terbuka. Mereka menyatakan siap menempuh jalur hukum internasional. Tapi analis militer tak menampik kemungkinan langkah militer balasan.
Pengamat menilai, Iran bisa saja meluncurkan serangan ke pangkalan AS di kawasan. Atau bahkan yang lebih ekstrem: menutup Selat Hormuz—jalur vital ekspor minyak dunia.
Di tengah krisis ini, Israel juga merasakan dampaknya. Satu rumah sakit besar di wilayah selatan negeri itu dilaporkan rusak berat akibat serangan rudal Iran. Pemerintah Israel membenarkan insiden tersebut, Kamis (19/6/2025).
Belum ada laporan resmi korban jiwa. Tapi ketegangan kini menyelimuti langit Timur Tengah.
[DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















