• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Jelajahi Kearifan Lokal di Festival Mappadendang Season 3, Ini Jadwal dan Acaranya

Suriadi Said by Suriadi Said
26 Mei 2025 | 22:46
Reading Time: 2 mins read
0
Jelajahi Kearifan Lokal di Festival Mappadendang Season 3, Ini Jadwal dan Acaranya
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PANGKEP, Pranala.co – Desa Bara Batu kembali bersinar dengan semangat pelestarian budaya. Untuk ketiga kalinya, desa yang terletak di Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep ini, akan menggelar Bara Batu Mappadendang Season 3, sebuah perayaan budaya tahunan yang sarat nilai adat dan kebersamaan. Acara akan berlangsung meriah mulai Sabtu, 12 Juli 2025.

Mengusung tema “Bersama Lestarikan Budaya Emas”, perayaan ini tak sekadar menjadi panggung hiburan, melainkan juga wadah memperkuat identitas lokal dan warisan budaya leluhur yang terus dijaga di tengah arus modernisasi.

PILIHAN REDAKSI

Sambut MTQ Korpri Nasional 2026, Alun-Alun Citra Mas Pangkep Dipoles Rp1,59 Miliar

Sambut MTQ Korpri Nasional 2026, Alun-Alun Citra Mas Pangkep Dipoles Rp1,59 Miliar

15 Juni 2026 | 11:23
Ada 12 Proyek Menunggu, DPRD Pangkep Minta Pembangunan Piping Disinkronkan

Ada 12 Proyek Menunggu, DPRD Pangkep Minta Pembangunan Paving Disinkronkan

14 Juni 2026 | 19:40

Mappadendang menjadi jantung dari perayaan ini. Tradisi adat pasca panen ini diiringi bunyi lesung dan alu yang ditumbuk secara ritmis oleh perempuan desa, menciptakan irama yang menenangkan sekaligus menggetarkan jiwa.

Lebih dari sekadar pesta rakyat, Mappadendang merupakan ungkapan syukur atas panen yang melimpah dan simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan leluhur.

“Tradisi ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi dirayakan bersama. Ia mengajarkan kita tentang gotong royong dan rasa syukur,” ujar Haris, Kepala Desa Bara Batu, dalam keterangannya kepada media.

Acara akan dibuka dengan Pawai Obor, yang akan menyusuri jalanan desa dengan cahaya-cahaya semangat kebersamaan. Ribuan warga dan tamu undangan diprediksi akan memadati jalur pawai, yang menjadi simbol harapan dan penerang masa depan budaya lokal.

Tak kalah menarik, panggung utama akan diisi dengan penampilan seni budaya tradisional, seperti Tarian Mappadendang, Pammenca’ (silat tradisional), hingga Maggiri’ (tarian trance) yang memukau.

Sorotan utama malam perayaan adalah penampilan khusus dari Sanggar Seni Masagena. Sanggar ini dikenal piawai mengangkat koreografi khas Bugis-Makassar yang menggambarkan kekuatan nilai adat, keberanian, dan kelembutan dalam harmoni gerak.

Tidak hanya pertunjukan, Bara Batu Mappadendang juga menghadirkan pameran budaya lokal. Di sini, pengunjung bisa menjelajahi beragam hasil karya masyarakat desa—mulai dari kerajinan tangan, alat pertanian tradisional, hasil bumi, hingga kuliner khas yang kaya cita rasa dan sejarah.

Setiap stan pameran seakan menjadi potongan mozaik dari sejarah panjang Desa Bara Batu. Dari makanan tradisional yang diwariskan turun-temurun hingga anyaman bambu yang masih dibuat dengan teknik kuno, semuanya menjadi bagian dari cerita besar tentang kearifan lokal.

Menurut Haris, kegiatan ini adalah bentuk nyata perlawanan terhadap arus homogenisasi budaya yang kian kuat.

“Bara Batu Mappadendang Season 3 adalah undangan terbuka bagi siapa saja untuk menyelami kearifan lokal yang masih lestari. Ini adalah napas segar bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya mereka,” ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pemerintah Desa Bara Batu mengundang masyarakat Pangkep dan sekitarnya, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk hadir dan merasakan langsung kekayaan budaya yang masih hidup dan berkembang. [IR]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pangkep
Previous Post

PTM Pelabuhan Cup I Sukses Digelar, Wawali Bontang Janji Tambah Anggaran

Next Post

Bebas usai Dibina, 11 Narapidana Lapas Bontang Resmi Kembali ke Pelukan Keluarga

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Bebas usai Dibina, 11 Narapidana Lapas Bontang Resmi Kembali ke Pelukan Keluarga

Bebas usai Dibina, 11 Narapidana Lapas Bontang Resmi Kembali ke Pelukan Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved