Bontang, PRANALA.CO – Musim penerimaan peserta didik sebentar lagi dimulai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang telah resmi mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan Disdikbud, Selasa (29/4/2025).
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menjelaskan bahwa penyusunan juknis ini merujuk pada Pasal 33 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB. Disebutkan, setiap daerah wajib menetapkan sistem penerimaan yang berpedoman pada aturan nasional.
“Selain itu, kewenangan daerah dalam pengelolaan pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Maka dari itu, juknis ini merupakan panduan resmi bagi sekolah dan orang tua murid,” terang Saparuddin.
Empat Jalur Pendaftaran
Tahun ini, SPMB di Bontang akan dibuka melalui empat jalur, yaitu:
- Jalur Domisili
- Jalur Afirmasi
- Jalur Prestasi
- Jalur Mutasi
Namun, ada perbedaan komposisi kuota untuk jenjang SD dan SMP. Untuk Sekolah Dasar (SD), kuota dibagi sebagai berikut:
- Domisili: 70%
- Afirmasi: 25% (rinciannya: Gakin 15%, Inklusi 5%, GTK 5%)
- Mutasi: 5%
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembagian kuotanya menjadi lebih beragam:
- Domisili: 40%
- Afirmasi: 25% (Gakin 10%, Pesisir 5%, Inklusi 5%, GTK 5%)
- Mutasi: 5%
- Prestasi: 30%
Jalur prestasi sendiri dibagi lagi menjadi dua bagian, yakni:
- Prestasi Akademik (nilai ujian): 20%
- Prestasi lomba akademik/non-akademik: 10%
Saparuddin menekankan, kebijakan ini dirancang agar proses penerimaan lebih inklusif, adil, dan memberikan kesempatan kepada semua anak tanpa terkecuali. Termasuk di dalamnya anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, anak guru, serta siswa yang memiliki prestasi.
“Harapan kami, para orang tua dan sekolah bisa memahami mekanisme ini agar proses pendaftaran berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.
Dengan sistem ini, Disdikbud Bontang berharap mampu mendorong pemerataan pendidikan sekaligus memprioritaskan akses untuk anak-anak dari berbagai latar belakang sosial. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 1