• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kaltim Usulkan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai Pahlawan Nasional

Suriadi Said by Suriadi Said
9 April 2021 | 13:17
Reading Time: 3 mins read
0
Kaltim Usulkan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai Pahlawan Nasional

Lukisan Sultan Aji Muhammad Idris.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) meminta salah seorang tokoh Kesultanan Kutai Aji Muhammad Idris ditetapkan menjadi salah satu pahlawan nasional. Sultan ini gugur saat bertempur melawan pasukan VOC di Sulawesi Selatan (Sulsel) sekitar tahun 1735-1778.

“Ini tidak boleh tidak, tahun ini kita usulkan dan harus bersatu terus memperjuangkan ke Jakarta,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi seperti di akun Instagram Pemprov Kaltim, Kamis (8/5/2021).

PILIHAN REDAKSI

Kukar jadi Penopang Kaltim di Kejurnas Taekwondo 2026, Sumbang 5 Medali

Kukar jadi Penopang Kaltim di Kejurnas Taekwondo 2026, Sumbang 5 Medali

26 April 2026 | 23:57
Kurir Dibayar Rp800 Ribu, Sabu Senilai Rp2,7 Miliar Dibawa Keliling Kukar, Satu Masih Buron

Kurir Dibayar Rp800 Ribu, Sabu Senilai Rp2,7 Miliar Dibawa Keliling Kukar, Satu Masih Buron

15 April 2026 | 22:50

Dinas Sosial Kaltim menggelar seminar calon pahlawan nasional asli Kaltim dari Kesultanan Kutai Sultan Aji Muhammaad Idris. Acara dilaksanakan secara luring dan daring di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.

Seminar offline diikuti 40 peserta, termasuk anggota DPR RI (Komisi VII) H Awang Faroek Ishak, peserta online 160 orang dari Gubernur Sulsel, Bupati Wajo, OPD Provinsi Kaltim, OPD Pemkab Kukar.

Sehubungan itu, Hadi akan memastikan agar Sultan Aji Muhammad Idris terpilih menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, pengorbanan Sultan Kutai ini sudah menjadi bukti jiwa kepahlawanan dan harus diakui secara de facto oleh negara.

Rakyat Kaltim pun diminta bersatu dalam mendesak ke pemerintah pusat tentang perjuangan Sultan Aji Muhmmad Indris. Sebelumnya, Kaltim telah beberapa kali meminta negara mengakui Sultan Kutai ini sebagai pahlawan nasional.

“Insya Allah semuanya harus berjuang agar usulan dalam tahun ini bisa berhasil, sehingga Kaltim memiliki pahlawan nasional,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat Kaltim bisa turut merasa bangga serta mewarisi jiwa kepahlawanan Sultan Aji Muhammad Idris. Semangat patriotik ini menjadi warisan bagi seluruh generasi muda.

Pemprov Kaltim masih terus mengkaji serta mengumpulkan fakta tentang peran dan perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris dalam melawan penjajahan VOC Belanda. Pengumpulan data dilakukan lewat pelbagai sumber dan saksi dari Kesultanan Kutai.

“Masih mengkaji dan menelusuri peran perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris,” kata Ketua Panitia Seminar Juraidi.

Alat bukti dan keterangan saksi ini, kata Juraidi nantinya dibawa untuk disampaikan pada pemerintah pusat. Sebagai syarat pengusulan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai pahlawan nasional dari Kaltim.

Seminar dihadiri narasumber dari Kementerian Sosial RI Drs.Joko Irianto, dan Kesultanan Kukar H Aji Bambang Imran. Selain itu, turut hadir Guru Besar Ilmu Sejarah dan Kepariwisataan Universitas Negeri Makassar Prof Andi Irma Kesuma, serta Universitas Indonesia Dr Didik Prajoko dan akademisi Nasihin S.S.M.A.

Seperti termuat dalam Wikipedia, Sultan Aji Muhammad Idris adalah Sultan ke 14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang memerintah mulai tahun 1735 hingga tahun 1778. Ia menjadi sultan pertama yang menggunakan nama Islam semenjak masuknya agama ini di Kesultanan Kutai Kartanegara memasuki abad 17.

Sultan Aji Muhammad Idris merupakan menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng asal Sulsel.  Sehingga, Ia membantu mertuanya dan rakyat Bugis melawan pasukan VOC Belanda di tanah Wajo. Saat itu, kendali Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian.

Dalam pertempuran melawan VOC ini, Aji Muhammad Idris gugur di medan laga. Jenazahnya hingga kini diduga masih bersemayam di Sulsel. Sepeninggal Aji Muhammad Idris, terjadi perebutan takhta kerajaan oleh Aji Kado. Putera mahkota kerajaan Aji Imbut yang saat itu masih kecil kemudian dilarikan ke Wajo.

Aji Kado kemudian meresmikan namanya sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan menggunakan gelar Sultan Aji Muhammad Aliyeddin.

Seorang saksi dari silsilah Lamaddukelleng ke 8 Andi Irma Kesuma mengatakan, Kerajaan Kutai adalah kerajaan yang terbuka dan dinamis karena memiliki sungai yang cukup besar dalam sistem perdagangan. Dalam konteks kesejarahan nusantara di Indonesia, Kerajaan Hindu pertama adalah Kerajaan Kutai itu sendiri.

Memasuki abad ke XVIII, Kerajaan Kutai berubah menjadi Kesultanan Kutai menyusul masuknyaagama Islam di Kaltim. Kesultanan juga anti terhadap praktik kolonialisme dan pola perdagangan monopoli dipaksakan VOC.

Pada waktu itu, lanjut Andi Irma Kesuma, juga kelihatan bagaimana kebesaran Sultan Aji Muhammad Idris, merangkul kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Salah satunya Kerajaan Paser, dan itu suatu kekuatan yang dibangun tentang integritas dan visi perjuangannya.

“Ada pada tiga pilar yakni menyambung kembali silaturahmi kerajaan-kerajaan dalam satu visi yang sama dalam melawan kolonialisme. Kedua, kesultanan berdasarkan Islam, dan ketiga, bagaimana melawan Belanda dan sekutunya,” ujar Irma. **

Tags: Kutai KartanegaraPahlawan NasionalSultan Aji Muhammad IdrisSultan Kutai
Previous Post

Patut Dicoba! Pupuk NPK Cair Bisa Dibuat dari Kulit Pisang

Next Post

110 Lapak bakal Meriahkan Pasar Ramadan

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
110 Lapak bakal Meriahkan Pasar Ramadan

110 Lapak bakal Meriahkan Pasar Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved