Pranala.co, SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, mendorong penguatan layanan kesehatan dasar untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Kaltim.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Dinas Kesehatan Kaltim yang terus mengoptimalkan program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kami sangat mengapresiasi Diskes Kaltim. Tapi untuk penurunan AKI dan AKB yang signifikan, kita butuh kerja bersama lintas sektor dan kebijakan yang lebih terstruktur,” ujar Andi Satya, Senin (23/6/2025) di Samarinda.
Politisi dari Partai Golkar itu menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil yang masih minim fasilitas.
Ia mengusulkan agar program Puskesmas Plus dan revitalisasi PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) diperkuat, terutama di daerah dengan AKI dan AKB tinggi.
“Kami mendorong penambahan anggaran untuk SDM dan alat medis di puskesmas. Puskesmas Plus dan PONED harus menyentuh sampai ke pelosok,” jelasnya.
Andi Satya juga menyoroti pentingnya membangun sistem rujukan digital untuk ibu hamil berisiko tinggi. Menurutnya, proses rujukan harus real-time dan terintegrasi.
“Data AKI dan AKB jangan tunggu laporan tahunan. Harus realtime. Kalau ada ibu hamil risiko tinggi atau bayi lahir dengan berat rendah, harus langsung tertangani,” tegas dokter spesialis kandungan ini.
Ia menilai, banyak kasus kematian ibu dan bayi terjadi karena minimnya pemahaman ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan dan pentingnya gizi.
“Edukasi tentang reproduksi, gizi, dan kapan harus ke fasilitas kesehatan itu sangat penting. Ini soal nyawa, dan kita semua punya tanggung jawab,” tambahnya.
Dengan kombinasi pendekatan lintas sektor, penguatan infrastruktur, digitalisasi sistem rujukan, dan edukasi yang masif, Andi optimistis angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.
“Semoga AKI dan AKB di Kaltim bisa turun drastis. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, demi masa depan generasi yang lebih sehat dan kuat,” pungkasnya.
[ADS/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















