Pranala.co, BONTANG – Kekhawatiran orangtua soal maraknya penyakit cacingan langsung ditanggapi serius oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan, kasus cacingan di Kota Taman hingga kini masih nihil.
Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe, menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Seluruh puskesmas di Bontang telah melakukan pengumpulan data. Hasilnya, belum ada satu pun anak yang terdeteksi menderita penyakit tersebut.
“Kasus cacingan di Bontang masih nol. Jadi jangan panik,” ujar Bahtiar, Rabu (27/8/2025).
Bahtiar mengingatkan, kepanikan justru bisa berbahaya bila membuat orang tua sembarangan membeli obat cacing tanpa petunjuk dokter. Obat tetaplah bahan kimia. Jika dikonsumsi melebihi aturan, dampaknya bisa membahayakan kesehatan anak.
“Kalau khawatir, periksakan anak ke puskesmas. Dokter akan menentukan dosis yang sesuai,” tegasnya.
Diskes Bontang juga meluruskan kabar yang sempat viral tentang kematian seorang anak bernama Raya akibat cacingan. Menurut Bahtiar, kasus itu dipicu kondisi lingkungan rumah yang tidak layak, lantai masih berupa tanah, dan minim perhatian orang tua.
“Di Bontang sudah tidak ada rumah dengan lantai tanah. Jadi, kontak langsung seperti kasus di sana tidak terjadi di sini,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bontang selama ini rutin menjalankan program pemberian obat cacing gratis setiap enam bulan sekali. Pelaksanaannya dilakukan lewat puskesmas dan sekolah.
“Bulan depan program pemberian obat cacing gratis kembali dijalankan. Sasaran utamanya anak usia sekolah,” kata Bahtiar.
Bahtiar menambahkan, pola hidup bersih tetap menjadi langkah utama pencegahan. Orang tua diminta memastikan anak selalu cuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan rumah, serta rutin mengikuti program pemberian obat cacing dari pemerintah.
“Intinya, lebih baik tenang dan ikut program yang ada daripada panik lalu asal minum obat,” pungkasnya. (FR)















