• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kasus Mutilasi di Samarinda Kaltim Terungkap, Diduga Motif Sakit Hati dan Harta

Dua Pelaku Ditangkap dalam 12 Jam, Suami Siri jadi Tersangka

Suriadi Said by Suriadi Said
22 Maret 2026 | 18:35
Reading Time: 2 mins read
0
Kasus Mutilasi di Samarinda Kaltim Terungkap, Diduga Motif Sakit Hati dan Harta

Tangkapan layar salah satu terduga pelaku mutilasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SAMARINDA, Pranala.co — Kepolisian berhasil mengungkap kasus penemuan jasad korban mutilasi yang menggegerkan warga di Jalan Gunung Pelanduk, Kelurahan Sempaja Utara, dalam waktu kurang dari 12 jam. Dua orang pelaku diamankan, Minggu (22/3/2026) dini hari.

Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, mengungkapkan bahwa kedua pelaku masing-masing berinisial J alias W dan seorang perempuan berinisial R. J diketahui merupakan suami siri korban, sementara keduanya disebut saling mengenal dan sering berinteraksi dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal.

PILIHAN REDAKSI

Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

13 Juli 2026 | 14:39
Warga Kutim Temukan Pria Meninggal di Parit, Diduga Kecelakaan Tunggal

Warga Kutim Temukan Pria Meninggal di Parit, Diduga Kecelakaan Tunggal

3 Mei 2026 | 21:44

Pelaku J ditangkap di kawasan Jalan M. Yamin, Samarinda Utara sekira pukul 01.40 WITA. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan pelaku R di lokasi berbeda.

“Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran kami,” ujar Hendri Umar.

Motif Sakit Hati dan Keinginan Menguasai Harta

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan tersebut diduga telah direncanakan oleh kedua pelaku sejak jauh hari. Polisi mengungkap dua motif utama dalam kasus ini, yakni rasa sakit hati akibat tuduhan perselingkuhan serta keinginan untuk menguasai barang milik korban.

“Peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya. Motifnya sakit hati dan ingin menguasai harta korban,” jelas Hendri.

Polisi juga menemukan bahwa kedua pelaku telah melakukan survei lokasi pembuangan jasad sejak Januari 2026 dan memilih kawasan Gunung Pelanduk sebagai tempat pembuangan.

Pembunuhan Terjadi di Rumah Pelaku

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Jumat (20/3/2026) dini hari di rumah pelaku R di kawasan Jalan Anggur, Samarinda. Saat itu, korban yang tengah tertidur dianiaya oleh pelaku J menggunakan benda keras.

Korban sempat berusaha melarikan diri dan meminta pertolongan. Namun, pelaku R diduga turut terlibat dengan mendorong korban hingga kembali terjatuh dan mengalami penganiayaan berulang yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku membersihkan lokasi kejadian sebelum kemudian melakukan pemotongan tubuh korban pada sore harinya.

“Tindakan mutilasi dilakukan untuk mempermudah pemindahan jasad ke lokasi pembuangan,” ujar Hendri.

Jasad Dibuang di Dua Titik

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di kawasan semak belukar Jalan Gunung Pelanduk. Potongan tubuh ditemukan di dua titik berbeda dengan jarak sekitar 70 hingga 100 meter.

Petugas dari unit Inafis Polresta Samarinda yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan total tujuh potongan tubuh, terdiri dari kepala, dua tangan, dua kaki, bagian paha, serta badan korban. Seluruh bagian tubuh ditemukan dalam kondisi terpisah dan sebagian dibungkus dalam karung.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan dua karung yang digunakan untuk membungkus jasad.

Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut. Hingga kini, identitas korban masih dalam proses pendalaman, namun korban diduga berjenis kelamin perempuan.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Kepolisian memastikan proses penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa serta kemungkinan adanya unsur lain dalam kasus tersebut. (RE/DIAS)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: MutilasiPenemuan Mayat
Previous Post

Kasus Kuota Haji, Eks Menteri Agama Kini Berstatus Tahanan Rumah

Next Post

Kasus Mutilasi di Samarinda, Ini Peran Suami Siri dan Orangtua Angkat

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kasus Mutilasi di Samarinda, Ini Peran Suami Siri dan Orangtua Angkat

Kasus Mutilasi di Samarinda, Ini Peran Suami Siri dan Orangtua Angkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved