• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kecemasan Orangtua Siswa karena Dapur MBG di Bontang Belum Bersertifikat Halal dan Higienis

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Oktober 2025 | 18:13
Reading Time: 2 mins read
0
Kecemasan Orangtua Siswa karena Dapur MBG di Bontang Belum Bersertifikat Halal dan Higienis Hindari Keracunan, Penyaluran MBG di Bontang Dilakukan Bertahap

Pemerintah Kota Bontang mulai menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang sejatinya lahir dari niat mulia: memastikan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi seimbang setiap hari. Namun di balik tujuan baik itu, kini muncul kegelisahan baru di kalangan orang tua murid.

Pasalnya, seluruh dapur penyedia makanan MBG di Bontang belum memiliki sertifikat laik higienis sanitasi (SLHS) maupun sertifikat halal. Padahal, dua dokumen itu menjadi syarat mutlak untuk menjamin keamanan dan kelayakan makanan yang disajikan untuk anak-anak sekolah.

PILIHAN REDAKSI

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

15 Juli 2026 | 14:16
Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01

“Programnya bagus, kami dukung. Tapi soal sertifikat layak itu harusnya wajib. Bahaya kalau tidak dipenuhi,” ujar Maya Aqila Fina, salah satu orangtua murid, Jumat (10/10).

Maya bercerita, pernah ada kasus anak sekolah yang mendapati ulat di dalam sayur MBG. “Anak itu cuma makan ayam sama nasi, tapi besoknya malah sakit,” tuturnya.

Cerita semacam itu membuat para guru ikut waspada. Mereka kini rutin mengingatkan siswa untuk memeriksa makanan sebelum disantap.

“Kami selalu bilang ke anak-anak, kalau makanannya tidak layak, lebih baik jangan dimakan. Tapi Alhamdulillah, sejauh ini masih aman,” kata Darmawati, salah satu guru SMA swasta di Bontang.

Ia berharap pengelola dapur segera mengurus kelengkapan sertifikat halal dan SLHS. “Kalau itu sudah beres, orang tua dan guru juga tenang,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspianur, membenarkan bahwa sejauh ini belum ada dapur MBG yang mengajukan proses sertifikasi.

Menurutnya, penerbitan SLHS memang menjadi kewenangan DPMPTSP. Namun, sebelum itu dilakukan, pihaknya membutuhkan rekomendasi teknis dari Dinas Kesehatan (Diskes).

“Sesuai hasil rapat, kami akan segera turun langsung meninjau lima SPPG tersebut,” jelas Aspianur.

Rahmat Fadly, salah satu orang tua murid lainnya, menegaskan bahwa sertifikat halal dan higienis bukan sekadar selembar kertas.

“Ini wajib, apalagi kita mayoritas muslim. Dapur MBG banyak orangnya, dan tidak semua juru masaknya muslim. Jadi kepastian halal itu penting,” ujarnya.

Rahmat mendukung penuh program MBG, tapi meminta agar sebelum dapur beroperasi penuh, dilakukan simulasi proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Dengan begitu, kendala bisa diketahui lebih awal, bukan setelah makanan dikonsumsi anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Agustina, warga lain, menyoroti seleksi penyedia dapur MBG yang dinilainya kurang ketat.

“Masa program pemerintah tapi pakai dapur yang belum bersertifikat. Kesannya asal pilih, yang penting kenal. Takutnya yang masak belum terbiasa masak dalam jumlah besar. Bisa berantakan jadinya,” keluhnya.

Keluhan warga ini beralasan. Sertifikat halal memastikan bahan dan proses pengolahan makanan sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan sertifikat laik higienis sanitasi menjamin dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Keduanya bukan sekadar aturan, tapi perlindungan bagi anak-anak yang menjadi penerima manfaat program MBG.

“Ini bukan soal birokrasi. Ini soal tanggung jawab dan kepercayaan. Kami cuma ingin anak-anak makan dengan aman dan tenang,” tutup Rahmat. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: Makan Bergizi
Previous Post

MUI Bontang Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Segera Urus Sertifikat Halal

Next Post

NEKAT! Pria Ini Gasak Mobil di Halaman Koramil Balikpapan Barat

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
NEKAT! Pria Ini Gasak Mobil di Halaman Koramil Balikpapan Barat

NEKAT! Pria Ini Gasak Mobil di Halaman Koramil Balikpapan Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved