Pranala.co, SANGATTA – Program makan bergizi gratis (MBG) terus diperkuat. Salah satunya lewat rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas Kodim 0909/Kutai Timur (Kutim).
Dandim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto mengatakan, pembangunan SPPG merupakan tindak lanjut arahan Panglima TNI. Setiap satuan diimbau memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan dapur MBG.
“Kalau ada lahan kosong di satuan, bisa digunakan untuk membangun dapur MBG. Untuk di Kutim, kami siapkan lahan Koramil Sangatta Utara,” ujarnya, Rabu (1/10).
Ragil menjelaskan ada dua opsi pembangunan dapur gizi. Pertama, melalui kerja sama dengan mitra. Kedua, menunggu dukungan komando atas.
“Tapi kalau ingin cepat, tentu perlu anggaran. Supaya lahan bisa segera dimanfaatkan,” tambahnya.
Selain membangun dapur, Kodim 0909/Kutim juga mendapat tugas melakukan pendampingan dan pengawasan program MBG. Hal ini, kata Ragil, penting untuk menjamin kualitas makanan.
“Pengawasan tidak hanya di Sangatta. Kami lakukan masif di seluruh kecamatan. Setiap dapur akan dijaga ketat, agar makanan bergizi aman dikonsumsi,” tegasnya.
Di setiap dapur nantinya ada tiga hingga empat tenaga profesional. Mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan. Tugas Kodim dan jajarannya adalah memastikan standar itu benar-benar berjalan di lapangan.
Pengawasan melibatkan seluruh jajaran, termasuk Koramil dan Babinsa. Mereka bertugas mendampingi sejak proses pengolahan bahan baku hingga distribusi makanan ke penerima manfaat.
“Kami ingin memastikan program ini benar-benar aman. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan anak bangsa, seperti keracunan massal di daerah lain,” jelas Ragil.
Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal membangun dapur. Tapi juga bagian dari tanggung jawab moral menjaga generasi penerus.
“Ini perintah Panglima TNI. Kami akan kawal agar program MBG berjalan baik,” tegasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















