• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Liberika Kayong, Varietas Kopi Pertama Pulau Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
15 Desember 2021 | 05:32
Reading Time: 3 mins read
1
Liberika Kayong, Varietas Kopi Pertama Pulau Kalimantan

Kopi liberika © Hidayat Huda Shutterstock

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Menikmati secangkir kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Apalagi beberapa tahun belakangan ini, minum kopi juga menjadi tren di kalangan anak muda, terbukti dengan menjamurnya kedai-kedai kopi di Tanah Air. Sebelas dua belas dengan kebiasaan makan nasi, kini banyak orang juga tak melewatkan minum kopi setiap hari.

Masyarakat Indonesia mengenal jenis biji kopi seperti arabika dan robusta, tetapi ada satu lagi varian dari biji kopi yaitu liberika. Ketiganya dikenal memiliki rasa yang berbeda. Arabika terkenal dengan rasa cenderung asam, robusta memiliki rasa yang lebih pahit, sedangkan liberika memiliki rasa pahit dan beraroma menyengat.

PILIHAN REDAKSI

Tolak Tanam Sawit, Kelompok Tani di Kutim Sukses Cuan dari Kopi Liberika

Tolak Tanam Sawit, Kelompok Tani di Kutim Sukses Cuan dari Kopi Liberika

3 Juli 2026 | 14:29
Kopi Liberika, ‘Emas Hitam’ dari Pulau Borneo

Kopi Liberika, ‘Emas Hitam’ dari Pulau Borneo

21 April 2021 | 08:15

Dibanding arabika dan robusta, nama liberika bisa memang kalah pamor karena keberadaannya tergolong langka di pasaran. Penanaman biji kopi liberika juga sempat kurang diminati petani karena bobot bijinya hanya 10 persen dari bobot kopi basah dan berpengaruh pada penghasilan mereka.

Namun, upaya mengenalkan kopi liberika terus dilakukan. Baru-baru ini di Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan Barat mengumumkan varietas kopi pertamanya yaitu kopi liberika Kayong. Kopi ini telah mendapatkan legalitas dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian. Seperti apa kopi liberika Kayong tersebut? Berikut penjelasannya:

Gusti Iwan Darmawan, pegiat kopi Kalimantan Barat dan juga pemilik Kopi Jago Jalanan mengatakan bahwa proses pendaftaran dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara atas nama Bupati Kayong Utara dan usulan masyarakat petani kopi Kayong Utara yaitu Kelompok Tani Cahaya Kayong Seponti.

Proses yang telah dilalui pun tak mudah untuk mendapatkan legalitas, tetapi semua perjuangan tersebut telah terbayar tuntas. Kini kopi liberika Kayong telah terdaftar secara resmi sebagai varietas lokal Kalimantan Barat dengan nomor 1750/PVL/2021.

“Pendaftaran varietas lokal kopi liberika ini bertujuan melindungi kopi liberika yang telah dibudidayakan masyarakat dan tentunya telah mengalami perubahan dan mampu beradaptasi dengan kondisi lahan perkebunan rakyat di Kayong Utara. Disamping itu masyarakat Kayong Utara sudah tidak perlu bingung lagi mau memilih dan mengembangkan kopi pada lahannya,” ujar Iwan, seperti dikutip Sariagri.id.

Citra Duani selaku Bupati Kayong Utara mendukung penuh langkah pengenalan dan perlindungan untuk kopi lokal Kayong tersebut. Ia pun berharap pengenalan kopi Kayong tidak hanya terbatas di daerah asalnya saja, tapi bisa lebih luas ke tingkat nasional hingga internasional.

Menurut keterangan Iwan, kopi liberika Kayong semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Jenis kopi liberika ini memiliki rasa buah-buahan dan peminatnya semakin banyak di seluruh Nusantara.

“Kopi liberika memiliki aneka cita rasa khas buah-buahan. Hal itu karena tumbuh di pesisir pantai dan di sekitar kebun kopinya terdapat tumbuh-tumbuhan liar seperti jambu monyet dan lainnya sehingga memengaruhi rasa pada kopi,” kata Iwan, seperti dilansir Bisnis.com.

Kopi liberika Kayong telah memecahkan rekor penjualan kopi liberika tertinggi dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Penjualan tersebut dilakukan dalam sebuah gelaran lelang kopi di Kamus Kopi Indonesia. Di acara tersebut, kopi khas Kayong tersebut terjual seharga Rp8 juta per kilogram.

Para penawar kopi tersebut berasal dari Korea Selatan hingga Kanada, tetapi pemenang lelang tersebut merupakan orang Indonesia dengan tawaran Rp3,5 juta per 440 gram. “Kalau kita konversikan berarti satu kilogramnya hampir Rp8 juta,” kata Steve Ganiputra Hidayat, pemilik Kamus Kopi Indonesia.

Steve menjelaskan bahwa dirinya tertarik menjual kopi Kayong karena dinilai memiliki potensi, tetapi belum banyak dikenal pecinta kopi di Indonesia.

Yusianto, seorang pencicip kopi dan peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember mengatakan kopi liberika oleh masyarakat biasa disebut kopi nongko (nangka) karena memiliki biji besar, bisa dua kali lipat dari biji kopi arabika, dan rasanya ada aroma sayuran. Daun kopi liberika juga mengandung lebih banyak kafein dibanding bijinya.

Kebanyakan kopi liberika tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 400-600 mdpl. Untuk menanam jenis kopi ini, dibutuhkan daerah dengan suhu ideal maksimal 27-30 derajat Celsius dengan curah hujan sekitar 1.500-2.000 mm per tahun, lengkap dengan sinar matahari penuh dan berada di bawah pepohonan lain. [red]

Tags: kopi kalimantanKopi Liberika
Previous Post

Limbah Batubara Diduga Cemari Sumber Air Bersih Warga Penajam

Next Post

VIDEO: Bapenda Sosialisasikan Pajak Hotel dan Parkir

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
VIDEO: Bapenda Sosialisasikan Pajak Hotel dan Parkir

VIDEO: Bapenda Sosialisasikan Pajak Hotel dan Parkir

Comments 1

  1. Ping-balik: Kapan Waktu Pas Minum Kopi, saat Sahur atau Buka Puasa? – pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved