SAMARINDA, Pranala.co — Kebakaran melanda kawasan Pasar Induk Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (26/3/2026) dini hari sekira pukul 04.20 Wita. Peristiwa ini menghanguskan puluhan bangunan dan menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang menggantungkan hidup di lokasi tersebut.
Data sementara mencatat sedikitnya 17 unit ruko dan 28 lapak pedagang kaki lima ludes terbakar. Api yang cepat membesar membuat para pedagang tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang dagangan mereka.
Salah satu pedagang terdampak, Hj. Bunga (39), mengaku hanya bisa menyelamatkan diri saat kobaran api mulai menjalar ke bagian atas bangunan.
“Apinya cepat sekali membesar. Kami tidak sempat menyelamatkan barang, yang penting selamat dulu,” ujarnya.
Perempuan yang telah berjualan sejak 2005 itu menuturkan, seluruh aset usahanya hangus dalam kejadian tersebut. Ia mengelola empat petak toko yang menjual sembako dan sayuran.
Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai lebih dari Rp300 juta. Seluruh stok barang, mulai dari bahan kebutuhan pokok, ratusan slop rokok, hingga peralatan seperti mesin pembeku (freezer), tidak dapat diselamatkan.
Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh Hj. Bunga, tetapi juga puluhan pedagang lainnya yang kini kehilangan sumber penghasilan utama.
Di tengah situasi tersebut, para pedagang berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Kota Samarinda untuk membantu proses pemulihan. Mereka menginginkan agar fasilitas tempat berjualan dapat segera dibangun kembali.
Berdasarkan informasi awal, proses pembersihan area pascakebakaran diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari. Sementara itu, pembangunan kembali lapak dan ruko diharapkan dapat selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
“Harapan kami, tempat ini bisa segera dibangun kembali. Ini satu-satunya mata pencaharian kami,” ujar Hj. Bunga. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















