• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

M. Noor, Pelopor Infrastruktur Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
8 April 2021 | 01:04
Reading Time: 3 mins read
0
M. Noor, Pelopor Infrastruktur Kalimantan
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Dialah Pangeran Mohammad Noor, yang menjadi satu-satunya tokoh Kalimantan, yang beberapa waktu lalu telah diresmikan oleh Presiden RI sebagai pahlawan nasional.

Pangeran Mohammad Noor merupakan bangsawan Kesultanan Banjar yang lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, 24 Juni 1901. Dalam keberadaannya Noor punya jasa besar tatkala ditunjuk menjadi gubernur pertama Kalimantan yang kala itu masih disebut Borneo.

PILIHAN REDAKSI

Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

Kalimantan Bergerak Dekati Pulau Jawa 7 Sentimeter per Tahun? Ini Penjelasan Ahli

20 Februari 2025 | 02:37
Mengenal Sejarah Teka-Teki Silang yang Kini Menjadi Permainan Populer

Mengenal Sejarah Teka-Teki Silang yang Kini Menjadi Permainan Populer

17 November 2024 | 22:48

Dikutip melalui Historia, sejarawan Sulawesi Selatan menyebut bahwa Noor merupakan gubernur pertama yang memiliki andil juga jasa besar dalam mempersatukan pejuang di Kalimantan.

Dalam keberadaannya, Noor tidaklah sulit untuk mengenyam pendidikan di zaman kolonial, sebab kehadirannya sebagai seorang bangsawan membuatnya berhak mendapat bangku pendidikan yang baik. Diketahui bahwa Noor berkuliah di Technische Hooge School di Bandung. Di sana Noor mendalami teknik lingkungan.

Tak hanya itu ia pun aktif sebagai anggota Jong Islamieten Bond (Ikatan Pemuda Islam). Di tahun 1927 ia pun berhasil meraih gelar insinyur sipil dan menjadi orang Kalimantan pertama yang memiliki predikat sarjana.

Sebelumnya, Noor sempat menjadi pegawai kolonial dan lama menghabiskan waktunya di tanah Jawa sebagai teknokrat. Setelah lulus kulia, ia diangkat sebagai insinyur sipil pada Departement Verkeer dan Waterstaat yang menangani persoalan irigasi di Tegal.

pangeran banjar
Ir Pangeran Mohammad Noor (kanan) © Muhammad Ramli Arisno

Lalu tahun 1929 ia dimutasi ke Malang kemudian Batavia dan pada 1933 ia kembali ke Banjarmasin. Di sana, selain mendedikasian keahliannya dalam membenahi irigasi, Noor juga terjun ke politik sebagai anggota Dewan Rakyat Hindia, Voolkraad, menggantikan posisi ayahnya, Pangeran Ali.

Memasuki masa pendudukan Jepang, Noor diketahui menetap di Bondowoso dan mengemban tugas sebagai Kepala Irigasi Pakalem-Sampean. Lalu di awal 1945 ia diangkat menjadi wakil Sumbucho.

Sebagai bagian dari tokoh kemerdekaan Indonesia, jejak Noor hadir saat dirinya menjadi salah satu anggota BPUKI. Ia mewakili wilayah Kalimantan. Tepat saat Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemedekaan Indonesia, Noor kemudian ditunjuk menjadi Gubernur Kalimantan.

Disebutkan pula bahwa satu-satunya gubernur pertama yang bukan orang Soekarno ialah Mohammad Noor. Sebab Noor rupanya lebih dekat dengan Bung Hatta ketimbang Soekarno.

Menariknya, meski menjabat sebagai gubernur Kalimantan namun untuk sementara waktu ia berkantor di Jakarta. Sebab menjadi gubernur saat kondisi revolusi tengah bergolak tentu bukanlah perkara mudah. Apalagi di Kalimantan sedang terjadi keadaan yang cukup pelik.

Saat itu infrastruktur dan fasilitas yang menunjang roda pemerintahan sangat terbatas. Lebih lagi, Belanda masih berniat untuk kembali berkuasa di Kalimantan yang kaya akan sumber daya alam.

Persoalan semakin bertambah sebab Kalimantan memiliki kelompok sosial yang beragam dengan kepentingan yang beragam pula. Tak sedikit kelompok-kelompok tersebut cenderung menerima Belanda kembali.

Noor sendiri menjadi sukar untuk menjangkau daerah yang dipimpinnya. Bahkan situasi yang tidak kondusif praktis membuatnya tak berada di Kalimantan selama revolusi. Ia pun memerintah dari Yogyakarta, yang kemudian ia turut merangkap sebagai penasihat presiden dalam Dewan Pertimbangan Agung.

pangeran banjar1
Ir Pangeran Mohammad Noor | Sumber dok: Muhammad Ramli Arisno

Di masa kepemimpinannya, kebijakan Noor yang paling terkenal ialah terkait pembentukan elite MN 100 (Mohammad Noor 1001). Mereka berasal dari pemuda-pelajar Kalimantan yang dipersiapkan untuk terjun ke Palagan Kalimantan.

Pasukan MN 1001 sendiri merupakan kekuatan revolusi terbesar kedua setelah ALRI Divisi IV Kalimantan. Komandannya pun ialah seorang putra Dayak yakni Tjilik Riwut.

Melalui MN 1001, Noor kemudian mencetus gagasan pasukan payung (para troops) untuk menembus blokade laut Belanda di Kalimantan. Pada 1974, Noor menginisiasi pembentukan armada ALRI Divisi IV yang dipimpin oleh Kolonel Zakaria Madun yang lalu diteruskan Hassan Basry.

Noor juga menerbitkan majalah Mimbar Indonesia, yang mana segmen pembacanya ialah rakyat Indonesia yang berada di daerah pendudukan Belanda. Media ini kemudian berperan besar dalam menggaungkan seruan integrasi Republik dan menolak konsep negara federal warisan Belanda.

Jabatan gubernur pun disandangnya hingga tahun 1950. Di 1956-1959 Noor sempat menjadi Menteri Pekerjaan Umum era Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Di masa Orde Baru hingga akhir hayatnya ia berkhidmat menjadi wakil rakyat Kalimantan dalam DPR/MPR.

Mohammad Noor pun diketahui menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta, 15 Januari 1979. Ia dimakamkan di Komplek Pemakaman Sultan Adam, Martapura, Kalimantan Selatan.**

Tags: KalimantanPangeran BanjarPangeran Mohammad NoorSejarah
Previous Post

Rampas Ponsel Milik Bocah Pakai Sajam, Rahmat Masuk Penjara Lagi

Next Post

Mau Lihat Pesut Mahakam Langsung? Yuk Jalan-Jalan ke Danau Semayang

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post

Mau Lihat Pesut Mahakam Langsung? Yuk Jalan-Jalan ke Danau Semayang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved