• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Masih Ada Dua Ribu Pelajar Miskin Bontang Kesulitan Belajar di Rumah

Suriadi Said by Suriadi Said
27 Juli 2020 | 18:17
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PANDEMI Corona membuat banyak aktivitas kini dilakukan dari rumah mulai dari bekerja (work from home/WFH) hingga pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah. Kegiatan-kegiatan itu kini beralih ke online.

Peralihan ini membuat penggunaan kuota internet semakin besar. Alhasil, biaya yang dikeluarkan untuk internet jebol. Sedangkan tak semua orang mampu mengeluarkan biaya lebih untuk membeli kuota internet di tengah pandemi seperti ini.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Sejumlah orang tua di Kota Bontang, Kalimantan Timur mengeluhkan mengenai proses belajar di rumah lewat daring. Mereka menilai bahwa materi belajar daring yang diberikan guru sangat banyak dan membebani anak.

Canza Liza Dewi Purba, salah satu orang tua siswa bercerita bahwa anaknya yang saat ini berada di bangku sekolah dasar (SD) kelas II, setiap hari harus mengerjakan tugas. Anaknya juga selalu mendapatkan materi dari wali kelasnya dalam jumlah yang banyak.

“Akibatnya anak lebih banyak jenuhnya, kemudian juga susah diatur,” kata Dewi, Senin, 27 Juli 2020.

Meski materi dan pekerjaan rumah diberikan secara daring, kata Dewi, namun pengumpulan pekerjaan rumah tetap dilakukan manual. Orang tua harus datang ke sekolah untuk mengumpulkannya.

Sementara ujian sekolah tetap dijadwalkan, yakni setiap hari Sabtu, untuk menguji kemampuan anak selama sepekan mendapatkan materi yang dikirim oleh guru atau wali kelasnya.

Meski begitu, Dewi menilai belajar di rumah jauh lebih baik dibandingkan anaknya harus ke sekolah. “Dan saya lebih memilih anak saya belajar di rumah saja, dari pada harus belajar di sekolah di tengah pandemi ini,” ujarnya.

Terpisah, Heru Sutadi, orangtua murid ini juga menilai, dengan banyaknya aktivitas yang mesti dilakukan secara online muncul sejumlah permasalahan di lapangan. Menurutnya, pemerintah mesti sigap untuk masalah ini.

“Dan dengan PJJ terlihat banyak permasalahan seperti akses listrik yang tidak ada, akses internet yang belum tersedia, juga akses internet yang lambat dan tidak stabil. Kalaupun ada akses, tidak semua memiliki perangkat ponsel dan laptop serta pulsa. Pemkot harus sigap mengatasi hal tersebut,” katanya.

Ya, sistem PJJ selama masa pandemi ini belum dinikmati sejumlah pelajar miskin. Masih ada pelajar miskin yang harus bersusah payah mengikuti sistem pelajaran model baru ini.

Jika dihitung, ada sekira 2.140 pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama yang harus mengikuti pembelajaran secara manual. Berbeda dengan rekan-rekannya, mereka harus mengikuti pelajaran tanpa online atau Luar Jaringan (Luring).

Setiap pekan, orang tua murid datang ke sekolah mengambil Lembar Kerja (LK). Yang harus dikerjakan. Sepekan kemudian, kembali lagi. Menyetor hasil kerja anaknya.

Sementara itu, bagi pelajar yang mampu. Yang memiliki uang berlebih. Bisa membeli ponsel. Cukup belajar melalui layar ponsel mereka. Di rumah.

“Iya memang ada beberapa yang datang ke sekolah, karena tidak punya ponsel yang support,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Saparuddin.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang sadar. Masih ada sejumlah murid dari kelompok kurang mampu. Mereka tak bisa leluasa, seperti murid lainnya ikuti pelajaran via online. Dari layar ponsel, di rumah masing-masing.

Untuk itu, akhir bulan ini pemerintah bekerja sama dengan stasiun televisi lokal untuk menyiarkan program pendidikan.

“Tanggal 30 Juli kita luncurkan, namanya Simpel Jago (Sistem Pelajaran Juara, Aktif Global, Optimitis),” ujar Kabid Pendidikan Dasar, Saparuddin.

Di sistem ini, nantinya murid cukup menonton siaran pendidikan di layar kaca. Para guru bakal membawakan materi

“Nanti ada juga layanan interaktifnya, tanya jawab. Ada juga yang siaran rekaman,” tuturnya.

Selain pembelajaran itu. Pemerintah mensubsidi paket data internet bagi para pelajar. Sementara bagi pelajar miskin, bakal diberikan Lembar Kerja Sekolah (LKS) gratis. (*)

Tags: Belajar di RumahBontangKalimantan Timur
Previous Post

Kasus OTT Bupati Kutim, Puluhan Saksi Diperiksa di Makopolres Samarinda

Next Post

Sempat Demam, Wagub Kaltim Akhirnya Sembuh dari COVID-19

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post

Sempat Demam, Wagub Kaltim Akhirnya Sembuh dari COVID-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved