Pranala.co, BONTANG – Suasana berbeda terasa di ruang Persia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Sabtu (23/8/2025). Bukan warna cat dinding atau susunan rak buku yang berubah. Namun hangatnya percakapan yang memenuhi ruangan sederhana itu.
Sekira 30 lanjut usia alias lansia dan orangtua yang memiliki anak difabel duduk melingkar. Mereka bukan sekadar hadir untuk mendengar ceramah. Di ruang itu, mereka saling berbagi cerita, melepaskan beban, dan menemukan kembali ketenangan hati.
Itulah Kelas Healing Seri 4 bersama Mama Els. Program ini diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang.
Tujuannya sederhana tapi penting: memperkuat mental kelompok rentan agar tidak mudah dimanfaatkan, termasuk oleh para bandar narkoba.
“Kadang orang tua hanya ingin dimengerti. Lewat kelas ini akhirnya mereka bisa bicara, dan itu jadi awal dari pemulihan,” kata Mama Els, fasilitator kegiatan.
Seorang ibu dengan suara bergetar akhirnya berani bercerita tentang anaknya. Perasaan yang lama ia pendam terucap di depan lingkaran peserta. Dengan mata berkaca-kaca, ia melepaskan luka yang selama ini membebani.
Kepala BNN Bontang, Lulyana Ramdani, menegaskan pentingnya penguatan mental bagi lansia dan orang tua difabel.
“Modus peredaran narkoba sekarang semakin beragam. Bahkan para bandar bisa saja memanfaatkan lansia yang tidak memahami persoalan itu. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari penguatan pikiran positif dan kesehatan mental,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan mental yang kuat akan membuat mereka lebih waspada, mampu menolak ajakan, dan tidak mudah dimanfaatkan. “Program healing ini sejalan dengan upaya BNN dalam pencegahan narkoba melalui pendekatan humanis,” tambahnya.
Di akhir sesi, wajah-wajah yang tadinya tegang berubah lebih rileks. Beberapa peserta bahkan saling berpelukan, seakan menemukan keluarga baru.
“Alhamdulillah, mereka bisa menerima dan berdamai dengan keadaan. Itu hal yang sangat berarti,” tutur Lulyana.
Kelas healing ini terbuka tanpa biaya. Sebuah ruang aman yang mempertemukan cerita hidup penuh luka dengan harapan baru untuk pulih.
Seperti pesan Mama Els, “Pulih itu lebih ringan kalau dijalani bersama. Jangan tunggu nanti—healing dimulai dari hari ini.” (FR)
















