• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Menguak Misteri 28 Wanita Borneo Penjajah Benua ke-8

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Agustus 2022 | 00:41
Reading Time: 4 mins read
0
Misteri 28 Wanita Borneo Penjajah Benua ke-8

Perempuan asli Republik Madagaskar © Nok Lek/Shutterstock

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Masih teringat dibenak Fuji Riang Prastowo, peneliti kesenian sekaligus antropolog Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015 silam. Bagaimana ia seolah merasakan de javu atau kala itu ia menyebutnya, ‘’Apa yang saya lihat di Madagaskar itu sama seperti kartu pos zaman Belanda,’’ ungkapnya kepada Kumparan, 10 Juni 2017 silam. Berikut Menguak Misteri 28 Wanita Borneo Penjajah Benua ke-8.

‘’Bayangan orang Madagaskar itu abstrak karena mereka nggak peduli mereka datang dari suku apa atau pulau mana. Tidak jelas refleksinya. Di sejarah nasional, mereka merasa sebagai Indonesia,’’ jelasnya.

PILIHAN REDAKSI

Warga Kenal sebagai Obat Kanker, 'Terong Dayak' Ternyata Spesies Baru Temuan BRIN

Warga Kenal sebagai Obat Kanker, ‘Terong Dayak’ Ternyata Spesies Baru Temuan BRIN

31 Mei 2026 | 23:53
Kucing Merah Kalimantan Muncul Lagi setelah 21 Tahun, Terekam Kamera di TN Kayan Mentarang

Kucing Merah Kalimantan Muncul Lagi setelah 21 Tahun, Terekam Kamera di TN Kayan Mentarang

3 Juni 2025 | 22:49

Madagaskar memang dikenal sebagai pulau terbesar keempat di dunia setelah Australia. Sedikitnya sekitar 100 juta tahun lalu, wilayah ini terpisah dari daratan Benua Afrika.

Sehingga letaknya berjarak jauh 400 kilometer dari pesisir pantai bagian timur Afrika. Oleh sebab itu flora dan fauna di sana mengalami evolusi yang berbeda dan sangat khas.

Hasilnya 80 persen spesies yang ada di sana hanya bisa ditemukan di Madagaskar saja. Itulah alasan mengapa negara Republik Madagaskar sempat dijuluki sebagai benua kedelapan.

Sejak diungkapnya sebuah penelitian pada 2012 lalu, sebuah tim di bawah pimpinan Murray Cox yang terdiri dari para pakar biologi molukuler dari Massey University, New Zealand, terkejut bahwa populasi paling awal di Madagaskar dimulai dari 28 orang wanita yang berasal dari Indonesia. Dan diketahui bahwa mereka adalah perempuan suku Banjar.

Kisah Penemuan Koloni Indonesia dalam Tubuh Masyarakat Madagaskar

Dalam jurnal Cox berjudul Proceedings of the Royal Society B, pada 21 Maret 2012, Cox bersama tim menganalisis DNA Mitokondria dari 266 orang Madagaskar dan 2745 orang Indonesia.

266 orang Madagaskar ini diambil dari suku etnis asli Malagasi—sebutan masyarakat asli Madagaskar—yang terdiri dari Mikea, Vezo, dan Andriana Merina.

Sedangkan ribuan sampel dari orang Indonesia itu diambil dari 12 pulau Indonesia, yaitu Sumatera, Nias, Mentawai, Jawa, Bali, Sulawesi, Sumba, Flores, Lembata, Alor, Pantar, dan Timor.

Alasan memilih fokus pada DNA Mitokondria, diungkap Cox, karena jenis DNA ini terdapat di organel sel yang berfungsi sebagai pusat pabrik energi sel-sel manusia yang diturunkan lewat ibu.

Hasilnya mengungkapkan bahwa 20 persen dari contoh yang diteliti ternyata mempunyai varian lokal bermotif ‘’polinesia’’.

Menguak Misteri 28 Wanita Borneo Penjajah Benua ke-8
Persebaran Ras Polinesia di Indonesia © Commons Wikimedia

Motif polinesia adalah sebuah karakter genetik kecil yang ditemukan di antara orang-orang dari ras Polinesia yang diketahui dimiliki juga oleh orang-orang Indonesia bagian Barat.

Bahkan pada salah satu suku Malagasi, karakter ini ternyata ditemukan pada satu dari dua orang yang diambil sampel.

‘’Kami berpendapat kolonisasi awal (Madagaskar) oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia, kurang lebih 30 orang,’’ ungkapnya dikutip Discovery (h/t Kompas.com)

Dari 30 orang tersebut diketahui bahwa 93 persennya, atau sebanyak 28 orang tersebut memiliki ciri khas paling terlihat yang sangat identik dengan wanita Indonesia. Tujuh persen lainnya, atau sebanyak dua orang lainnya diketahui berasal dari wanita Afrika.

Ternyata Mereka Adalah Wanita Banjar

Beberapa penelitian hasil penemuan ini, mereka mengaitkannya dengan hasil jejak genetika serta bahasa yang digunakan oleh masyarakat Madagaskar.

Seperti jurnal Maurizio Serva dan tim yang berjudul Malagasy Dialects and the Peopling of Madagascar (2011), menyebutkan bahasa Malagasi yang digunakan penduduk Madagaskar dekat dengan bahasa yang digunakan orang-orang Ma’anyan di daerah lembah Sungai Barito di tenggara Kalimantan.

Tingkat kesamaan kosakata dasarnya juga mencapai 45 persen. Dan dalam Jurnal tersebut Serva dkk menyimpulkan pengguna bahasa Ma’anyan tiba di Madagaskar sejak tahun 650 Masehi.

Pai dkk menemukan bahwa 32 persen gen Asia menjadi bagian komposisi yang cukup besar dalam gen orang Madagaskar. Meskipun 68 persennya didominasi gen Afrika.

Page 1 of 2
12Next
Via: Redaksi | Berbagai Sumber
Tags: Khas KalimantanKhas Kaltim
Previous Post

Perputaran Uang di Kaltim Expo 2022 Tembus Rp 3,5 Miliar

Next Post

Banjir di Penajam Paser Utara Mulai Surut, BPBD Tetap Pantau Berkala

BACA JUGA

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

Sinema Pusdabon Bontang Diserbu Anak saat Libur Sekolah, 138 Pengunjung di Hari Terakhir

12 Juli 2026 | 21:22
Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

Lautan Manusia di Balikpapan, 20 Ribu Warga Padati HUT ke-68 Kodam VI/Mulawarman

12 Juli 2026 | 11:52
Next Post
Banjir di Penajam Paser Utara Mulai Surut, BPBD Tetap Pantau Berkala

Banjir di Penajam Paser Utara Mulai Surut, BPBD Tetap Pantau Berkala

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved