• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pemakaman Covid-19 di Samarinda Terancam Tambang

Suriadi Said by Suriadi Said
9 Maret 2021 | 06:28
Reading Time: 2 mins read
0
Pemakaman Covid-19 di Samarinda Terancam Tambang

Aktivitas pertambangan yang diduga juga tanpa izin menyasar dekat TPU Serayu.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co, SAMARINDA – Mengeruk batu bara yang diduga tak mengantongi izin rupanya masih subur di Samarinda, Kalimantan Timur. Salah satunya di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudhatul Jannah, Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara Samarinda.

Persisnya di lereng bukit area pemakaman tionghoa Tanah Merah. Bahkan, ada dua aktivitas pertambangan di kawasan itu. Tak sulit untuk mengetahui lokasi tambang tak berizin itu. Sebab, sangat terlihat jelas dari jalan yang kerap digunakan Satgas Covid-19 ketika mengantarkan korban Covid-19.

PILIHAN REDAKSI

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07

Jalur beton Jalan Serayu Tanah Merah digunakan kendaraan pengangkut batu bara sekira 300 meter. Akibatnya, jalan beton ke TPU penuh tanah dan lumpur.

Ketua RT 20 Tanah Merah, Waryo menyatakan tak banyak tahu menahu tentang aktivitas pertambangan batu bara di wilayahnya. Meski begitu, Waryo membenarkan adanya kegiatan penambangan diduga ilegal tersebut.

“Iya ada, yang di ujung itu, sepertinya belum ada sebulan. Tetapi, enggak tahu juga punya siapa dan mereka kalau lewat itu di jalan umum (Jalan Serayu),” ujar Waryo, Senin (8/3).

Lurah Tanah Merah, Joko, pun membenarkan adanya tambang batu bara di wilayahnya yang berdekatan dengan TPU Serayu Tanah Merah. Ditanya soal konsesi pertambangan di kawasan tersebut, Joko mengaku tidak mengetahuinya. Termasuk orang di balik kegiatan pertambangan ilegal tersebut.

“Iya benar, tetapi kami tidak tahu juga punya siapa, dan soal izinya juga enggak pernah sampai ke kami,” ujar Joko, Ahad (7/3).

Joko menyatakan kegiatan penambangan diduga ilegal itu telah membuat dampak polusi lingkungan. Jalan umum mereka gunakan hauling tidak dibersihkan.

“Itu, pernah kami cek juga sama Binmas, tapi sudah bersih (tidak ada aktivitas). Nah, sekarang mulai lagi sepertinya itu,” sambungnya.

Selain itu, lokasi pertambangan ilegal menyasar kawasan Samarinda Utara lainnya yang berada tak jauh dari kawasan Waduk Benanga yang notabene merupakan kawasan tangkapan air. Kegiatan tersebut disebut telah mengantongi izin pematangan lahan yang diperuntukkan membuat perumahan. Faktanya emas hitam juga tetap dikeruk.

Camat Samarinda Utara Syamsu Alam juga menyebut tidak mengetahui kegiatan tambang di TPU Serayu maupun di Kelurahan Lempake. Aktivitas ilegal itu disebutnya telah ditinjau jauh hari sebelumnya. Namun, petugas mendapati lahan terbuka tanpa aktivitas.

Namun, sebelumnya pernah dilakukan tinjauan, hanya saja tidak ada aktivitas, hanya terdapat lahan terbuka. “Tidak tahu kalau ada tambang di situ. Tetapi memang sempat ke sana sama dewan. Tetapi tidak ada kegiatan. Nah, jadi saat kami tidak cek lagi, mereka jalan lagi,” ujar Syamsu Alam.

Syamsu Alam menurutkan, warga setempat sempat cekcok dengan operator tambang. Warga protes karena aktivitas tak berizin itu ketika ada alat berat masuk.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah saat dikonfirmasi Senin 8 Maret 2021. terkait aktivitas penambangan diduga ilegal tersebut mengaku belum mendapatkan adanya laporan tersebut.

“Nanti kami akan cek kebenarannya di lapangan sama anggota. Yang, jelas setelah adanya informasi ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Kompol Yuliansyah.

 

[JIE|KS]

Tags: Batu BaraKalimantan TimurSamarindaTambang Batu Baratambang ilegal
Previous Post

Kasus Sembuh Covid-19 di Kaltim Bertambah 394 Orang

Next Post

Mulai Hari Ini, Semua Kab/Kota di Kaltim Terapkan PPKM Mikro

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Survei LSI Denny JA: 158 Wilayah Bisa Bekerja Mulai 5 Juni, Termasuk Kalimantan Timur

Mulai Hari Ini, Semua Kab/Kota di Kaltim Terapkan PPKM Mikro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved