• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Penjaga Toko di Balikpapan Tewas Dibunuh, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Februari 2026 | 18:50
Reading Time: 2 mins read
0
Penjaga Toko di Balikpapan Tewas Dibunuh, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Ibu korban (kanan) bersama keluarga tampak berduka atas kepergian penjaga toko yang tewas dalam peristiwa pembunuhan di Balikpapan. (Ist)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BALIKPAPAN — Luka mendalam masih membekas di hati keluarga Valentino Prawira Wardhana atau VN (18), penjaga toko kelontong yang tewas dalam peristiwa berdarah di Jalan MT Haryono, RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara. Hingga kini, keluarga korban masih dalam duka atas pembunuhan sadis yang dilakukan pria paruh baya berinisial M (61).

Kematian VN tak hanya merenggut nyawa seorang anak, tetapi juga tulang punggung keluarga. Ibu kandung korban, Naomi Yusri, berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya yang dinilai sangat kejam.

PILIHAN REDAKSI

3 Pembunuh Polisi Katingan Ditangkap di Samarinda, Bandar Narkoba Ikut Dibekuk

3 Pembunuh Polisi Katingan Ditangkap di Samarinda, Bandar Narkoba Ikut Dibekuk

10 Juli 2026 | 09:12
Pembunuh Penjaga Toko di Balikpapan Dituntut 18 Tahun, Ibunya Minta Seumur Hidup

Pembunuh Penjaga Toko di Balikpapan Dituntut 18 Tahun, Ibunya Minta Seumur Hidup

6 Juli 2026 | 17:34

“Kami berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar Naomi dengan suara bergetar didampingi paman korban, Sabtu (7/2/2026).

Untuk memperjuangkan keadilan bagi korban, pihak keluarga kini menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Balikpapan. Naomi mengaku hingga saat ini tidak ada itikad baik maupun permohonan maaf yang disampaikan oleh keluarga pelaku.

“Kami sangat menyesalkan, tidak ada permintaan maaf. Bahkan pelaku masih sempat tersenyum saat diamankan polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ambo, pemilik toko tempat VN bekerja, mengungkapkan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia tengah keluar untuk mengambil stok barang.

“Waktu kejadian saya sedang di luar mengambil barang,” tuturnya.

Ambo menjelaskan, malam sebelum kejadian dirinya yang berjaga di toko, sementara VN bertugas pada shift pagi. Saat korban datang menggantikannya pagi hari itu, Ambo langsung pergi untuk mengambil kebutuhan toko.

Namun sekira pukul 11.00 WITA, kata dia, dirinya menerima kabar dari warga sekitar bahwa tokonya ramai dipenuhi orang.

“Saya diberi tahu tetangga kalau ada kejadian. Awalnya saya kira perampokan. Tapi saat sampai, sudah banyak polisi,” katanya.

Tambahnya, kecurigaan itu terbantahkan setelah rekaman kamera CCTV diperiksa. Dalam video tersebut terlihat seorang pria lanjut usia melakukan penikaman terhadap korban.

“Di CCTV terlihat jelas pelaku melakukan penikaman,” tambah Ambo.

Ia juga mengaku sempat ditanya polisi apakah memiliki masalah dengan orang lain, namun ia memastikan tidak pernah memiliki konflik. Bahkan, Ambo baru mengetahui bahwa pelaku merupakan tetangga di sebelah toko.

Ambo mengenang VN sebagai sosok yang jujur, baik, dan bertanggung jawab. Almarhum telah bekerja bersamanya selama kurang lebih empat tahun.

“Almarhum sudah ikut saya sekitar empat tahun. Karakternya jujur dan bisa dipercaya. Sempat bekerja di ITCI beberapa bulan, tapi kembali lagi membantu di toko,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait pelaku, Ambo mengaku tidak mengenalnya secara dekat karena baru sekitar tujuh bulan membuka toko di kawasan tersebut.

“Saya berharap sama seperti keluarga korban, pelaku dihukum setimpal. Ini perbuatan keji karena telah menghilangkan nyawa orang lain secara sadis,” tegasnya. (SR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pembunuhan
Previous Post

BGN Kaltim Tambah jadi 173 Unit SPPG, 134 Unit Sudah Beroperasi

Next Post

Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Balikpapan, Satu Orang Tewas

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Balikpapan, Satu Orang Tewas

Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Balikpapan, Satu Orang Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved