• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Polemik Jam OPA di PT PAMA Memanas, Pemkab Kutim Turun Tangan

Suriadi Said by Suriadi Said
14 November 2025 | 11:41
Reading Time: 2 mins read
0
Polemik Jam OPA di PT PAMA Memanas, Pemkab Kutim Turun Tangan

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memimpin langsung rapat khusus di Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Kamis (13/11/2025)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, SANGATTA – Polemik dugaan pelanggaran normatif di PT Parapersada Nusantara (PAMA) Site PT Kaltim Prima Coal (KPC) memuncak. Pemkab Kutai Timur (Kutim) akhirnya turun tangan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memimpin langsung rapat khusus di Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Kamis (13/11/2025). Lebih dari 50 orang hadir. Mulai dari Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kepala Distransnaker Roma Malau, perwakilan serikat pekerja, federasi buruh, manajemen PT PAMA, hingga para pekerja yang melapor.

PILIHAN REDAKSI

Pupuk Kaltim–Serikat Pekerja Sepakati PKB 2026–2028, Jamin Keseimbangan Bisnis dan Kesejahteraan

Pupuk Kaltim–Serikat Pekerja Sepakati PKB 2026–2028, Jamin Keseimbangan Bisnis dan Kesejahteraan

15 April 2026 | 09:14
Kutim Genjot Akurasi Data, 1.080 Data Belum Ter-input Akses Internet di Kutim Diperluas, Fasilitas Publik jadi Prioritas Utama Kutim Gencarkan Literasi Digital untuk Tangkal Hoaks

Kutim Genjot Akurasi Data, 1.080 Data Belum Ter-input

6 April 2026 | 16:39

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari laporan dugaan pelanggaran normatif. Laporan itu disampaikan pekerja PT PAMA, Edi Purwanto, bersama rekan-rekannya.

Mereka memprotes penggunaan jam OPA (Operator Performance Assessment). Perangkat itu dinilai membatasi hak pekerja. Bahkan disebut menjadi dasar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tidak tercantum dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Roma Malau, mengungkapkan sudah ada tiga aduan terkait kasus serupa.

“Kami sudah mengeluarkan anjuran agar pekerja yang di-PHK dipekerjakan kembali dan diberikan haknya sesuai PKB. Kami tidak memihak. Kami penyeimbang yang bertanggung jawab pada Bupati,” jelasnya.

Dua federasi buruh turut bersuara lantang. Tabrani Yusuf, Ketua DPC PPMI Kutim, menilai jam OPA berpotensi melanggar hak kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

“Pemaksaan penggunaan sistem pemantauan tidur tanpa melihat kondisi medis individu bertentangan dengan perlindungan martabat pekerja,” katanya.

Ketua FPBM-KASBI, Bernadus Aholip Pong, juga menyoroti tekanan psikologis yang muncul.

“Ini justru membuat operator tertekan. Kita punya Perda Ketenagakerjaan 2015. Pekerja lokal 80 persen harus kita lindungi. Jangan memperlakukan mereka seperti robot,” ujarnya.

Dari sisi perusahaan, Tri Rahmat Sholeh menjelaskan tujuan utama OPA adalah keselamatan.

“Operator alat berat bekerja dengan risiko tinggi. OPA untuk memantau kecukupan tidur dan kesiapan kerja. Kami juga menyediakan ruang khusus bagi mereka yang kesulitan tidur,” katanya.

Ia menegaskan setiap sanksi telah melalui proses validasi sesuai prosedur internal perusahaan.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan perlunya keseimbangan antara keselamatan dan hak pekerja.

“Kalau tidur hanya empat jam tapi kinerja tetap baik, seharusnya bukan pelanggaran. Saya minta Distransnaker menindaklanjuti kasus ini. Jangan ambil keputusan sebelum dilaporkan ke saya,” tegasnya.

Dalam rapat, Ardiansyah juga menyoroti laporan soal iuran keanggotaan serikat yang tidak tersalurkan. Ia meminta hal itu ditelusuri dengan serius.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menegaskan aspek kemanusiaan harus diutamakan.

“Kebijakan ini membuat pekerja seperti setengah robot. Privasi sosial mereka juga harus dihormati,” ujarnya. (ADS)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Dias Ramadhan
Tags: Diskominfo KutimSerikat Pekerja
Previous Post

Gratispol Resmi Bergulir, Gubernur Kaltim Kucurkan Rp44,15 Miliar untuk Pendidikan Gratis S1–S3

Next Post

Innova Terjun ke Lokasi Longsor di Bengalon saat Subuh, Satu Orang Luka

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
50 Titik Longsor Ancam Jalur Strategis Kaltim Innova Terjun ke Lokasi Longsor di Bengalon saat Subuh, Satu Orang Luka

Innova Terjun ke Lokasi Longsor di Bengalon saat Subuh, Satu Orang Luka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved