• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pupuk Kaltim Dorong Urban Farming untuk Atasi Sampah Organik di Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
30 Desember 2025 | 12:38
Reading Time: 2 mins read
0
Pupuk Kaltim Dorong Urban Farming untuk Atasi Sampah Organik di Bontang

Program diluncurkan di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, Rabu (17/12/2025).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di perkotaan. Di Kota Bontang, sampah organik dari rumah tangga mendominasi timbunan yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari.

Menjawab tantangan itu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggagas program Urban Farming bertajuk Pengelolaan Sampah Organik dari Sumbernya. Inisiatif ini mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari dapur, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

PILIHAN REDAKSI

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

12 Juli 2026 | 16:19

Program tersebut diluncurkan di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, Rabu (17/12/2025).

AVP Agrosolution Pupuk Kaltim Wilayah Kaltimtara, Joko Trisilo, menjelaskan bahwa sekitar 60 persen sampah yang diangkut ke TPA merupakan sampah organik rumah tangga.

“Setiap keluarga rata-rata menghasilkan 1,7 kilogram sampah organik per hari. Dalam setahun bisa mencapai 620 kilogram,” ujar Joko.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan. Mulai dari produksi gas metana, pencemaran tanah, hingga gangguan kualitas air.

Melalui program ini, Pupuk Kaltim mendorong perubahan cara pandang masyarakat. Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai, diolah menjadi kompos dan media tanam yang bermanfaat.

Pendekatannya sederhana. Dimulai dari pemilahan sampah dapur, pencacahan sisa makanan, hingga proses pengomposan yang higienis dan minim bau.

“Bukan hanya mengurangi beban TPA. Program ini juga membangun kesadaran kolektif untuk mengubah perilaku pengelolaan lingkungan,” kata Joko.

Kelompok Wanita Tani (KWT) dan komunitas perempuan ditempatkan sebagai aktor utama. Peran mereka dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan pengelolaan dapur, edukasi keluarga, serta ketahanan pangan rumah tangga.

Saat ini, tercatat 20 KWT dari berbagai kelurahan di Bontang mendaftar sebagai peserta. Empat di antaranya telah memasuki tahap pendampingan aktif.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam program ini, Pupuk Kaltim juga memanfaatkan produk Biodex, bioaktivator berbasis mikroorganisme aktif untuk mempercepat proses pengomposan sampah organik. Biodex membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.

“Ini adalah inovasi yang mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Purwanto.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan mesin pencacah sampah serta bioaktivator Biodex dan Ecofert kepada masing-masing KWT. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas kelompok dalam mengelola sampah organik.

“Program ini akan terus kami kawal melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bontang menyambut positif inisiatif tersebut. Staf Ahli Pemkot Bontang Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM, Lukman, menilai program ini sejalan dengan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT).

“Kami sangat mengapresiasi urban farming ini. Jika dikelola dengan baik, sampah organik bahkan bisa memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Lukman.

Ia berharap program serupa dapat diperluas ke lebih banyak wilayah. Menurutnya, perubahan besar bisa dimulai dari dapur rumah tangga.

“Jika semakin banyak warga mampu mengelola sampah sendiri, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADS)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Redaksi
Tags: Pupuk Kaltim
Previous Post

Narkoba dan Laka Lantas di Bontang Turun selama 2025

Next Post

Polda Kaltim Catat Kasus Narkoba Turun 15 Persen, Barang Bukti Ganja hingga Sabu Naik

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Polda Kaltim Catat Kasus Narkoba Turun 15 Persen, Barang Bukti Ganja hingga Sabu Naik

Polda Kaltim Catat Kasus Narkoba Turun 15 Persen, Barang Bukti Ganja hingga Sabu Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved