• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pupuk Kaltim Latih Murid Disabilitas Olah Sampah, Dorong Pendidikan Inklusif dan Peduli Lingkungan

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Desember 2025 | 12:34
Reading Time: 2 mins read
0
Pupuk Kaltim Latih Murid Disabilitas Olah Sampah, Dorong Pendidikan Inklusif dan Peduli Lingkungan
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Pendidikan bukan hanya soal membaca dan menulis. Juga tentang kemandirian. Tentang kepedulian. Dan tentang masa depan.

Itu yang coba ditanamkan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui kolaborasi bersama SLB YPK Bontang. Perusahaan ini menggelar pelatihan pengolahan sampah bagi murid penyandang disabilitas.

PILIHAN REDAKSI

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

Direksi Baru Pupuk Kaltim Tancap Gas, Rafli Yandra Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Global

12 Juli 2026 | 16:19

Program ini bukan kegiatan seremonial. Ia dirancang sebagai upaya berkelanjutan. Tujuannya jelas. Memperkuat pendidikan inklusif sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Pelatihan ini membekali murid dengan keterampilan vokasi yang aplikatif. Murid tidak hanya belajar teori. Mereka diajak mempraktikkan langsung cara mengelola sampah dengan benar.

Pgs Vice President TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri murid disabilitas. Kedua, menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui pendekatan edukatif, kami ingin nilai keberlanjutan dan inklusivitas bisa dipahami dan dipraktikkan dalam keseharian murid,” ujar Lendl, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan Pupuk Kaltim terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas.

Pendidikan inklusif, kata Lendl, harus memberi ruang bagi semua. Termasuk murid penyandang disabilitas. Mereka bukan sekadar penerima manfaat. Mereka adalah subjek pembangunan yang memiliki potensi untuk berkontribusi.

Dalam pelatihan tersebut, murid dikenalkan proses pengelolaan sampah secara sederhana dan sistematis. Dimulai dari mengenal jenis sampah. Dilanjutkan dengan pemilahan. Hingga pengolahan menjadi produk yang bermanfaat.

“Dari sampah, mereka belajar menghasilkan sesuatu yang punya nilai guna. Bahkan nilai ekonomi,” jelas Lendl.

Program ini juga sejalan dengan komitmen Pupuk Kaltim terhadap SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim. Pengelolaan sampah yang baik diyakini mampu menekan dampak lingkungan, termasuk emisi gas rumah kaca.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pupuk Kaltim menyediakan berbagai sarana pengelolaan sampah di SLB YPK. Mulai dari tempat sampah tiga warna untuk sampah organik, residu, dan sampah bernilai jual, hingga drum komposter dan peralatan pendukung lainnya.

Sarana tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh murid dan guru. Tujuannya agar pemilahan sampah bisa dilakukan sejak dari sumbernya. Bukan hanya dipelajari, tapi dibiasakan.

Materi pelatihan pun dibuat menyeluruh. Murid diajak memahami pengelolaan sampah rumah tangga. Dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Lendl menegaskan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong program serupa. Pendidikan inklusif, menurutnya, adalah investasi jangka panjang.

“Setiap anak, termasuk murid SLB, punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kami ingin mendampingi mereka secara berkelanjutan,” ujarnya.

Inisiatif ini disambut positif pihak sekolah. Kepala Satuan Pendidikan SLB YPK Bontang, Muhtar Effendi, menyebut program ini selaras dengan visi sekolah. Yakni membentuk murid yang mandiri, berkarakter, dan memiliki keterampilan hidup.

Ia berharap pelatihan ini bisa menumbuhkan kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah, kata dia, dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.

“Kompos yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk penghijauan. Sekaligus menjadi sarana belajar kewirausahaan bagi murid,” kata Muhtar.

Dengan dukungan sarana dari Pupuk Kaltim, sekolah kini memiliki ruang lebih luas untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah ke dalam kurikulum dan kegiatan belajar sehari-hari. (ADS/RIL)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pupuk Kaltim
Previous Post

Kaltim Andalkan AI Mandau untuk Kendalikan Inflasi sepanjang 2025

Next Post

Lebih dari 90 Persen Masjid di Bontang Belum Salurkan Zakat ke Baznas

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Lebih dari 90 Persen Masjid di Bontang Belum Salurkan Zakat ke Baznas

Lebih dari 90 Persen Masjid di Bontang Belum Salurkan Zakat ke Baznas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved