Tenggarong, PRANALA.CO – Warga Jalan Gunung Sentul, Kelurahan Melayu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim dikejutkan suara teriakan dan kepulan asap yang perlahan berubah menjadi nyala api. Minggu pagi (20/4/2025), seharusnya menjadi pagi yang tenang. Tapi api punya rencana lain.
Tepat di depan SDN 017, satu unit rumah mendadak dilalap api. Kepanikan melanda. Anak-anak yang biasa bermain di halaman sekolah mendadak hilang, berganti dengan suara sirene yang menembus udara Kukar yang biasanya tenang.
Fida Hurasani, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, menerima kabar pada pukul 10.31 WITA. Secepat informasi itu masuk ke Markas Komando Induk, secepat itu pula tim Pleton 2 dikerahkan.
Tidak main-main, lima unit mobil pemadam dikirim langsung ke lokasi. Ada Greceq. Ada Zigler. Bahkan yang berkekuatan 14 ribu liter air pun ikut turun tangan.
Tim tidak hanya datang dengan air. Mereka datang dengan strategi. Tiga roll selang ukuran 1,5 inci. Satu roll 2,5 inci. Ditambah Y Connection, dan sebuah nozel. Lengkap. Karena mereka tahu: satu rumah bisa jadi permulaan, tapi mencegah satu rumah berarti menyelamatkan deretan rumah lainnya.

Butuh waktu, tapi akhirnya api berhasil dikendalikan. Tidak merambat ke mana-mana. Tidak menjalar ke rumah tetangga. Tidak sampai menumbangkan pohon harapan yang masih berdiri di sekelilingnya.
“Dugaan sementara, korsleting listrik,” kata Fida, singkat. Tapi cukup untuk mengingatkan semua orang bahwa musibah sering datang dari hal yang tampaknya sepele.
Kini rumah itu tinggal arang. Tapi nyawa selamat. Warga selamat. Dan itu yang utama.
Dinas Damkar Kukar kembali mengingatkan. Listrik bisa sahabat. Tapi bisa juga musuh dalam senyap. Maka pastikan instalasi aman. Jangan biarkan kabel tua menggantung terlalu lama. Jangan biarkan stop kontak jadi ladang percikan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















