• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal

Suriadi Said by Suriadi Said
30 Agustus 2025 | 21:47
Reading Time: 2 mins read
0
Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Ilustrasi aktivitas petani rumput laut. Antara

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Harapan petani rumput laut di kawasan Tihi-Tihi, Kota Bontang sedang diuji. Komoditas laut yang dikenal berkualitas terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) itu kini menghadapi ancaman serius: tumpahan minyak di perairan.

Padahal, dari laut Tihi-Tihi inilah rumput laut Bontang menembus pasar internasional. Setiap bulan, dua kontainer berkapasitas 15 ton dikirim ke India. Namun tiga hari terakhir, lapisan minyak hitam terlihat mengambang di permukaan laut.

PILIHAN REDAKSI

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor

23 Desember 2025 | 18:17
Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

29 Agustus 2025 | 20:20

Bagi petani, noda hitam itu bukan sekadar pemandangan buruk. Dampaknya bisa membuat gagal panen hingga 80 persen.

“Kalau rumput laut kena minyak, daunnya bisa terlunasi, cahaya matahari terhalang, lalu mati. Panen pun tidak laku karena kualitas turun,” kata Ardis, perwakilan PT Borneo Ocean Nauly, Jumat (29/8/2025).

Rumput laut Tihi-Tihi bukan sekadar komoditas lokal. Ia adalah sumber penghidupan ratusan keluarga. Rencana penambahan 100 pondasi budidaya bahkan digadang mampu membuka lahan hingga 50 hektare.

Namun semua itu bergantung pada laut yang bersih. Sekali saja tumpahan minyak masuk ke area budidaya, kerugian bisa berlipat: gagal panen, hilangnya peluang ekspor, hingga rusaknya ekosistem laut.

“Harapan kami jangan sampai terulang. Rumput laut ini tulang punggung ekonomi warga Tihi-Tihi,” ujar Ardis.

Dugaan Pencemaran Bukan Pertama

Fenomena tumpahan minyak di kawasan ini sebenarnya bukan baru. Menurut laporan petani, lapisan minyak kerap muncul meski tak selalu deras. Sampel sudah pernah diambil untuk uji laboratorium, tetapi hingga kini belum jelas siapa penyebabnya.

“Di sekitar sini memang banyak industri. Jadi belum bisa dipastikan dari mana asalnya,” timpal Sani, perwakilan lain dari PT Borneo Ocean Nauly.

Lebih memprihatinkan, beberapa perusahaan di sekitar perairan disebut tidak menyiapkan oil boom. Padahal, alat sederhana itu bisa mencegah minyak menyebar ke area budidaya.

“Kalau ada oil boom, minyak bisa diblokir sebelum sampai ke tanaman,” jelas Ardis.

Budidaya rumput laut memiliki aturan ketat. Minimal butuh 40–45 hari masa tanam agar kandungan gizi mencapai puncak. Jika dipanen lebih cepat, nilai jualnya turun drastis.

“Itulah kenapa 45 hari sangat krusial. Bayangkan kalau di tengah masa tanam terkena limbah minyak,” ungkap Sani.

Selain Tihi-Tihi, daerah lain seperti Lok Tunggul dan Melahing juga punya potensi serupa. Bedanya, Melahing lebih condong ke pariwisata. Tihi-Tihi justru sepenuhnya menggantungkan hidup pada rumput laut. (fr)

Tags: Rumput Laut
Previous Post

Cegah Penyelewengan Anggaran, Pemkot Bontang Setop Bimtek ke Luar Kota

Next Post

MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

MTQ XIX Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka, Satimpo jadi Tuan Rumah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved