• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sahib Desak Razia Bom Ikan di Bontang, Polairud Diminta Diperkuat

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Mei 2026 | 21:22
Reading Time: 2 mins read
0
Sahib Desak Razia Bom Ikan di Bontang, Polairud Diminta Diperkuat

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRAKTIK pengeboman ikan di perairan Bontang rupanya belum benar-benar hilang. Suara ledakan yang sesekali terdengar di laut kini kembali memantik kekhawatiran warga pesisir dan para nelayan tradisional.

Anggota DPRD Bontang dari Partai NasDem, Muhammad Sahib, meminta pemerintah dan aparat terkait segera mengambil langkah tegas. Ia menilai aktivitas ilegal tersebut bukan hanya mengancam keselamatan pelaku, tetapi juga perlahan merusak masa depan laut Bontang.

PILIHAN REDAKSI

Uang Rakyat Hampir Rp1 Miliar Overbayar di Proyek Bontang, BPK Minta Segera Dikembalikan

Uang Rakyat Hampir Rp1 Miliar Overbayar di Proyek Bontang, BPK Minta Segera Dikembalikan

4 Juli 2026 | 20:52
35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

35 Vila di Laut Bontang Belum Berizin, Andi Faiz: Pemilik Siap Bayar PAD, Terkendala Izin Provinsi

3 Juli 2026 | 19:04

“Pemerintah harus bertindak tegas. Bagaimana caranya supaya pengebom ikan ini sudah tidak ada lagi di perairan Kota Bontang. Karena bom ikan itu sangat membahayakan pemakainya dan sangat merugikan biota laut kita. Terumbu karang hancur dan ekosistem laut rusak,” ujarnya.

Menurut Sahib, persoalan bom ikan tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya jauh lebih besar dibanding hasil tangkapan sesaat yang diperoleh pelaku.

Terumbu karang yang rusak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Sementara bagi nelayan kecil, kerusakan ekosistem laut bisa berujung pada menurunnya hasil tangkapan dan hilangnya sumber penghidupan.

Selain penindakan hukum, Sahib juga menyoroti pentingnya edukasi langsung kepada masyarakat nelayan. Ia meminta pemerintah kota tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun ke kawasan pesisir.

Menurutnya, sosialisasi bisa difokuskan di titik-titik kampung nelayan seperti Guntung, Tanjung Laut, Bontang Kuala, hingga Tanjung Limau.

“Nelayan kita tidak terlalu banyak, hanya beberapa titik saja. Jadi pemerintah harus turun langsung memberikan pemahaman bahwa bom ikan itu tidak benar bagi lingkungan dan juga sangat berbahaya bagi pemakainya,” katanya.

Ia mengungkapkan, penggunaan bom rakitan juga menyimpan risiko besar di lingkungan permukiman. Bahan peledak yang dirakit secara sederhana berpotensi memicu ledakan sewaktu-waktu.

Karena itu, pendekatan edukasi dinilai penting agar masyarakat memahami ancaman nyata di balik praktik tersebut.

Sahib juga meminta Dinas Perikanan Kota Bontang lebih aktif mencari solusi bagi nelayan yang masih bergantung pada praktik ilegal demi mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak.

Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan alternatif nyata, bukan hanya sekadar larangan.

“Kalau memang ada nelayan yang menggunakan bom ikan karena alasan hasil tangkapan, maka pemerintah harus hadir mencarikan solusi. Misalnya difasilitasi alat tangkap lain agar mereka tidak lagi memakai bom,” tambahnya.

Ia menilai bantuan alat tangkap ramah lingkungan dapat menjadi jalan keluar agar nelayan tetap bisa melaut tanpa merusak ekosistem.

Di sisi lain, Sahib memahami keterbatasan personel Polairud dalam melakukan pengawasan di wilayah laut Bontang. Apalagi area pengawasan juga mencakup kawasan Sangatta yang cukup luas.

Meski begitu, ia meminta pengawasan tetap diperkuat. Bahkan, ia mendorong adanya dukungan fasilitas operasional agar aparat lebih mudah menjangkau wilayah perairan dangkal.

“Kalau nelayan memakai ketinting saat melakukan pengeboman, maka Polairud juga harus difasilitasi armada yang sama supaya bisa masuk ke wilayah dangkal dan melakukan pengawasan lebih maksimal,” tegasnya.

Dia berharap pemerintah tidak menunggu kerusakan semakin parah sebelum bertindak. Baginya, menjaga laut Bontang bukan hanya soal menindak pelaku, tetapi juga menyelamatkan masa depan nelayan dan ekosistem pesisir yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga. [IR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Bom IkanDPRD Bontang
Previous Post

Stok Hewan Kurban di Bontang Aman, Mayoritas dari Jawa Timur

Next Post

Residivis Narkoba Diciduk di Gang PLN Bontang, Sabu Disembunyikan Dekat Lokasi

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Residivis Narkoba Diciduk di Gang PLN Bontang, Sabu Disembunyikan Dekat Lokasi Gawai Hilang di Warung, Pelaku Pakai Beli Pulsa dan Transfer Pria Paruh Baya di Loa Kulu Terancam Habiskan Hidup di Penjara Gegara Sabu Mengaku Polisi, Dua Pemuda di Samarinda Rampas Barang Pengendara Motor Isap Payudara Bocah, Pria Cabul di Kaltim Terancam 15 Tahun Penjara

Residivis Narkoba Diciduk di Gang PLN Bontang, Sabu Disembunyikan Dekat Lokasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved