• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Seberapa Pantas Soeharto jadi Pahlawan Nasional?

Suriadi Said by Suriadi Said
11 November 2025 | 11:36
Reading Time: 3 mins read
0
Seberapa Pantas Soeharto jadi Pahlawan Nasional?

Foto Presiden kedua Indonesia, Soeharto menjadi latar belakang saat Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan selamat kepada putri tokoh hukum dan diplomat Mochtar Kusumaatmaja, Armida Alisjahbana (kiri) usai prosesi upacara pemberian gelar pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Pengumuman itu dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Senin (10/11). Keputusan ini langsung memantik gelombang reaksi—dari keluarga, pemerintah, hingga kelompok masyarakat yang menolak keras.

Soeharto menerima gelar pahlawan di bidang perjuangan dan politik. Simbol penghargaan diserahkan kepada dua anaknya, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dan Bambang Trihatmodjo.

PILIHAN REDAKSI

Sultan Paser yang Dibenci Belanda, Kaltim Ajukan Sultan Ibrahim Chaliluddin jadi Pahlawan Nasional

Sultan Paser yang Dibenci Belanda, Kaltim Ajukan Sultan Ibrahim Chaliluddin jadi Pahlawan Nasional

20 Januari 2026 | 09:27
Mulai Gus Dur sampai Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2025, Berikut Daftar Lengkap 10 Tokoh

Mulai Gus Dur sampai Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2025, Berikut Daftar Lengkap 10 Tokoh

10 November 2025 | 21:21

Nama Soeharto disebut setelah Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Upacara itu juga diikuti keluarga Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh pada 1993.

Selain Soeharto, sembilan tokoh lain ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Di antaranya Gus Dur, Marsinah, Mochtar Kusumaatmadja, Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, Rahman el Yunusiyyah, dan Sultan Zainal Abidin Syah.

Usai acara, Tutut menegaskan keluarganya tidak mempermasalahkan pro-kontra yang muncul.

“Kami melihat semua perjuangan Bapak untuk bangsa. Kritik boleh saja, tapi jangan ekstrem. Yang penting jaga persatuan,” ujarnya.

Tutut juga menolak anggapan bahwa keluarga Soeharto sakit hati terhadap kritik publik.

“Rakyat makin pintar. Bisa menilai sendiri apa yang dilakukan Bapak. Kami tidak perlu membela diri,” katanya.

Juru bicara Istana, Prasetyo Hadi, menyebut pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin terdahulu.

“Setiap pemimpin pasti punya jasa bagi bangsa. Presiden juga telah menerima masukan dari MPR, DPR, dan berbagai pihak,” ujarnya.

Keputusan ini memunculkan protes di berbagai daerah. Yogyakarta, Gorontalo, hingga sejumlah kota lain menggelar aksi menolak gelar tersebut.

Amnesty International Indonesia dan Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) mengecam keras keputusan tersebut.

Mereka menyebut gelar itu sebagai langkah “mengaburkan sejarah, mengkhianati cita-cita Reformasi, dan melukai korban pelanggaran HAM Orde Baru”.

Di Yogyakarta, kelompok “Jogja Memanggil” menggelar aksi di perempatan Jalan Sudirman. Para demonstran menilai keputusan Prabowo sebagai upaya “menantang rakyat”.

Sejumlah poster menyoroti ironi: Soeharto diberi gelar pahlawan bersamaan dengan Marsinah—aktivis buruh yang diduga dibunuh aparat pada era Orde Baru—dan Gus Dur, tokoh yang mendesak Soeharto turun pada 1998.

Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona, menyebut Prabowo sengaja memilih momen awal pemerintahan untuk memutuskan hal yang berpotensi kontroversial.

Menurutnya, di awal pemerintahan, Prabowo masih memegang kendali kuat atas partai-partai pendukung.

“Kalau dilakukan mendekati akhir masa jabatan, risiko politiknya lebih besar. Partai bisa lompat kapal. Di awal, kekuatan masih solid,” ujarnya.

Afrimadona juga menilai Prabowo ingin menyelesaikan isu-isu sensitif sejak dini agar punya waktu panjang untuk memperbaiki citra.

“Kalau ekonomi tumbuh 8% seperti target Prabowo, publik mungkin tak lagi mempersoalkan gelar pahlawan Soeharto,” katanya.

Penelitian Populi Center menunjukkan mayoritas masyarakat kelas bawah memiliki pandangan positif terhadap Soeharto.

Mereka mengaitkan sosok Soeharto dengan stabilitas, pemimpin kuat, hidup tertib, dan inflasi rendah.

“Dari baby boomer sampai generasi Z, lebih dari separuh responden punya pandangan positif terhadap Soeharto,” kata Afrimadona.

Survei Populi Center pada 2022–2023 mencatat: Baby boomer: 54,1% positif; Generasi X: 59,9% positif; Milenial: 41,1% positif; Generasi Z: 39,1% positif.

Menurut Afrimadona, temuan itu menjadi “amunisi” bagi kelompok yang mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan.

Sejarawan Andi Achdian menilai keputusan ini seperti “mematikan semangat Reformasi”.

Ia menyebut lembaga-lembaga penting seperti KPK dan Mahkamah Konstitusi lahir sebagai koreksi atas praktik Orde Baru.

“Semua lembaga itu adalah produk Reformasi untuk menutup kekurangan masa Soeharto. Tapi sekarang Soeharto dijadikan pahlawan. Reformasi seperti kehilangan makna,” ujarnya.

Setelah gelar ini diberikan, perdebatan diperkirakan masih akan terus berlangsung. Namun para analis meyakini gelombang protes tak akan menggoyang stabilitas politik Prabowo di awal masa jabatan.

Yang menjadi pertanyaan lebih besar adalah: Apakah keputusan ini akan membelah publik atau akan terkubur oleh capaian ekonomi pemerintahan ke depan?

Waktu yang akan menjawabnya. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Redaksi
Tags: Pahlawan NasionalSoeharto
Previous Post

Kutim Dorong PAD lewat Inovasi Pajak Digital, 100 Wajib Pajak Teladan Terima Penghargaan

Next Post

PARAH! Upah Karyawan PT Kalimantan Powerindo Sudah Nunggak 4 Tahun

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
PARAH! Upah Karyawan PT Kalimantan Powerindo Sudah Nunggak 4 Tahun

PARAH! Upah Karyawan PT Kalimantan Powerindo Sudah Nunggak 4 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved