• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sering Disalahkan Warga, Dinsos Balikpapan Ungkap Rumitnya Amankan ODGJ

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Juni 2026 | 18:53
Reading Time: 2 mins read
0
Sering Disalahkan Warga, Dinsos Balikpapan Ungkap Rumitnya Amankan ODGJ

Ilustrasi penanganan ODGJ.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMANDANGAN Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telantar di sudut-sudut jalan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sering kali memicu keresahan warga. Saat situasi itu terjadi, jemari masyarakat dengan cepat mengetik aduan, lalu mengarahkannya ke satu muara: Dinas Sosial.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa mengamankan seorang ODGJ di ruang publik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada rantai birokrasi, risiko keselamatan, hingga keterbatasan fasilitas yang jarang tersorot kamera.

PILIHAN REDAKSI

Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

Dipantau Tito dan Luhut, Balikpapan Kejar Target Perlinsos 70 Persen demi Bansos Tepat Sasaran

3 Juli 2026 | 21:44
Ratusan ODGJ Terjebak Stres Kerja, Kepala Diskes Bontang Sentil Gaya Memimpin Para Bos

Ratusan ODGJ Terjebak Stres Kerja, Kepala Diskes Bontang Sentil Gaya Memimpin Para Bos

23 Juni 2026 | 14:40

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Arfiansyah, meluruskan anggapan miring yang selama ini beredar. Dia menegaskan bahwa Dinsos tidak bisa langsung meluncur ke lapangan dan mengangkut ODGJ begitu menerima laporan.

“Kalau ditemukan ODGJ di jalan, yang dilakukan pertama adalah pengamanan oleh pihak ketertiban. Setelah situasi aman, baru kami dari Dinas Sosial melakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Arfiansyah, Minggu (7/6/2026).

Artinya, garda terdepan di lapangan adalah Satpol PP, kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau aparat kelurahan setempat. Mengapa harus mereka? Faktor keselamatan menjadi alasan utama. Kondisi psikologis ODGJ jalanan yang tidak stabil membutuhkan penanganan khusus agar tidak membahayakan warga sekitar maupun petugas Dinsos sendiri.

Arfiansyah yang baru menjabat sekira satu bulan ini mengakui, pemahaman publik yang minim sering kali membuat instansinya dicap lamban. Padahal, ada prosedur baku yang wajib dilewati demi kebaikan bersama.

Masalah tidak berhenti sampai di proses evakuasi. Begitu ODGJ terlantar berhasil diamankan, Dinsos Balikpapan harus memutar otak untuk menampung mereka. Kapasitas fasilitas rehabilitasi milik kota ini ternyata sangat terbatas.

Saat Arfiansyah pertama kali menginjakkan kaki di kantor barunya sebulan lalu, ruang penampungan sudah disesaki oleh 11 orang. Saat ini, fasilitas tersebut hanya memiliki tiga ruang khusus untuk ODGJ berkategori berat yang membutuhkan pengawasan intensif dan terpisah.

Untuk pasien yang kondisinya lebih stabil dan masih bisa berinteraksi, tersedia satu ruang bersama.

“Kapasitas ruang bersama sekira 15 orang dan maksimal bisa menampung lebih dari 20 orang. Sedangkan untuk yang kondisinya cukup berat ditempatkan di ruang tersendiri,” urainya.

Demi menyiasati keterbatasan tempat, Dinsos Balikpapan terpaksa mengandalkan sistem rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Samarinda. Menariknya, sistem pengiriman pasien ini harus menggunakan kesepakatan bersama yang ketat agar tidak terjadi penumpukan.

“Kalau mengantar lima, maka menerima juga lima. Jadi harus ada kesepakatan dan koordinasi sebelum proses pengiriman pasien dilakukan,” kata Arfiansyah.

Sistem barter kuota ini menjadi jalan ninja yang harus ditempuh agar layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Timur tetap berjalan seimbang.

Ujian sesungguhnya justru datang ketika pasien dinyatakan stabil oleh RSJ Samarinda dan diperbolehkan pulang. Idealnya, mereka kembali ke pelukan keluarga untuk menjalani rawat jalan dan mengonsumsi obat secara rutin.

Sayangnya, realita di lapangan sering kali getir. Banyak keluarga yang belum siap mental—atau bahkan menolak—menerima kembali anggota keluarga mereka yang mengidap ODGJ.

Jika penolakan ini terjadi, Dinsos Balikpapan tidak punya pilihan selain memberikan penampungan sementara. Petugas harus kembali melakukan mediasi panjang dengan pihak keluarga agar tidak ada lagi ODGJ yang telantar untuk kedua kalinya.

Arfiansyah mengingatkan, urusan ODGJ adalah urusan kemanusiaan yang kolektif. Dinsos, Satpol PP, rumah sakit, hingga pihak keluarga adalah satu kesatuan rantai yang tidak boleh putus.

“Tanpa itu, penanganan ODGJ tidak bisa berjalan optimal,” pungkasnya. [RUL]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Dinsos BalikpapanODGJ
Previous Post

Partai Gelora Kaltim Gembleng 90 Kader, Bahas Krisis Global hingga Perang Kognitif

Next Post

Bukan Main Gawai, Puluhan Bocil Gesit di RT 21 Bontang Baru Pilih Buru Sampah Plastik

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Bukan Main Gawai, Puluhan Bocil Gesit di RT 21 Bontang Baru Pilih Buru Sampah Plastik

Bukan Main Gawai, Puluhan Bocil Gesit di RT 21 Bontang Baru Pilih Buru Sampah Plastik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved